Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Season 2 Part 1. Zeta Hilang


__ADS_3

"Hah?! Kenapa?"


"Kurasa lebih baik kau tinggal di rumah orang tuamu saja, Zeta."


"Hah?! Kenapa?" mataku menatap Valko tajam.


"Kau mau pergi meninggalkanku? Kau tega melakukan itu?"


"Heh, kenapa kau berpikir begitu. Mana mungkin aku tega meninggalkanmu. Aku hanya ingin kau lebih nyaman. Kau tahu, Zeta, ini pertama kalinya kita jadi orang tua. Mamaku sudah tiada, Mamamu masih hidup Zeta. Dia adalah orang yang paling bisa diandalkan untuk menjagamu dan memberi kita nasehat saat ada di fase ini. Nenekku memang masih ada, tapi mereka pasti sibuk menjaga kakekku. Kau juga pasti akan merasa lebih nyaman jika ditemani ibumu. Kau bisa punya teman bertukar pikiran." Valko membelai rambutku.


"Tapi ... bagaimana denganmu? Kau bisa sendirian tanpaku?" Kutatap mata Valko lebih dalam.


"Tentu, aku akan tinggal di sini juga. Kau pikir aku bisa jauh darimu? Orang tuamu pasti tak keberatan kan jika kita di sini selama proses kehamilanmu?"


"Tentu saja tidak. Mereka pasti akan menerima dengan senang hati."


"Sayang ..." panggil Valko. "Sebentar lagi hari ulang tahunmu yang ke 22 tahun. Waktu begitu cepat ya, kau sudah bertambah usia. Karena kau sudah besar,lebih baik aku to the point saja. Apa yang kau inginkan? Aku sudah menyiapkan ...."


"Aku ingin kencan denganmu, Valko Farrel Wijaya!" ucapku mantap.


"Hah? Kencan? Kau ingin apa sebenarnya?"


"Lusa jadwalku bimbingan skripsi. Aku ingin ditemani seharian. Pokoknya seharian kau harus mengikutiku dan tidak boleh bilang tidak pada apa pun keinginanku. Apa kau bisa memenuhinya, Sayang?" kutatap mata Valko.


"Baiklah. Ayo lakukan apa yang kau inginkan." Valko memelukku semakin erat. Dia membenahi selimut menyelimuti tubuhku. "Sudah, sekarang tidur. Waktunya kau isturahat."


***


"Aku harus pergi dulu,jangan nakal. Kau sendiri yang minta pulang kemari." Valko masih duduk di sampung tempat tidurku.


Aku minta pulang ke rumah Valko. Di sini jauh lebih nyaman. Kamarnya luas, mataku juga setiap saat bisa cuci mata dengan melihat berbagai poster idolaku. Yah, aura positif itu harus selalu dibangun. Jika melihat poster biasku kan aku jadi bahagia dan yang kubayangkan cowok dan cewek yang berbakat dan good looking. Secara tidak langsung kan aku berharap anakku sehat dan good looking. Dunia nyata itu keras, untuk dapat privilege di berbagai hal, terkadang good looking itu membuat urusan jadi lebih mudah.

__ADS_1


Tapi aku tak menyangka jika akan disambut banyak dokter dan perawat. Entah dokter apa saja itu tadi. Mereka sudah berbaris rapi sesampainya di sini. Mana aku tadi tak boleh jalan, harus naik kursi roda. Ini agak bahkan mungkin berlebihan.


"Aku tuh sehat. Tak sakit. Aku cuma ingin pulang karena butuh cuci mata. Kau tak perlu sampai membuatku seperti orang sakit. Aku masih bisa jalan-jalan. Masak iya, aku harus tiduran pake selimut tebal kayak gini. Kau juga lucu! Kenapa sampai harus sedia 10 dokter dan perawat!" Protesku pada Valko. Dia tetap berlebihan dalam memperlakukanku. Love languange-nya memang full act of service tapi jika berlebihan, bisa-bisa aku terganggu.


"Kau ini perlu dirawat baik-baik, Zeta. Aku trauma tahu, liat kau yang lemes seperti saat naik kapal dulu. Pokoknya kau harus dipantau terus. Kamu nggak boleh sendirian. Makan juga harus dipantau ahli gizi. Ada dirimu dan anakku yang harus dijaga. Mama dan papamu juga masih kerja, kakakmu juga belum datang kemari. Aku masih harus kerja nanti. Pokoknya kau harus menurut! Jangan nakal dan jangan protes, sampai papa dan kakek nenekku kemari!" Valko mulai menceramahiku.


"Tapi, kau janji dulu padaku! Pegawaimu harus berjaga di luar kamarku. Jangan berjaga di depan kamarku juga. Aku butuh ketenangan biar bisa tidur. Tujuanku pulang kemari untuk membangun aura positif dan menghibur diriku. Oke, aku akan istirahat, tapi aku tak suka jika ditemani dari jarak dekat. Oke, aku akan menurut. Makan dan menuruti semua kemauanmu, tapi setelah aku melahirkan,bawa aku ke Korea Selatan. Aku ingin makan korean food dan nonton konser sepuasnya. Kau harus janji!" Kuulurkan jari kelingkingku pada Valko. Seperti anak kecil. Membuat janji jari kelingking.


"Itu mudah, asal kau harus sehat selama 9 bulan ke depan. Jangan nakal!" Valko membalas uluran jari kelinglingku. "Janji jari kelingking seperti anak kecil. Vio dulu juga sering melakulannya. Ups!" Valko menutup mulutnya.


"Sudahlah, besok kunamai anakku Vio sekalian. Kalo ada yang perempuan, Kak Vio itu sudah kuanggap kakakku dan juga doi pertamamu kan. Aku tak cemburu. Lagipula Kak Vio juga sudah tenang di surga sana," Kuambil smatphone-ku untuk mencatat. "Via, Vio, Rino, Lino, Sky, Alfa, Tiger, Qiandra, Brilliant, Billy, Yongbook, Farel, Belvia," ucapku sambil mencatat nama di aplikasi note-ku.


"Kau baru apa?" Tanya Valko.


"Nyatat namalah. Aku ibunya, aku kan juga berhak ngasih nama, kau kan sudah dapat jatah di family name. Aku juga pengen ada nama pemberianku. Nggak boleh ngasih nama sembarangan. Kan nama adalah doa,kata orang-orang."


"Iya,besok depan atau tengah yang kasih nama dirimu. Yang penting kamu sehat dulu. Jangan banyak ngelakuin hal berat. Kamu seharian tiduran sambil cari nama juga nggak masalah. Sudah, aku pergi dulu. Jangan nakal! Jika perlu apa-apa panggil saja para penjaga. Kau itu ratu di rumah ini." Valko mencium keningku. Dia memang lihai membuat hatiku meleleh. Valko meninggalkanku di kamar.


Jariku terus men-scrool aplikasi Tok Tok Tok. Banyak video yang menarik, ih lucu juga ya mobil lambo yang harganya milyaran itu. Salah satu video memunculkan konten review mobil lambo. Kalo rebahan di sana rasanya kayak apa sih? Apa kayak tidur alas uang gitu ya? Jadi pengen juga. Eh, tapi Valko kan punya banyak. Nyoba ke sana bisa lah. Pake hoodie hitam dan kacamata dulu. Nanti kalo di sana nyaman baru minta bawain bantal. Kok aneh ya pemikiranku. Tiba-tiba pengen bobok di mobil lambo yang harganya milyaran. Mungkin karena anakku tahu kali ya kalo ayahnya orang kaya jadi nyidam yang aneh-aneh.


Kubuka pintu kamarku, sengaja kupakai hoodie hitam dan kaca mata hitam. Aku takut diketawain para pelayannya Valko. Iya sih,memang aku ratu, tapi kalo untuk hal aneh semacam ini aku juga takut ditertawakan.


Lorong depan kamarku ternyata kosong. Para pegawai itu berjaga dari jarak jauh.


Pintu lift sudah terbuka. Lift itu langsung menuju ke garasi bawah tanah. Pulugan mobil mewah berderet di sini. Garasi ini pencahayaannya terang tapi kosong tak ada orang. Ya, untuk apa juga dijaga. Maling juga puluhan kali berpikir buat masuk ke sini. Cuma cari mati saja, gerbang depan saja yang jaga banyak sekali.


Aku berjalan-jalan memgelilingi garasi itu. Hihihi, ketemu sama Grey-Ko yang pernah kunaiki dengan Valko. Mobil pinkku juga masih di sini.


"Kamu jangan insecure ya, Nak. Biar pun mungkin kamu yang paling murah di sini, tapi kamu itu mobil istimewa kok untukku," ucapku sambil mengelus kap depan mobil pinkku.


Kalo mobilku bisa bicara mungkin dia sudah insecure duluan, sudah warnanya paling ngejreeng, ukurannya paling mini, harganya juga paling murah jika dibandingkan dengan mobil Valko.

__ADS_1


"Ini mah namanya tour mobil di rumah sendiri," kulanjutkan langkah kakiku menyentuh dan mengamati mobil Valko. "Kayaknya dulu nggak sebanyak ini deh. Apa tambah lagi ya? Valko itu kalo beli mobil nggak pernah bilang. Ini masih baru, keliatan dari tahun di platnya. Nggak papa deh, yang penting dia senang, transferanku lancar."


Mataku menatap mobil lambo warna merah yang ada di sudut ruangan.


"Wah, ini mobil yang kayak di video Tok Tok Tok tadi. Pintunya memang di pajang terbuka lagi. Duduk dulu lah di kursi pengemudi. Mobil mahal memang beda ya," kusentuh stir mobil itu. Ini pertama kalinya, aku duduk di kursi pengemudi.


Sudah lama juga, Valko tak mengajakku jalan-jalan dengan mobil sport seperti ini.


"Ambil selfi dulu bisa lah! Saking banyaknya mobilnya, aku jadi nggak hafal dan nggak tahu ada yang warna merah. "Kembali di misi awal, rebahan di sini. Kursinya bisa dinaik turunkan. Nantilah minta Valko ngeluarin mobil ini dan ajak jalan-jalan. Aku jadi ngantuk, rebahan santai dulu di sini nggak bakal dimarahin juga kok."


"Hah! Jam berapa ini?" Kutatap jam di smartphone-ku. Sudah lewat jam makan siang rupanya. Entah berapa jam aku car tour ala-ala di garasinya Valko. Mana sampai ketiduran lagi. "Ke atas dulu deh buat makan. Kurasa anakku juga sudah puas car tour-nya!"


Kakiku melangkah santai menaiki lift dan menuju dapur. Minum jus jeruk dulu kayaknya enak. Kubuka lemari es itu dan mengambil jus jeruk siap saji. Aneh, kenapa dapurnya sepi. Ah, mungkin para pegawainya Valko sedang istirahat. Aku duduk sambil meminum jus jeruk itu.


"ZETA!" Terdengar teriakan memengkakkan telinga. Pemilik suara itu langsung memelukku. Aku tersedak jus jeruk. "ASTAGA, KAU KEMANA SAJA?" Valko berbicara dengan nada tinggi.


"Uhuuhuk!" Aku masih berusaha bernapas.


"Astaga, akhirnya menantuku ketemu!" Terdengar suara Ayah Mertua.


"Zeta sudah ditemukan?!" terdengar suara Mama. Dia datang bersama dengan Papa dan Kakak. "Aduh,Nak. Kamu kemana saja? Kata suamimu kamu hilang dari tadi pagi." Mama nampak menahan air mata.


"HAH? Hilang?" teriakku bingung. "Ini aku di-prank ya? Ulang tahunku masih agak lama lho. Jangan bikin prank yang buat aku tersendak!" protesku.


"Siapa yang nge-prank?" Valko menatapku. "Kami semua khawatir karena kamu hilang, Zeta! Para pegawai rumah tak bisa menemukanmu. Kau ada dimana? Aku ikut mencarimu tapi nggak ketemu!"


Jangan ketawa, Zeta. Please, tahan diri jangan ketawa. Keluargamu mengira kau hilang.


"Aku tak hilang! Aku juga tidak sembunyi. Aku cuma ke bawah liat-liat mobil saja. Sampe nggak sadar ketiduran. Kau itu jangan langsung menyimpulkan berlebihan Valko. Mana mungkin aku hilang atau diculik. Kau bisa kan cek CCTV di rumahmu. Pasti gambar diriku ada!" Protesku. Valko menghela napas.


"Sudah, tapi dirimu tidak terlihat. Di lift tak ada CCTV. Rekaman terakhir, hanya di lorong saja. Kurasa aku perlu menambah CCTV di lift dan garasi mobilku."

__ADS_1


"Tidak masuk akal. Mana mungkin aku hilang di runah sendiri," ucapku menahan tawa.


__ADS_2