Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 75 - Manja....


__ADS_3

"Jadi...." aku harus mulai cerita darimana ya. "Jadi...peneror itu....." pikiranku berusaha mencari kata-kata yang tepat. Aku tak boleh membuat Valko panik. "Jadi...dia...." aku mulai berbicara.


Valko duduk di sampingku. Matanya menatapku tajam. KRUK!!! KRUK!!! Terdengar suara nyaring perut.


"Pffftttt!!!!" itu pasti suara perut Valko. Aku berusaha menahan tawaku lagi.


"Pelayan!" teriak Valko. "Bawa cream soup dan makanan lain kemari!" perintah Valko lagi. Tak berselang lama para pelayan datang membawakan panci berisi cream soup, alat makan serta hidangan lain. Mereka meletakkannya di atas meja kaca ruang tamu ini.


"AU!" teriakku spontan. "Sakit, Valko!" tangan Valko tiba-tiba mencubit pipi kananku.


"Hukuman karena berani menertawakanku lagi!" ucapnya. Dia lalu berpindah duduk di sebelah kiriku. Tubuhku dipeluk erat. "Aku lapar...ayo, makan dulu...," pinta Valko sambil menatapku.


"Ehm..." sahutku lirih.


"Suapi aku...." ucap Valko manja. Kepalanya menyandar di bahu kiriku. Dia manja sekali. Sudahlah, lakukan saja permintaannya. Tanganku yang sudah memegang piring hendak mengambil makanan. "Aku mau makan cream soup!"


"Iya...." kuambil cream soup itu. Kuah cream soup ini masih panas sehingga aku harus meniup-niupnya terlebih dahulu. "Ini...." kuarahkan satu sendok suapan ke mulut Valko.


Valko menerima suapa itu dengan lahap. Tak berselang lama dia sudah membuka mulutnya lagi. Suapan kuarahkan lagi ke mulutnya. Nampaknya dia benar-benar lapar. Dalam sekejap cream soup di piring sudah habis.


"Kau juga harus makan!" perintah Valko. "Tapi...tetap suapi aku...." dia kembali menyandar dengan manja di bahu kiriku. Aku berarti harus berbagi piring dan sendok yang sama dengan Valko. Sudahlah, seperti hal ini belum pernah terjadi saja! 😧


"Ini, buka mulutmu lagi!" ucapku.


Kuarahkan satu suapan lagi ke mulut Valko. Dia masih antusias menerimanya. Tatapan matanya terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang lapar. Tak kusangka, ada ya cowok semanja ini. Aku pun mulai menyuapkan makanan ke mulutku sendiri. Kurasa aku sama laparnya dengan Valko. Aku juga sempat menambah makanan.


"Kenyang...." ucap Valko. "Aku mau minum!" pintanya lirih.


Kutuangkan gelas berisi air putih lalu kuberi sedotan. Kuarahkan sedotan itu ke mulut Valko. Dia nampak minum dengan antusias. Nampaknya ini juga akan jadi rutinitas baruku, menyuapi Valko.


"Pelayan!" teriak Valko. "Bereskan makanan ini! Bawakan aku buah kesukaanku!" perintah Valko.


"Baik, Tuan!" sahut para pelayan itu. Tak berselang lama meja ini sudah bersih dan terganti oleh buah potong di atas piring yang cukup besar. Ada melon, nanas dan semangka yang dipotong kotak-kotak.

__ADS_1


"Suapi lagi!" perintah Valko. Dia masih menyandar dengan manja di bahu kiriku. Kuambil garpu lalu kutusuk beberapa potong buah itu. Kuarahkan suapan ke mulut Valko. Dia masih saja makan dengan lahap.


"Kau juga harus makan, Zeta! Kau masih kurus seperti lidi sekarang!" ucap Valko. Astaga, Valko, aku ini bertubuh langsing, tahu! Bukan kurus seperti lidi! Sudahlah, aku malas berdebat dengannya! 😧


"Tentu," sahutku sambil memakan buah itu juga.


"Kembali ke topik awal...." ucap Valko. "Kau diteror lagi? Padahal aku sudah melaporkan perusak rukomu dan pesan ancaman di akun sosial mediamu waktu itu kepada polisi. Peneror itu berani sekali, padahal aku sudah memperketat keamanan di sekitarmu, Zeta! Aku tak pernah membiarkanmu lepas dari pengawasanku. Memang aku nampak berlebihan, tapi aku tak ingin Taeyang-ku terluka...." Valko memelukku erat.


Valko, jadi kau sudah bertindak sejauh itu. Kau sengaja mengurungku dan bertindak posesif karena tak ingin aku terluka. Kenapa hatiku jadi merasa hangat ya? 😍


"Terima kasih, Hubby...." ucapku sambil membelai kepala Valko.


"Rukomu juga sudah kuperbaiki. Aku juga sudah memasang CCTV, tahu! Agar jika ada yang macam-macam lagi bisa ketahuan. CCTV yang lama di rukomu mati. Entah sengaja di rusak atau karena memang tak berfungsi. Padahal jika berfungsi itu bisa sangat membantu dalam memgungkap siapa perusak rukomu itu. Peneror itu mengirim pesan padamu lagi? Coba kulihat!" aku pun menyerahkan smartphone-ku.


"AKU SELALU MEMBAYANGIMU DIRIMU! KAU PIKIR BISA LOLOS SAAT BERBELANJA DENGAN PENGAWALAN SEPERTI INI? JAUHI VALKO! JAUHI DIA ATAU MATI!" Valko membaca pesan ancaman itu. "Beraninya peneror ini! Dia sudah keterlaluan! Jangan takut, Zeta! Aku akan mencari pakar IT (Information Technology) untuk melacak peneror ini. Tak lama lagi identitasnya pasti bisa terungkap! Siapa pun yang berani mengganggu Taeyang-ku pasti akan kucabik-cabik!" tatapan Valko nampak mengerikan. "Hoahm!" Valko menguap.


"Eh!" dia tiba-tiba menggendong tubuhku.


"Aku mengantuk!" ucapnya sambil berjalan. Kurasa dia menggendongku menuju ke kamar. "Malam ini langsung tidur saja! Aku sedang tak ingin bermain, Zeta. Lainkali saja ya jika kau menginginkannya!" ucap Valko sambil memeluk tubuhku seperti guling. Valko, bukankah yang selalu mengajak bermain itu kau? Kapan aku pernah memintanya? 😧


"Ze...ta...." Valko nampak tertegun.


"Eh!" dia langsung mencium bibirku begitu saja.


"Kau memang manis, Taeyang!" ucapnya lagi.


Valko, padahal aku hanya mengatakan ucapan yang sering dikatakan Mamaku kepada Papa. Benar kan yang kulakukan? Valko sudah bekerja keras. Dia bekerja keras untukku. Sudah seharusnya aku memanjakan dan berterima kasih padanya.


"Aku tak merasa pusing lagi!" Valko memelukku dengan manja. "Peluncuran produk baru membuatku pusing. Para staf punya pendapat masing-masing. Aku bingung harus memilih yang mana. Tapi...aku sekarang punya solusinya!"


"Kau bisa berbagi masalahmu denganku, Hubby," ucapku sambil membelai kepala Valko.


"Ehm...." sahut Valko. "Zeta, puk-puk!" pinta Valko. Aku pun mulai menepuk-nepuk punggungnya dengan ringan. Valko sudah menutup matanya.

__ADS_1


"Oh ya, Zeta!" Valko membuka matanya kembali.


"Ada apa?" tanyaku lirih sambil menatap matanya.


"Aku punya kejutan spesial untukmu besok!" ucap Valko.


"Apa?" entah mengapa aku antusias mendengar hal ini. "Hubby!" panggilku manja. "Kejutan apa yang kau siapkan untukku? Bisakah kau memberi aku sedikit petunjuk, Hubby?" tanyaku. Valko hanya diam saja, matanya terpejam. "Valko...Valko...." panggilku.


Ih, dia pasti cuma pura-pura tidur. Bibirnya nampak menahan tawa. Kejutan apa ya yang dia siapkan? 😯


***


Matahari nampak sudah meninggi. Hirup-pikuk area perkantoran ini nampak terasa. Aku ikut Valko pergi lagi ke kantor. Diriku masih penasaran dengan kejutan yang dia ucapkan tadi malam. Dia ingin memberiku apa, ya? Aku penasaran dan antusias.


"Kenapa kau manja sekali hari ini?" ucap Valko. Kurasa dia menyadari perubahan sifatku. Aku memang bertingkah lebih manja.


"Taeyang kan hanya ingin menggandeng Hubby saja," ucapku manja sambil bergelayut manja di lengan kanan Valko. Hal ini kulakukan sejak naik ke dalam mobil tadi hingga berjalan masuk ke lobi kantor saat ini.


Diriku penasaran dengan kejutan itu. Jika aku bertingkah manja, mungkin saja Valko akan memberitahuku lebih cepat. Aku tak mempedulikan tatapan para karyawan yang ada di lobi kantor ini.


"Hubby," panggilku manja.


"Ehm?" Valko menatapku. Ini saat yang tepat untuk meminta petunjuk tentang kejutanku.


"Kak Varrel!" terdengar suara yang tak asing. Nampak seorang wanita memakai blazer warna merah mendekat ke arah Valko. Ih, kenapa Nenek Sihir ini ada di sini, sih? 😡


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2