Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episide 115 - Film Itu....


__ADS_3

"Ayo, Zeta. Kita kembali ke acara itu. Jangan khawatir, aku takkan membiarkanmu pergi jauh dariku kali ini. Sekali lagi kuucapkan terima kasih kepadamu, Tuan Putrakusuma," ucap Valko.


"Ehm...." sahut Kai. "Senang bisa membantu Anda, Tuan Valko," sahut Kai sambil memgepalkan tangannya.


"Tuan Valko!" terdengar suara Kai memanggil.


Valko menghentikan langkahnya. Valko menatap ke arah Kai. Jujur, jantungku berdebar kencang. Bagaimana nanti jika terjadi baku hantam? Valko kan super cemburu. Kai, kau ingin melakukan apalagi? Kutatap Kai tajam.


"Iya, ada apa, Tuan Putrakusuma?" sahut Valko sambil tersenyum.


"Aku teringat dengan film yang Anda bahas tadi. Nampaknya aku juga sudah pernah menontonnya. Oh ya, benar kurasa aku pernah menontonnya. Selain tentang pebinor, kurasa film itu juga bercerita tentang pernikahan paksa. Seorang gadis belia yang ceria dipaksa menikah dengan seorang bos yang kaya tapi playboy...." ucap Kai. Tangan kiri Valko nampak terkepal. Aduh, Kai, kenapa kau jadi menyiram bensin ke dalam kompor yang sudah hampir padam sih! 😣


"Oh ya, kurasa Tyo belum menceritakan bagian itu, Tuan Putrakusuma. Bisakah kau menceritakan bagian film yang itu?" sahut Valko. Meski wajahnya nampak tenang dan tersenyum tapi bisa kurasakan aura kemarahan dari dalam diri Valko.


"Itu tentang seorang gadis yang dipaksa menikah oleh keluarganya, Tuan Valko. Aku heran dengan pria di film itu. Padahal dia memiliki banyak wanita, tapi kenapa lebih memilih menikah dengan gadis belia yang ceria dan tak bersalah. Apa pria itu sudah kekurangan mainan, ya? Aku heran, pria di film itu ingin mempertahankan istrinya. Padahal aku yakin istrinya tidak bahagia dengan pernikahan yang dipaksakan itu. Menikah karena dijodohkan, jika dengan pria yang baik dan setia tentu tak masalah. Tapi, di film itu sang gadis dinikahkan dengan seorang pria playboy. Astaga, Tuan Valko, aku tak sependapat denganmu. Menurutku kekasih sang gadis tak salah. Dia hanya ingin merebut apa yang sudah direbut darinya. Jika suami sang mantan kekasih adalah pria yang baik, tentu tak masalah. Masalahnya dalam cerita itu sang suami adalah pria yang kasar, kejam dan juga playboy. Wanita mana yang bahagia dengan pernikahan seperti itu? Aku yakin meskipun tunduk dan patuh, tapi si gadis pasti merasa tertekan. Tuan Valko, itu film yang patut untuk ditonton. Film itu mengajarkan bahwa kekayaan tak bisa membeli cinta yang tulus. Meski si gadis terlihat bahagia tapi pasti itu hanya kebahagiaan semu saja. Pasti hatinya masih untuk sang mantan kekasih yang datang dari jauh dan datang untuk merebut kembali si gadis itu," ucap Kai dengan tenang.


Kai, kau berani sekali menyindir Valko. Tapi, Kai, kau salah. Valko tak seburuk yang kau katakan. Dia dulu memang kasar tapi dia tak memperlakukanku dengan buruk. Dia memang nampak seperti seorang playboy tapi ada alasan di balik tindakannya. Dia bukan seorang playboy sungguhan. Kutatap Valko, kenapa dia diam saja ya?

__ADS_1


"Cerita itu semakin menarik untuk ditonton, Tuan Putrakusuma. Tapi, aku jadi penasaran, apa benar si gadis tidak bahagia? Tuan Putrakusuma, ingat, bisa saja hati si gadis ditikung oleh suaminya sendiri. Meski pun pernikahannya karena perjodohan atau terpaksa tapi bisa saja kan hati sang gadis menjadi milik suaminya. Tuan Putrakusuma, sang mantan, yang kau bilang tadi pergi jauh dan kembali. Menurutmu di akhir cerita mana yang akan menang? Sang suami yang selalu berada di sisi sang gadis setiap waktu atau sang mantan yang bahkan seperti orang luar...bisakah kau menceritakan padaku bagian itu?" ucap Valko. Dia memberi penekanan pada kata-kata terakhir.


Kai nampak tertunduk. Kai, benar apa yang dikatakan Valko. Kau seperti orang luar, kita terpisahkan oleh jarak dan hanya bisa berkomunikasi lewat telepon. Kau tak ada saat aku sedang kesulitan. Valko yang ada di sampingku saat aku susah payah bergulat dengan skripsiku. Dia ada di saat aku kesulitan.


"Maaf, Tuan Valko. Aku belum menonton film itu hingga selesai," ucap Kai lirih.


"Sudah, lupakan film itu. Mari, Tuan Putrakusuma, kita ke atas untuk menikmati hidangan," ajak Valko. "Ayo, Zeta! Kau pasti sudah lapar kan? Permaisuriku tak boleh kelaparan," ucap Valko. Dia menggandengku dengan erat.


Kai, kapan ya aku dan kau bisa memiliki waktu untuk menyelesaikan masalah kita. Mataku bertatapan dengan mata Kai. Tak terasa langkah kaki telah membawaku kembali ke ruang pesta itu. Nampak para tamu sudah duduk di meja yang diatur dengan rapi. Valko membawaku ke area depan. Ada tulisan 'VIP' di area itu.


Meja itu bentuknya bundar. Taplak putih melapisi meja itu. Ada enam kursi di setiap meja. Kursi itu dibungkus dengan penutup berupa kain warna putih. Pada bagian belakang ada hiasan berupa pita yang besar warna kuning keemasan.


"Tuan Valko," sapa seorang yang sudah duduk di meja ini. Astaga, itu kan wanita yang tak sengaja kutabrak tadi. Nampak wanita yang tadi tak sengaja kutabrak duduk di samping pria itu. "Suatu kehormatan bisa duduk satu meja dengan Anda. Perkenalkan ini istri saya, Vivi," ucap pria itu.


"Tentu, Tuan Eka. Kenalkan ini Zeta. Istri saya," ucap Valko sambil menatap wanita bernama Vivi itu. "Ah, Tuan Putrakusuma!" panggil Valko. "Kemarilah, duduklah di sini!" ucap Valko. Nampak Kai datang membawa piring dan gelas berisi hidangan. Aduh, apa konflik ini belum berakhir?


________________________________________

__ADS_1


Selamat hari raya Idul Fitri 😊


Mohon maaf lahir dan batin 😊


________________________________________


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Billy dan Qia bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2