Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 66 - Ke Kantor....


__ADS_3

CTAR! DUAR! DUAR! Terdengar bunyi petir saling bersautan. Maklumlah, ini baru musim hujan. Di luar dari suaranya nampaknya sedang hujan deras disertai angin kencang. Aku terbangun dari tidur setelah telingaku menangkap bunyi petir itu.


Ternyata aku masih ada di dalam selimut, ada di dekapan Valko. Lucu ya, tadi berdebat, sekarang sudah tidur bersama satu ranjang dan di bawah selimut yang sama pula. Aku sebenarnya masih marah tapi aku tak suka jika berkonflik terlalu lama. Hanya membuang waktu dan emosi.


Aku ada di dekapan Valko saat ini. Kepalaku menyandar di dadanya. Cuaca baru dingin di luar sana, memang paling enak pelukan di dalam selimut. Ehm...kok aku ingin meluk tubuh Valko langsung, ya? Nggak suka aja gitu, kalo terhalang sama pakaian piyamanya. Kayaknya bakal lebih hangat kali ya, kalo meluk badannya langsung.


Dia sudah tidur, kan? Kepalaku mendongak ke atas, nampak mata Valko sudah tertidur dengan tenang. Kok aku aku deg-degan, sih? Padahal kan ini bukan pertama kalinya aku tidur dengannya. Ah, aku kan cuma pengen bobok sambil memeluk badan Valko langsung.


Kubuka kancing piyama di badan Valko dengan perlahan. Sesekali, aku mendongak ke arah wajahnya. Jangan sampai Valko bangun, bisa malu aku kalo ketahuan agresif kayak gini! Akhirnya dada bidang dan roti sobek itu terlihat juga. Aku langsung memeluknya, ehm....rasanya lebih hangat.


"Ada yang bangun rupanya....." terdengar suara.


Aku mendongak ke arah atas. Gawat! 😨 Valko terbangun.


"Va...val...ko....." ucapku terbata-bata.


Valko langsung mencengkeram daguku. Bibirku diserang dengan ganas. Yah, pasti akhirnya seperti ini, aku terbuai dan tak melawan. Dalam sekejap halangan diantara diriku dan dirinya disingkirkan begitu saja. Mini dress bukan halangan yang berarti bagi Valko.


"Ini akibatnya jika kau membangunkanku, Taeyang," bisik Valko di telingaku.


Dalam sekejap Valko melakukan aksinya begitu saja. Fix, malam ini waktu tidurku berkurang lagi. Tapi, aku senang karena bisa memeluk Valko dengan erat di malam yang dingin seperti saat ini.


"Taeyang, Taeyang, ayo bangun!" kecupan lembut terus terasa di dahiku.


"Lima menit lagi!" aku tetap menyembunyikan diriku di bawah selimut.


Mataku masih mengantuk, enggan untuk terbuka. Sial! Korden jendela sudah dibuka, cahaya matahari masuk melalui jendela.


"Tutup lagi, jendelanya!" protesku sambil kembali masuk ke dalam selimut.

__ADS_1


"Yang, ayo bangun!" Valko menarik-narik selimutku. "Ayo, bangun, Yang, Taeyang!" panggil Valko kembali.


"Ehm...." aku berbaring membelakangi Valko. "Aku nggak ada jadwal bimbingan atau acara hari ini!" ucapku sambil menarik selimut untuk menutupi wajahku.


"Kau memang tak ada acara, tapi aku harus pergi ke kantor! Ayo, cepat bangun!" perintah Valko.


"Kau punya banyak pembantu, suruh mereka menyiapkan sarapan untukmu pagi ini! Badanku sakit akibat ulahmu semalam! Biarkan aku istirahat!" protesku lagi.


"Ulahku? Kau memprovokasi duluan, Zeta! Cepat, bangun! Bangun!" Valko menarik-narik selimutku lagi.


"Kau pergi saja ke kantor! Iya, aku sudah tahu jika kau pergi, Valko! Tak usah menunggu sampai aku ba...EH!" Valko tiba-tiba menggendong tubuhku.


"Kau jadi susah bangun tiap kali kita bermain," celetuk Valko.


Ternyata, Valko sudah memakai jas warna abu-abu gelap. Aroma minyak wangi tercium dari tubuhnya. Duh, dia udah rapi, aku jadi canggung. Benar juga sih ucapannya, tiap kali habis bermain, aku jadi susah bangun pagi.


"Turunkan aku! Aku bisa mandi sendiri!"


"Aku bisa melepas selimutku sendiri!" teriakku. "Sana...pergi...." ucapku lirih.


"Ck! Kau masih malu-malu padahal aku sudah pernah melihat setiap inchi tubuhmu lebih dari satu kali. Tak usah malu, Taeyang. Aku tahu kau selalu menikmati setiap kali kita bermain, kan?" bisik Valko di telingaku.


Aku jadi geli ketika mendengarnya. Valko menarik selimut yang menutupi tubuhku. Dasar Menyebalkan!😣 Valko lalu menyalakan keran sehingga air mungucur deras.


"Cepat mandi!" Valko menyandar dengan santai di dinding. Kedua tangannya menyilang di dada.


"Katanya kau mau pergi ke kantor...." ucapku lirih sambil menuangkan sabun ke dalam air.


"Aku akan membawamu juga. Apa kau lupa jika aku pernah bilang jika kau bantal tidurku?" Valko mendekat ke arahku. "Aku ingin tidur siang yang nyaman saat di kantor, lagi pula kau juga tak melakukan apa pun saat di rumah....."

__ADS_1


"Aku harus mengerjakan skripsi!" sahutku spontan.


"Kau bisa mengerjakannya di kantorku, Taeyang-ku Tercinta!" Valko menatapku tajam sambil memegang daguku. "Sudah, cepat selesaikan mandimu!" perintah Valko. Sudahlah, turuti saja apa kemauan Valko.


"Semua sudah disiapkan, Tuan!" ucap Sekretatis May begitu aku dan Valko masuk ke dalam mobil.


"Cepat berangkat! Pilih jalan paling mulus! Jangan sampai aku terbangun!" perintah Valko.


Mobil ini mulai berjalan. Di depan dan belakang ada mobil pengiring berisi pengawal Valko. Valko langsung menyandarkan kepalanya di pangkuanku. Dia benar-benar hobi tidur, bahkan ketika mau berangkat ke kantor pun tetap menyempatkan tidur.


Aku benar-benar harus menyesuaikan diri. Valko benar-benar menempel dengan parah. Saat aku mandi, dia terus mengawasiku. Saat aku hendak berpakaian pun, dia tetap saja mengawasiku seperti seekor elang mengawasi mangsanya. Aku juga tak boleh tinggal di rumah tapi harus ikut ke kantor. Dia benar-benar tak ingin melepaskanku sedetik pun. Kurasa dia tak ingin kehilangan kenyamanan saat beristirahat. Valko, kau itu posesif sekali, tahu! 😣 Sampai membuatku merasa gila! 😢


Mobil ini terus melaju. Sepanjang perjalanan Valko benar-benar tertidur. Tanganku terus membelai kepalanya.


"WOW!" aku tertegun melihat pemandangan di kaca jendela.


Nampak ada papan billboard di pinggir jalan dengan tulisan 'Selamat Datang di Kantor Pusat Valko Infinity Ava Company (VIAC)'. Ini perusahaan milik Valko? Bahkan, namanya dengan namanya sendiri? 😮


Mataku semakin terperangah ketika melihat gedung-gedung kaca bertingkat. Mungkin tingkatnya lebih dari 20 lantai. Gedung-gedung itu terintegrasi dengan sebuah kompleks pertokoan yang bahkan bisa dibilang komplek mall yang ramai.


"Kita sudah sampai di kantor, Nona!" ucap Sekretaris May.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2