Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 141 - My Prince


__ADS_3

"Hah? Dicat?" Valko menatap dengan tatapan bingung. Dia melihat ke arah smartphone yang kusodorkan. "Kau ingin aku mengecat rambutku dengan warna cetar seperti mereka?" Valko menunjuk ke arah layar smartphone-ku. Aku pun menggangguk-angguk.


"Iya, Hubby. Aku ingin rambutmu dicat. Pasti kau ...."


"Lupakan! Minta yang lain saja, Zeta. Aku akan terlihat konyol nanti!" tolak Valko.


Jadi dia menolak permintaanku? Uh! Padahal itu hal yang amat mudah dikabulkan. Memamgnya kenapa sih? Aku kan hanya minta hal yang sederhana saja.


"Ya sudah, lupakan! Huh!" Kurebut smartphone itu dari tangan Valko. Kubaringkan tubuhku membelakanginya. Tubuhku kuselimuti dengan selimut tebal.


"Zeta ...." terdengar suara Valko memanggil. Salah satu tangannya kurasakan menyentuh bahuku. Dia tak kupedulikan.


"HUH!" Kuhempaskan tangan Valko dengan menggerakkan bahuku. Selimut itu kutarik semakim ke atas kepalaku.


"Zeta ...." panggil Valko. Dia berbaring tepat di depanku. Aku langsung bergerak berpindah berbaring ke arah sebaliknya, aku tak mau berbaring berhadapan dengan Valko.


"Adek!" terdengar suara panggilan dari arah pintu. Suara itu disertai suara ketukan pintu. Itu suara Kak Brian.


"Iya, Kak!" sahutku. Segera kukekuar dari dalam selimut. Kubuka pintu itu, nampak Kak Brian datang dengan membawa sebuah tas jinjing.


"Apa aku mengganggumu, Dik?" tanya Kak Brian.


"Tidak, Kak. Kakak nggak mengganggu kok. Ayo masuk!"


Kutarik tangan Kak Brian. Valko sudah memasang wajah cemberut. Kedua tangannya terlipat di dada. Hihihi, biarkan saja dia seperti itu. Kak Brian duduk di atas sofa coklat yang ada di ruangan ini. Dia mulai membuka tas jinjing itu.


"Aku punya kejutan untukmu! Tapi .... tutup matamu dulu!" perintah Kak Brian.


"Baik!"


Kututup mataku dengan kedua tanganku. Kejutan apa ya? Apa oleh-oleh dari luar negeri? Ah! Apa pun itu rasanya aku bahagia.

__ADS_1


"Jangan mengintip!" terdengar suara Kak Brian.


"Iya, iya. Cepatlah!" desakku tak sabar.


"Sudah, coba buka sekarang!" perintah Kak Brian.


"AH!" teriakku spontan. Aku tak percaya ini, kejutan Kak Brian ingin membuatku meloncat-loncat. Ada album dari boyband idolaku. Album itu ada tiga versi. "Makasih Kak! Makasih!" Kak Brian langsung kupeluk. Ini memang benda yang kuinginkan.


"Ayo unboxing!"


Segera kuambil cutter untuk membuka plastik pembungkus album itu. Rasanya sangat senang. Sudah lama aku tak membeli album boyband idolaku. Bukan karena tak punya uang tapi karena berbagai masalah yang datang silih berganti sejak menikahi Valko. Itu membuatku sudah tak sempat lagi untuk ingat pada kegemaranku ini. Apalagi Valko kan super posesif, aku tak yakin jika aku membeli album, barangnya akan sampai ke tanganku. Kubuka sampul hardcover dari album versi pertama yang berwarna oranye.


"Ah! Photo book!"


Tanganku langsung mengambil photo book-nya. Aku tak mempedulikan member lain. Mataku hanya fokus pada biasku. Akhirnya ketemu. Biasku nampak cute dan memesona dengan rambut sepanjang bahu yang dicat pink. Apalagi dia memakai mahkota. Dia tambah memesona.


"Ah! My prince!"


"Dia memang tampan! Apalagi suaranya juga merdu! Ah! Memang idola!" ucapku sambil menyentuh foto biasku.


Kubuka album versi kedua dengan sampul berwarna kuning. Kubuka plastik pelindungnya dengan hati-hati. Aku tak peduli dengan kaset albumnya. Mataku lebih tertarik pada photo book itu. Tanganku langsung membuka halaman dimana foto biasku berada.


"Ah! Dia memang tampan! My prince!"


Kupeluk photo book itu lagi. Biasku nampak semakin tampan dan memesona saat di foto. Apalagi rambutnya panjang sebahu dengan warna rambut pirang. Sungguh sangat memesona. Kutatap ke arah Valko. Dia memandang dengan wajah yang sangat kusut. Hihihi, ekspesinya sangat menggelikan. Aku jadi semakin ingin menjahilinya.


"Ah, My Prince, kau memang tampan!"


Kuarahkan photo book itu sejajar dengan wajahku. Mungkin ini kejahilan yang paling gila yang pernah kulakukan. Valko pasti tak berani marah, di sampingku kan ada Kak Brian.


"Kau memang tampan!"

__ADS_1


Tanpa pikir panjang kucium foto itu. Kulakukan hal itu semesra mungkin. Hihihi, sewaktu belum menikah aku sering melakukan hal ini saat melihat foto biasku. Tapi ini pertama kalinya aku melakukannya di depan Valko. Kak Brian tentu tak aneh. Dia kan sudah tahu hal ini karena aku jadi fans K-Pop semanjak Kak Brian belum kuliah di luar negeri.


"Ck! Ck! Ck! Adek, kau memang tak berubah ya. Padahal kau sudah punya suami yang tampan. Apa suamimu tak cemburu kau melakukan itu?" tanya Kak Brian.


"Jangan khawatir, Kak. Hubby-ku tak cemburu kok. Iya kan, Sayang?" tanyaku pada Valko.


"Huh!" sahut Valko dengan wajah cemberut. Bibirnya sampai mengkerut. Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak.


"Oh ya, Dek. Waktunya makam malam. Ayo, turun ke bawah!" ajak Kak Brian. Kedua kakiku sudah berdiri dan siap melangkah.


"Kakak turun duluan saja," sahut Valko. Dia menahan tanganku. Matanya menatapku tajam, seolah memberi sinyal untuk duduk kembali. Muka Valko masih saja cemberut. Kupasang wajah polos saat menatapnya.


"Hubby, ada apa? Ayo kita turun! Aku lapar, apa kau mau anak kita menderita karena lapar?" ucapku lirih.


"Jangan pernah mencium foto pria lain lagi, Zeta! Aku tak suka itu, tahu!"


"Maaf, Hubby. Aku tak bisa menahan diriku. Entah mengapa aku sedang suka melihat pria yang mengecat rambutnya. Aku tak tahu mungkin saja ini keinginan anakku. Siapa tahu dia ketularan jadi fans K-Pop seperti ibunya."


"Huh! Baiklah, aku mengalah! Besok ayo ke salon! Aku akan mengecat rambutku sesuai keinginanmu!"


Hihihi, aku menang 😂


____________________________


Author tidak tahu kapan waktu update lagi


Author meng-update cerita ini karena juga sedang butuh hiburan di sela-sela mengerjakan skripsi


Mohon doanya ya reader semoga bulan ini skripsi author bisa selesai, tidak banyak revisi


Mohon doanya semoga bisa sidang bulan depan dan dinyatakan lulus

__ADS_1


__ADS_2