Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 114 - Cerita....


__ADS_3

"Stt! Kau tak perlu menjelaskannya, Zeta. Jangan takut. Aku akan melindungimu. Kau tak perlu takut. Ayo pergi bersamaku...." ucap Kai sambil memegang tangan kananku. Kai menyentuhkan tangan kanan itu ke arah pipi kanannya. "Aku masih mencintaimu, Zeta. Hanya kau yang selalu ada di hatiku. Aku selalu memikirkanmu di setiap detik hidupku. Zeta, aku tahu kau terpaksa menjalani pernikahan ini. Aku tahu kau tersiksa selama ini. Karena itu...ayo, Zeta! Pergi bersamaku! Menikahlah denganku! Ceraikan hubunganmu dengan Valko!" ucap Kai. Kai hendak mencium tangan kananku. Tidak! Tidak! Ini salah! Entah mengapa hanya itu yang ada di dalam kepalaku.


"HENTIKAN KAI!!!" teriakku. Secara reflek kutarik tangan kananku. "STOP! HENTIKAN!!!" teriakku lagi. Aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku. "KUMOHON HENTIKAN SEMUA INI!"


"Kenapa Zeta? Kenapa?" tanya Kai.


"Ini salah, Kai! Ini salah!" ucapku.


"Salah?" ucap Kai sambil menatapku. "Zeta! Apa kau sudah jatuh cinta pada Valko?" tanya Kai.


"Aku...." ucapanku tertahan.


Aku merasa ini salah tapi mengapa aku tak yakin untuk berkata jika aku mencintai Valko. Tapi, aku tak ingin pergi bersama Kai. Karena hatiku berkata itu salah. Apalagi Kai berkata untuk menceraikan hubunganku dan Valko.


"Ternyata kau ada di sini, Sayangku," terdengar suara yang sangat familiar.


"Va...val...ko....." ucapku terbata-bata.

__ADS_1


Nampak Valko datang seorang diri kemari. Astaga! Apa yang akan terjadi. Tidak! Jangan sampai Valko baku hantam dengan Kai.


"Valko, aku bisa menjelaskannya...."


"Terima kasih, Tuan Putrakusuma," ucap Valko dengan tenang.


"Te...te...ri...ma...ka...sih...." ucapku tertegun. Apa aku tak salah dengar? Valko mengucapkan terima kasih pada Kai? Bahkan dengan wajah yang sangat tenang.


"Valko! Kau...." ucap Kai dengan nada meninggi.


"Aku kemari untuk mengucapkan terima kasih padamu karena sudah menolong dan menjaga istriku," ucap Valko sambil merangkul leherku. "Jangan khawatir, aku pasti akan memberikan ganti atas bantuanmu, Tuan Putrakusuma. Zeta adalah istriku yang berharga. Seperti apa pun masa lalunya dia sudah menjadi milikku seutuhnya. Bukankah pernikahan adalah ikatan tertinggi dalam sebuah hubungan?" ucap Valko sambil menatap ke arah Kai. "Masa lalu hanyalah masa lalu. Jika pun masa lalu datang kembali, tentu ikatan pernikahanlah yang lebih kuat!" Valko menatap ke arahku.


"Ehm...tidak, Valko. Aku tak marah padamu. Sungguh!" jawabku.


"Kalau begitu jawab aku. Dalam cerita di film yang direkomendasikan oleh Tyo, siapa yang lebih kuat di mata masyarakat?" tanya Valko.


"Ehm...tentu saja. Ehm...suami dari wanita itu...." sahutku lirih. Valko, kau sengaja ya menyindir Kai secara tidak langsung. Kau ingin bilang kan jika posisimu lebih kuat daripada Kai karena kau sudah menikah secara resmi denganku.

__ADS_1


"Ya, itu benar, Zeta. Ayo, nanti kita menonton film itu. Bukankah seorang pria seperti itu memalukan? Apa ya sebutannya? Oh ya, pebinor. Bukankah hal seperti itu bisa mempermalukan nama keluarga, ya? Benarkan, Zeta?" tanya Valko sambil menatap ke arahku lagi.


"Ehm...i...ya, Valko...." sahutku. Valko, jika seperti ini nampaknya lidahmu lebih mematikan daripada tanganmu.


"Ayo, Zeta. Kita kembali ke acara itu. Jangan khawatir, aku takkan membiarkanmu pergi jauh dariku kali ini. Sekali lagi kuucapkan terima kasih kepadamu, Tuan Putrakusuma," ucap Valko.


"Ehm...." sahut Kai. "Senang bisa membantu Anda, Tuan Valko," sahut Kai sambil mengepalkan tangannya.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Valko dan Zeta bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2