Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 16 - Mengunjungi Teman....


__ADS_3

"Sudahlah, aku lelah bermain-main," ucap Valko. Kurasa dia naik ke ranjang. Tunggu, dia bilang bermain-main? Jadi, dia sengaja bertelanjang dada untuk menggodaku? AH! VALKO! Kau menyebalkan. "Hey, Tupai! Tupai!" panggil Valko. Tangannya menarik-narik tubuhku. Aku tetap tak menggubris dan tak berbalik menghadapnya. "Ayolah, aku sudah lelah dan mengantuk. Ayo, berbaliklah! Aku sudah memakai baju piyamaku. Ayolah, jangan cuek dan marah seperti ini. Aku tak bisa tidur jika tak kau belai..." celetuk Valko. Mengapa dia terdengar seperti memohon padaku ya? Hihihi, apa belaian itu senjata ampuh untuk menjinakkan Serigala ini? 😆


"TAK MAU!" aku berpura-pura marah. Aku ingin tahu reaksi Valko. "TAK ADA BELAIAN UNTUKMU MALAM INI!" teriakku sambil menghadap tembok.


"Ayolah, Tupai. Jangan begini," ia terus-menerus menarik-narik selimutku. Jika dia sudah lelah dan mengantuk, kurasa dia menjadi seperti anak kecil yang merajuk untuk dibelai ibunya agar bisa tertidur. Kubiarkan saja dia seperti ini semalaman. Sebagai hukuman agar tak menakut-nakutiku lagi. Tapi, tunggu, aku harus pergi ke suatu tempat besok. Aku harus meminta ijin pada Valko.


"Aku tak mau berbalik! Kau sudah menjahiliku malam ini!" aku mencoba menekannya.


"Hey, aku hanya bermain-main. Bukankah kau juga senang bisa menyentuh tubuhku?" sahut Valko. "Sudahlah, apa yang kau inginkan? Aku akan menurutinya."


"Tupai ini perlu pergi ke suatu tempat besok saat weekend. Kau harus mengijinkanku pergi!"


"Iya, iya, baiklah. Aku mengijinkanmu bahkan jika perlu aku akan mengantarmu. Tupai Kecilku yang Baik sekarang berbaliklah." jawab Valko. Hihihi, menyenangkan juga mempermainkannya.


"Ya, sudah, kemarilah," aku membalik badanku. Valko tak protes dan langsung memelukku. Kurasa dia sudah sangat mengantuk. Tanganku mulai membelai dahi dan tubuhnya seperti biasanya. Sesekali kukecup dahinya. Dia langsung tertidur pulas. Kurasa aku mulai mengantuk juga.


Saat kubuka mataku hari sudah pagi. Valkl masih saja tertidur pulas. Tubuhnya kupindahkan dengan hati-hati. Hari ini hari yang spesial. Aku segera mandi dan berdandan. Kupakai gaun panjang warna ungu lavender. Bandana berwarna ungu lavender menghiasi rambutku yang kukuncir satu. Khusus untuk hari ini aku sengaja memakai parfum beraroma lavender.


"Apa sudah pagi, Tupai?" terdengar suara Valko. Dia mengucek-kucek matanya.


"Selamat pagi, Tuan," aku tersenyum sambil menyambutnya.


"Manis...." ucap Valko itu begitu melihatku. Astaga, mengapa dia sampai seolah-olah tertegun seperti ini. Hihihi, lebih baik aku menggodanya.

__ADS_1


"Tuan, apa Tupai ini semanis itu?" bisikku ke telinganya.


"Siapa yang bilang kau manis? Aku bilang amis. Baumu amis, Tupai!" ejek Valko sambil menutup hidungnya.


"Ya, sudah jika aku amis. Jangan mendekatiku! Tuan tak perlu mengantarku pergi," balasku.


"Ehm...." dengus Valko. "Jangan harap kau bisa lepas dari pengawasanku!" ia segera bangkit lalu masuk ke kamar mandi. Aku segera turun ke dapur untuk mempersiapkan sarapan. Kurasa Papa belum bangun. "Kita mau pergi kemana, Tupai?" tanya Valko sambil memakan roti panggang yang sudah kusiapkan.


"Pergi mengunjungi temanku, Tuan. Hari ini hari spesialnya. Kuharap Tuan tak keberatan mengantarku ke sana. Ehm....kecuali jika Tuan lupa pada janji tadi malam...."


"Mulutmu semakin lihai dan berbisa, Tupai," Valko menghabiskan rotinya. "Ayo, berangkat!" ia memakai hoodie hitamnya. Valkp tampil berbeda hari ini. Dia memakai kaos putih dan celana jeans hitam. Rambutnya juga dikuncir kebelakang. Jujur, dia terlihat lebih muda dengan tampilan ini. "Ambil rute terjauh, May! Antar Tupai ini pergi menemui teman Tupainya!" perintah Valko saat kami masuk ke mobil. Dia lalu menyandarkan kepalanya di pangkuanku. HAH! Kurasa bulan madu yang dia maksud adalah tidur pulas sepanjang waktu.


"Nona, kemana kita pergi?" tanya Sekretaris May. Kutunjukkan koordinat tempat itu. "No...na, Anda yakin pergi ke sana sepagi ini?" Sekretaris May terkejut.


"Nona, apa yang ingin Anda beli? Biar saya yang membelinya," ucap Sekretaris May.


"Tolong belikan buket bunga lavender dan bunga mawar merah. Masing-masing ambil delapan batang," jawabku. Angka delapan bagiku terlihat seperti lambang infinity (tak terbatas). Jadi, aku suka angka itu. Tak berselang lama, Sekretaris May datang dengan buket bunga itu. Perjalanan kembali dilanjutkan, hingga tak terasa mobil berhenti di suatu tempat.


"Apa sudah sampai?" tanya Valko. Tumben dia bisa bangun tanpa harus kubangunkan.


"Sudah, Tuan," aku beranjak keluar dari mobil. Tak lupa buket bunga itu kubawa.


"PEMAKAMAN?!" teriak Valko. "Kau pergi sepagi ini untuk mengunjungi pemakaman?"

__ADS_1


"Iya, Tuan. Sahabat dekat Tupai ini berulang tahun hari ini. Dia adalah sahabat yang berarti bagi Tupai ini. Setiap hari ulang tahunnya, saya selalu mengunjungi makamnya dan berdoa untuknya, Tuan. Jika Tuan keberatan ikut masuk maka tunggulah di sini...."


"Hari ulang tahun?" Valko nampak tertegun. "Mengapa bisa sama dengannya?" ucap Valko lirih. Apa maksud ucapannya? Apa dia punya kenangan buruk?


"Tu...an...." panggilku.


"Aku akan mengantarmu masuk, Tupai. Kau ini Tupai yang penakut!" ejeknya sambil mulai berjalan.


Aku memimpinnya memasuki makam itu. Pemakaman ini masih sepi, nisan-nisan yang ditumbuhi rumput hijau tersusun rapi. Sinar mentari nampak menyinari salah satu nisan yang dikeramik warna ungu lavender. Inilah makam sahabatku. Dia pergi beberapa tahun lalu. Bunga lavender dan mawar merah adalah bunga kesukaannya. Angka delapan kuartikan sebagai simbol infinity yang artinya meski sudah berbeda alam tapi aku tetap mengganggapnya sebagai sahabatku yang tak terbatas waktu. Kuletakkan buket bunga itu di nisannya. Aku hendak menunduk untuk mengirim doa baginya.


"AAAA!!!!" terdengar teriakan. "BAGAIMANA BISA KAU DI SINI?" saat kubuka mataku, nampak Valko menangis histeris. Dia terus menyentuh nisan bertuliskan nama sahabatku.


Astaga, apa yang terjadi? Mengapa Valko menangis histeris saat melihat makam sahabatku? 😯


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2