Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 55 - Dunia Maya


__ADS_3

Valko akhirnya menghentikan aksinya. Matanya sudah terpejam sepenuhnya. Aku tetap ada di pelukannya. Hembusan napasnya bisa kurasakan menerpa wajahku. Apa dia sudah benar-benar tidur? Kucoba menyentuh hidungnya denhan jari telunjukku. Tak ada reaksi apa pun. Berarti dia sudah benar-benar tidur.


Lucu sekali, tadi berdebat keras tapi akhirnya bermain di bawah selimut lagi. Drama banget sih, hidupku. Padahal dulunya aku ingin menyelesaikan kuliahku dulu setelah itu bekerja sambil mengelola usahaku. Jika aku sudah punya banyak tabungan dari jerih payahku sendiri, aku ingin pergi berwisata ke luar negeri bersama Della. Aku dan dia ingin mengunjungi Korea Selatan. Kami ingin berkunjung ke tempat syuting drama-drama korea. Atau mungkin jika ada konser boyband idolaku di negara tetangga atau di dalam negeri aku ingin bisa menontonnya bersama Della.


Bersenang-seneng dengan uang jerih payah sendiri kan pasti rasanya lebih memuaskan. Tapi, aku justru menikah lebih cepat dari dugaanku. Jika sudah menikah, seorang wanita harus mendapat persetujuan dari suaminya untuk melakukan segala hal. Jika aku bekerja mungkin bisa, tapi jika aku ingin pergi berwisata bersama Della ke luar negeri...aku tak yakin Valko mengijinkanku pergi. Dia kan punya gangguan tidur, jadi setiap malam harus memelukku.


Apa sih yang kupikirkan? Daripada memikirkan itu, lebih baik kupikirkan nasib skripsiku dulu. Kugerakkan tubuhku dengan hati-hatu agar Valko tak terbangun. Aku berbalik membelakangi Valko. Aku merayap perlahan dari balik selimut. Kuambil smartphone-ku yang ada di meja dekat tempat tidur. Kubuka aplikasi chat. Kira-kira bagaimana ya? Besok bisa bimbingan tidak?


Kamar ini hanya diterangi lampu tidur saja. Cahaya dari layar smartphone sangat jelas menerpa wajahku. Ada pesan di grup chat bimbingan skripsi. Itu pesan dari dosenku, namanya Bu Tya. Bu Tya : 'Besok yang mau bimbingan bisa menemui saya jam 8 pagi.'.


Syukurlah, beliau sudah kembali dari luar kota. Kuperiksa chat yang belum kubaca, salah satunya dari akun sosial media D' Briallen Boutique. Astaga, jantungku berasa berhenti membacanya. Ada chat dari akun dengan nama @valko_real_wife.


Pesan itu berbunyi : 'HARI INI KUHANCURKAN TOKO JELEKMU! CEPAT JAUHI VALKO! JIKA TIDAK, JANGAN SALAHKAN AKU JIKA MENGHANCURKAN HIDUPMU! TINGGALKAN VALKO ATAU MATI!'. Teror itu tak berhenti juga. Kucoba membuka akun sosial media itu. Akunnya terkunci, foto profilnya berupa gambar Valko tapi dalam bentuk animasi. Sial, siapa sebenarnya orang ini?


Kubuka kembali aplikasi chat itu. Ada pesan masuk dari seseorang. Pesan itu membuatku serasa terkena serangan jantung. Pesan itu dari Kai.


Pesan itu berbunyi : 'Adek, aku tahu kamu menjalaninya karena terpaksa. Aku masih menunggu penjelasan darimu. Kamu tak perlu khawatir tentang perusahaan keluargaku. Itu tak ada kaitannya denganmu. Kuharap kamu belum tidur, aku segaja menghubungimu saat dinihari agar tidak ketahuan oleh si dia. Adek, kapan kita bisa bertemu? Kamu tinggal bilang saja lokasinya dan aku akan menjemputmu.....'


"Belum kapok juga ya!" terdengar suara dari arah belakang.


Jantungku rasanya ingin meloncat keluar. Sejak kapan Valko bangun? 😣 Kepala Valko menyandar di bahuku. Astaga, apa yang harus kulakukan?


"Va...va...val...ko...." aku tergagap.


Aku ingin menjelaskan peristiwa ini tapi tetap saja lidahku jadi kaku karena takut. Valko langsung mengambil smartphone-ku. Dia menyalakan lampu kamar ini. Kamar menjadi terang.


"Nampaknya Kai duluan yang sengaja menghubungimu!" Valko menatapku dengan tatapan dingin nan menusuk. Dia mengambil sesuatu dari dalam laci meja. Sebuah smartphone yang masih tersegel.


"Aku selalu menyiapkan HP baru sebagai cadangan di kamarku untuk berjaga-jaga jika smartphone-ku rusak. Aku akan menyita HP lamamu ini!" Valko mengeluarkan SIM card dan memory card dari smartphone-ku dan memindahkannya ke smartphone baru. Smartphone baru itu menyala.

__ADS_1


"Mulai sekarang jangan pernah mencoba menghubungi Kai lagi! Aku sudah memblokir kontaknya!" Valko melemparkan smartphone baru kepadaku. Astaga, ini smartphone mahal dengan tiga kamera belakang yang terkenal itu. "Pindahkan akun sosial mediamu! Bukakan untukku sekarang juga!" perintah Valko. Tatapannya sungguh mengerikan. "Cepat lakukan!"


"I...ya! I...ya!" ucapku gugup.


Aku me-log out semua akun sosial mediaku dari smartphone lamaku. Valko terus memperhatikan dengan tatapan tajam nan dingin. Valko mengambil smartphone baru itu.


"Bahkan di dunia maya pun, aku akan mengawasimu, Zeta!" ucap Valko.


Astaga, Valko! 😢 Kau posesif sekali sih. Bahkan di dunia maya pun, aku harus tunduk di bawah pengawasanmu. Jujur, aku takut mendekat ke arah Valko. Tapi, aku tetap ingin tahu apa yang akan dia lakukan.


Aku pun mencuri pandang ke layar smartphone itu. Dia membuka semua akun sosial mediaku satu per satu rupanya. Syukurlah,syukurlah, untung saja aku tak pernah men-upload foto bersama Kai. Jika itu pernah kulakukan mungkin Valko bisa mengamuk saat ini.


"Kau akan bimbingan besok, ya. Kalau begitu statusmu harus diketahui semua orang!" ucap Valko. Dia nampak meng-upload sesuatu ke akun sosial mediaku.


Itu foto saat pernikahanku, saat aku dan Valko memakai pakaian warna putih. Valko menulis caption: 'Aku bersyukur bisa memiliki pasangan yang baik sepertimu @valko_varrel_wijaya. You are my beloved hubby 😍😚. Sejak bertemu denganmu hatiku hanya untukmu 😙😘.' Astaga, foto itu sudah terunggah.


"Nah, sekarang semua orang akan tahu statusmu, Tupai Kecilku!" Valko masih tetap menatapku dengan dingin. "Keterangan di profilmu juga harus diubah!"


"Kau tak boleh lagi men-follow akun Kai!" ucap Valko. Terlihat Valko melakukan unfollow pada akun Kai. "DM dari Kai juga harus dihapus!" Valko menghapus Oh, kau juga punya akun untuk butikmu ya? Valko membuka akun sosial media dari D'Briallen Boutique.


"Apa ini, Zeta? Kau diancam?" mata Valko melotot tajam. Dia nampak terkejut melihat pesan ancaman itu. "Apa ini? Aku hanya punya satu istri! Beraninya peneror ini mengaku-ngaku sebagai istriku!" Valko mencoba membuka akun @valko_real_wife. "Sial! Akunnya dikunci!" Valko menyerahkan smartphone baru itu padaku. "Mulai sekarang, jangan pernah menghubungi Kai lagi! Kau paham!" Valko mencengkeram daguku.


"I...ya...i...ya...." sahutku lirih sambil menggangguk-angguk.


"Sudah, kembali tidur! Saat tidur, jangan pernah menduakan aku dengan benda kotak itu! Paham!" ucap Valko ketus.


"Ehm...i...ya," sahutku lirih.


Astaga, Valko! 😣 Kau bahkan cemburu pada benda kotak bernama smartphone ini? Begini ya rasanya punya pasangan posesif dan pencemburu 😢. Bahkan, bersentuhan dengan hewan dan benda mati pun dianggap menduakan.

__ADS_1


Sudahlah, lebih baik aku segera tidur. Besok aku harus bangun pagi-pagi untuk bimbingan. Kuletakkan smartphone itu di atas meja dekat tempat tidur. Aku sengaja tidur membelakangi Valko. Jika dia terus melancarkan aksinya, bagaimana aku bisa bangun pagi! 😣


"Aku tak suka di belakangi!" Valko memelukku dari arah belakang. Leherku terkena serangan-serangan dari bibirnya. Jika terus begini bisa-bisa aku tak bisa bimbingan besok.


"Hubby!" panggilku sambil berbalik ke arah Valko. Kurasa memanggil Hubby lebih bagus daripada Cayang. Cayang terkesan lebay.


"Ayo, tidur! Besok aku harus bimbingan. Ayo sini!" kubuka dekapanku. "Sini kubelai!" ucapku sambil tersenyum.


"Ehm...." Valko pun menurut. Seperti biasa dia memelukku seperti memeluk guling. Belaian dan kecupan itu tak kulupakan. Valko, kalau kau tidur seperti ini kau terlihat ramah dan menenangkan. Kuharap besok aku bisa pergi bimbingan seorang diri.


TRING! TRING! TRING! Terdengar suara alaram dari smartphone-ku. Aku hendak membuka mataku sesegera mungkin. Tunggu, kenapa tubuhku terasa berat ya? Apa aku mengalami tindihan? Kubuka mataku secepatnya.


"VALKO!" teriakku terkejut.


Nampak Valko sudah rapi dengan setelan celana jeans serta kemeja kotak-kotak warna merah. Lengan kemeja yang panjang itu digulung hingga di atas siku. Otot di bahu Valko nampak terlihat jelas. Valko berbaring tertelungkup di atas tubuhku. Kepalanya disangga oleh kedua tangannya. Rambutnya yang panjang tergerai begitu saja. Valko memindahkan kaca mata hitam ke atas dahinya. Ehm...dia terlihat lebih muda sih, agak berbeda dari tampilan yang biasanya memakai jas. Sialnya, kenapa mataku tak bisa berhenti menatapnya. Sadar, Zeta! Sadar! Apa pun yang ingin dilakukan Valko, kau harus bimbingan hari ini!


"Ehm...Hubby...." panggilku. "Apa yang kau lakukan? Ini masih sangat pagi...."


"Aku akan menemanimu bimbingan, Tupai Kecilku Sayang!" Valko membelai daguku.


"Jangan khawatir, aku akan menghalau para pebinor dan peneror yang mungkin kau temui!" Valko membelai pipiku. "Aku akan memastikan takkan ada yang berani mengganggumu nanti!" Valko kembali membelai pipiku.


Kata-kata itu justru membuatku merinding 😨. Semoga saja aku tak bertemu lawan jenis selama bimbingan 😳.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2