Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 65 -Taeyang....


__ADS_3

"Ze...ta...." panggilan Valko tak kuhiraukan.


BRAK!!! Kubanting pintu kamarku. Aku menyandar di balik pintu itu. Kata-kata Valko membuatku merasa sakit. Dia menuduhku bermuka dua. Aku tak sehina itu, yang bermuka dua itu kau, Valko. Kau menjalin hubungan dengan banyak perempuan dengan alasan untuk memancing Kak Vio. Alasan macam apa itu?! 😡


Kau bilang kau menyayangiku tapi di hatimu terus ada bayangan Kak Vio. Kau jarang memanggilku dengan nama pasti selalu memanggilku tupai. Aku sudah mencoba merelakan hubunganku dengan Kai sesuai permintaanmu, tapi apa yang kudapat. Hanya sikap lembut tapi sebenarnya kosong tak berarti. Sudahlah, lebih baik aku tidur. Kurebahkan tubuhku di ranjang lalu kuselimuti tubuhku dengan selimut tebal seluruhnya.


TOK! TOK! TOK! Terdengar suara ketukan kamar.


"Ze...ta...." terdengar suara Valko. TOK! TOK! TOK! Terdengar suara ketukan kamar lagi.


"Ze...ta...boleh aku masuk?" terdengar suara Valko lagi. Aku tak menjawab panggilan itu. Aku tetap berbaring membelakangi pintu dengan selimut tebal menutupi seluruh tubuhku.


"Ze...ta...." terdengar suara Valko. Bisa kurasakan dia duduk di tepi ranjang. "Ze...ta...." Valko memanggilku. Tangannya berasa menyentuh tubuhku. Aku langsung bergerak menjauh dari tangan itu.


"Maafkan, aku....." ucap Valko.


Kata-kata itu tak kuduga, dia barusan mengucap kata maaf? Apa aku tak salah dengar. Tuan Serigala bisa mengucap kata maaf setelah memarahiku? 😮


"Kau benar. Seharusnya aku mendengar penjelasan darimu terlebih dahulu. Bukan langsung menyalahkanmu. Kau benar seharusnya aku tak memancing Vio dengan cara memacari perempuan lain. Aku benar-benar menyayangimu, Zeta...." tangan Valko menyentuh tubuhku lagi. Aku tetap tak berbalik menghadapnya tapi menjauh dari sentuhan tangannya.


"Baiklah. Jika kau masih marah padaku, aku akan menunggu hingga amarahmu reda...." suara Valko tak terdengar lagi.


Huh, membujuk macam apa itu? Dia cepat sekali menyerah. Tunggu, kok aku malah kecewa sih? 😟 Sudahlah, lupakan. Aku beranjak bangun dari tempat tidur.


"Valko!" ucapku tertegun.

__ADS_1


Astaga, Valko ternyata tidur di lantai, di bawah tempat tidurku. Dia memakai piyama warna putih. Untung saja lantai di kamar ini dilapisi karpet warna coklat muda yang cukup tebal. Kuselimuti Valko dengan selimut putih tebal yang kupakai. Aku berbaring di dekatnya.


"Kau menungguku ya, Hubby...." entah mengapa mulutku mengucapkan kata itu sambil mengusap pipi Valko dengan tangan kananku.


"Kau sudah memaafkanku, Taeyang?" ucap Valko sambil membuka matanya.


Sial! Kok dia bangun sih? Aku pun langsung membelakanginya. Valko memeluk tubuhku dari arah belakang.


"Aku sudah minta maaf. Kau masih ingin marah, Taeyang?" ucap Valko. Taeyang? Ejekan baru apa itu?


"Berkata maaf tapi masih memanggil dengan nama ejekan!" sahutku ketus.


"Taeyang itu bukan nama ejekan tapi panggilan sayangku untukmu...." ucap Valko.


Ck! Kok aku mudah banget sih dirayu pake rayuan kayak gini. Sudahlah, jangan memperpanjang konflik.


"Tupai Sayang.....hahaha....." Valko tertawa. Tupai Sayang? 😡 Valko, kau menyebalkan! 😠


"AU! Sakit, Zeta!" teriak Valko saat kucubit pipi kanannya. Aku pun naik ke atas tempat tidur.


"Sana pergi! Tak ada belaian untukmu malam ini! Jangan ganggu aku!" teriakku sambil berbaring membelakangi Valko.


"Hey, aku hanya bercanda. Jangan marah, Zeta," Valko menarik-narik pakaianku. Aku tetap membelakanginya. Kurasa Valko sudah berbaring di belakangku.


"Taeyang itu artinya matahari dalam bahasa Korea. Kau adalah matahariku...." ucap Valko sambil memeluk tubuhku dari arah belakang.

__ADS_1


Matahari? Bagi Valko aku seperti matahari? Kenapa hatiku merasa hangat ya saat mendengarnya. Tunggu, tapi bisa saja dia cuma berbohong.


"Kau bohong!" aku bangun menghadap ke arah Valko lalu mengambil smartphone-ku. Kubuka kamus online.


"Aku tak bohong, aku pernah menonton drama korea...." Valko mencoba menjelaskan. "Aku pernah menontonnya bersama Vio...." begitu nama Vio disebut entah mengapa aku menatap tajam ke arah Valko. "Ehm...maksudku di drama itu kata Taeyang artinya matahari...." aku tak mempedulikan ucapan Valko. Aku tetap mencari kata matahari dalam bahasa Korea.


"Benar!" aku kaget. Kata Taeyang benar-benar berarti matahari dalam bahasa Korea.


"Benar, kan. Aku tak mengejekmu...." Valko memeluk tubuhku lagi. "Taeyang sudah memaafkanku kan? Sudah kan?" ucap Valko dengan manja.


"Ehm...." sahutku sambil meletakkan smartphone-ku ke atas meja di dekat tempat tidur. "Valko!" tiba-tiba Valko menarikku ke dalam selimut. "Kau mau....."


"Sssttt! Sudah, tidurlah!" Valko memeluk tubuhku dengan erat. Kepalaku menyandar di dadanya.


"Di luar sedang hujan deras, Taeyang. Aku akan melakukan puk-puk padamu," Valko mengecup dahiku. Punggungku lalu ditepuk-tepuk ringan. Valko, jika kau bersikap lembut seperti ini aku tak punya alasan lagi untuk marah.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2