
Apa aku barusan berciuman dengan Serigala ini? π’ Mulutku masih kubekap dengan kedua tanganku. Aku tertegun, jantungku serasa deg-degan. Siapa yang tak terkejut mendapat serangan memdadak seperti ini? π
Ini benar-benar ciuman bibir atau ini hanya tak sengaja bersentuhan saja? Tapi mengapa aku berasa ini aneh jika hanya sentuhan di bibir saja? Valko masih menatapku dengan tatapan dan senyum liciknya. Dia dengan santai berbaring di pangkuanku sambil mengunyah roti bakar itu.
"Roti bakar yang terasa enak dan spesial!" ucapnya. Dia memberi penekanan pada kata spesial. "Kenapa kau, Tupai? Bukankah kau selalu menginginkan hal itu?" celetuknya. Menginginkan hal itu? Maksudmu ciuman ini? Valko! π‘ Kau menyebalkan! π‘ Aku tak bisa menahan kedua tanganku untuk tidak mencubit kedua pipinya.
"UH! Kau menyebalkan!" kutarik kedua pipi Valko dengan tanganku. "Kembalikan roti bakarku! Kembalikan!" ucapku gusar. Kedua pipi Valko kutarik-tarik.
"Hey, sakit, Tupai! Sakit!" protes Valko. Aku tak mempedulikan hal itu. "Sakit! Hey, sakit!" erangannya justru membuatku semakin gemas. Kutusuk-tusuk pinggangnya agar dia geli. "Hentikan, Tupai! Hentikan!" protes Valko. Aku tak menghentikan aksiku. Kugelitiki perut Valko dengan kedua tanganku. "Hey, hentikan! Geli! Geli! Ampun! Geli!" ia menggeliat-geliat di pangkuanku. Aku tak menghentikan aksiku, gelitikanku justru semakin kuperkuat. Rasakan ini, Serigala Menyebalkan! π‘
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Valko terbatuk-batuk. Astaga! Apa dia tersendak? Ia nampak kesulitan bernapas.
"Pak May! Air! Air, Pak May!" teriakku panik. Sekretaris May segera memberikan segelas air putih. Kurangkul leher Valko dari arah belakang, kubantu dia duduk tegak. "Minum ini!" Valko segera meminum air putih itu.
"Padahal aku berharap kau beri susu coklat, Tupai! Hahaha!" ucapnya sambil meminum air putih itu lagi. Dia tertawa? Dia tertawa? Jadi, dia menipuku? π‘
"Dasar Serigala Menyebalkan!" teriakku sambil memukul punggungnya.
BYUR!!! Air dari mulut Valko menyembur keluar. HUA! Mengapa jadi begini? π Air itu justru menyembur ke wajahku.
"Hua! Kau menyebalkan!" ucapku.
"HAHAHAHA!!!!" Valko tertawa terbahak-bahak. Dia tertawa sampai berguling-guling dan memukul-mukul lantai dengan tangannya. "Lihat betapa lucunya dirimu, Tupai! Hahaha! Kau sangat lucu!"
"Valko jahat! Hua! Hua!" aku pura-pura akting menangis sekencang mungkin. "Valko jahat! Hua!" kukeraskan suara tangisan palsuku. Aku ratu akting di teater kampus. Hal seperti ini sangat mudah bagiku.
__ADS_1
"Hey, diam...diam...." ucap Valko. "Diam....diam...cup...cup...cup...." Valko berusaha menenangkanku. "Orang-orang bisa mengira aku menyakitimu,tahu! Diamlah...Tupai. Diamlah, ya..." ucap Valko. Kau memintaku diam tapi masih memanggilku Tupai? Rasakan ini! π‘
"Hua! Hua! Valko jahat!" aku masih menangis sekencang mungkin. Rasakan ini Serigala Gila! π Air mata wanita adalah alat menarik perhatian orang-orang yang paling ampuh, tahu! π
"Shut! Shut! Tenanglah! Tenanglah!" Valko berusaha menenangkanku. "Tenanglah, Sayang.... Tenanglah.... Cup...cup...cup.... Aku minta maaf...." ucapnya. Hihihi, kurasa dia mulai menyerah pada trikku. "Tenanglah, aku akan menuruti apa pun permintaanmu. Tapi, kumohon, diamlah. Hentikan tangisanmu, Zeta Sayang. Anak baik, anak cantik...." dia berusaha menghentikan tangisanku.
Astaga, Valko! Kau berusaha menghentikan tangisan wanita dewasa dengan bujukan untuk tangisan anak balita. Bagaimana bisa kau sekonyol ini? π
"Hiks! Hiks!" aku sesengukan. "Kau janji akan menuruti permintaanku?" ucapku sambil terus sesengukan.
"Iya, aku janji!" ucap Valko. Hihihi, aku dapat satu senjata lagi menaklukkan Serigala ini π.
***
"Ehm...." Valko menekuk mukanya. "Dasar wanita licik!" ucapnya.
"Hiks, hiks!" aku hendak berpura-pura menangis kembali.
"Iya, iya, sama-sama. Aku bahagia jika kau bahagia," Valko tersenyum dengan paksa. Hihihi, akting menangisku ternyata ampuh π. "Kau ingin minta apa lagi?" ia tersenyum padaku. Dasar senyum palsu!π§
"Sudah cukup, ini dulu, Cayang!" aku menjilat-jilat permen lolipopku lagi. Aku tak bodoh dan tidak cuma minta permen lolipop dong! π
"Kemana barangnya kau kirim?" tanya Valko. "Kapan barang itu sampai?"
"Mungkin beberapa hari lagi, Cayang. Aku mengirimnya ke alamat rumahku," sahutku ceria.
__ADS_1
Aku meminta barang-barang branded yang mahal dong! π Apa sih yang tidak bisa dibeli online sekarang ini? π Aku minta skincare mahal, make up premium, baju mahal, higheel, sneaker mahal, sepatu running, tas mahal dan tentunya aksesoris original boyband korea idolaku seperti album original dan light stick. Hihihi, tak apa-apa kan sekali-kali aku boros berbelanja dengan uang Valko π.
Kulihat ke pemandangan sekelilingku. Valko tetap berjalan diikuti para pengawal dan pejabat pengelola tempat ini. Aku tetap digendongannya. Tunggu, tadi ada tongkat penyangga kan untukku? Mengapa aku tak berjalan sendiri saja dengan tongkat itu daripada seperti ini, aku terlihat manja dan lembek.
"Cayang," panggilku lembut. Valko menatap ke arahku. "Ehm...kau pasti capek menggendongku, biarkan aku berjalan sendiri saja. Aku kuat kok, kakiku tak sakit lagi. Bukankah tadi ada tongkat penyangga yang sudah kau persiapkan untukku?" aku menatap ke arah Valko.
"Aku sudah bilang akan menjadi kakimu kan? Bagaimana bisa seorang pria mengingkari kata-katanya sendiri. Lagipula, aku ke sini atas perintah kakekku. Aku diminta meninjau tempat ini. Bukankah bagus jika aku terlihat mesra denganmu, Tupai Kecilku? Itu akan jadi cerita yang bagus bagi kakekku," sahut Valko sambil menatap ke arah depan.
"Tidak mau!" protesku. "Aku bukan gadis lembek yang manja. Turunkan aku!"
"Sekali tidak! Tetap tidak!" balas Valko.
Hiks, kenapa dia tetap terlihat menakutkan jika sedang menekanku seperti ini. Sudahlah, nikmati saja. Anggap saja sedang menjadi seorang putri yang sedang digendong idola tercinta. Aku terus menjilat-jilat permen lolipopku. Kenapa tadi aku tak minta yang kecil saja ya? Permen ini terlalu besar.
"HIEK!" terdengar ringkikan mengangetkanku. Kurasa itu suara hewan. Saat aku tersadar, astaga! π¨ Apa yang ingin Valko lakukan di sini? π¦
Β Jangan lupa like dan vote ya π biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok π
Tinggal pencet tanda jempol π di pojok kiri bawah untuk like π
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you π
__ADS_1