Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 72 - Balasan


__ADS_3

Peneror itu tak suka, ya, jika aku dekat dengan Valko. Berarti dia sangat benci jika aku sedang berduaan dengan Valko. Peneror ini pasti menyukai Valko. Valko pasti menghuni hatinya. Kalau begitu rasakan pembalasanku ini! 😆


"Hubby!" kudekati Valko. Dia kupeluk erat sekali.


"Ada apa, Zeta?" tanya Valko. Dia nampak bingung.


Ih, padahal aku menginginkan balasan romantis dari Valko. Sudahlah, lanjut saja ke tahap selanjutnya. Kucium pipi kanan Valko. Hihihi, peneror itu pasti wanita jika dia melihat ini pasti hatinya berasa tertusuk ribuan duri.


"Taeyang hanya ingin memelukmu saja," ucapku manja sambil terus memeluk Valko semakin erat. Lihat ini, duhai peneror! 😆 Kau pikir aku akan takut pada ancamanmu! 😂


"Nampaknya ini kode jika kau ingin bermain di ranjang lagi malam ini," sahut Valko.


Astaga! Valko, kau benar-benar sudah ketagihannya melakukan hal itu denganku ya. Sudahlah, pikirkan hal itu nanti. Sekarang yang terpenting adalah membuat panas hati peneror itu. Jika hatinya panas, pasti dia tak bisa lagi menahan diri untuk keluar dari persembunyiannya.


"Aku tak tahu jika kau bisa membaca pikiranku secepat itu!" aku bergelayut manja pada Valko. "Kau suka ya bermain di ranjang bersamaku!" ucapku. Kuberi penekanan saat mengucap kata 'ranjang'. Hati peneror itu pasti semakin panas sekarang.


Kulihat ke segala arah, tak ada gerak-gerik yang mencurigakan. Ih, dia tahan banting juga, kurasa rasa murka di hati peneror itu belum meluap-luap. Bagaimana jika dengan trik yang ini! 😆 Kutatap wajah Valko.


"Hubby, bisakah kau melihat ke arah sini?" panggilku dengan manja.


"Ada ap..." saat Valko menjawab aku langsung berjinjit agar wajahku dapat meraih wajah Valko. Jika kulakukan trik ini takkan ada yang curiga atau protes termasuk Valko. Bibir Valko yang dingi itu kucium begitu saja. Jujur, aku masih deg-degan saat melakukan ini, tapi aku tak peduli.


"Ze...ta...." ucap Valko setelah aku selesai melakukan trikku. Tatapan orang-orang yang sedang mengantri di kasir fokus ke arahku dan Valko. Aku mencoba masa bodoh dengan tatapan itu.


"May!" teriak Valko. "Urus belanjaan ini!" Valko pergi begitu saja sambi membekap mulutnya. Muka Valko nampak memerah. Ih, padahal dia tak tahu malu saat melakukan hal itu padaku! 😕 Ketika aku yang melakukannya dia malah malu-malu kucing.


"Val...ko...." teriakku. Valko berjalan cepat sekali menuju pintu keluar.

__ADS_1


KLONTANG!!! Terdengar suara memecah keheningan. Ada seseorang dengan hoodie warna hitam yang entah bagaimana bisa menubruk tempat sampah yang ada di dekat pintu keluar. Wajah orang itu tak terlihat karena tertutup masker warna hijau serta kacamata hitam.


Apa dia peneror itu? Aku harus mengikutinya, kulanglahkan kakiku untuk mengikuti orang misterius itu. Kakiku sudah sampai di pintu kaca otomatis di swalayan ini. Diriku sudah melewati pintu kaca itu. Orang misterius itu nampak berjalan tanpa rasa takut. Jaraknya dengan diriku sudah cukup jauh. Kakiku melangkah perlahan-lahan agar tak dicurigai. Setidaknya aku harus tahu seperti apa wakah orang ini.


Gawat! Dia berbalik ke arah sini! Aku segera bersembunyi di balik tiang bundar penyangga mall ini. Ih, kok hidupku jadi drama banget, sih! 😧 Udah nikahnya dijodohin, ada yang neror lagi. Saat kuintip peneror itu nampak menoleh ke segala arah sebentar. Dia mulai berjalan kembali. Aku harus mengikutinya.


"AH!" teriakku kaget. Tiba-tiba saja ada tangan menyentuh pundakku. Apa peneror itu memiliki teman? 😨


"Nona!" terdengar suara seorang pria. Kutatap ke arah belakang. "Maaf, Nona. Tuan Valko sudah menunggu di dalam mobil," ucap pria itu.


Astaga, ternyata orang ini adalah pengawal Valko. Itu terlihat dari seragam serba hitam dan kacamata hitam yang dipakainya. Ih, dia mengagetkanku saja.


Tunggu, bagaimana dengan orang misterius tadi? 😦 Segera kuarahkan pandangan ku ke segala arah. Sial! Jejaknya sudah hilang seperti tak berbekas.


"Ayo, kembali!" ucapku sambil melangkah mengikuti pengawal itu.


"Sudah sampai, Nona!" terdengar suara pengawal itu.


Aku segera masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan lobi mall ini. Saat aku masuk, nampak Valko duduk di kursi pojokan baris kedua. Dia membuang muka saat melihatku. Tangannya terus membekap mulutnya. Ih, sok malu-malu kucing, padahal sebenarnya mau tapi malu! 😕


Pintu mobil tertutup dari arah luar, mobil mulai berjalan. Valko masih diam saja di pojokan kursi. Ih, sok-sokan malu, padahal kau sering menyerangku tiba-tiba saat di depan umum Valko. Kenapa tak kuganggu saja ya, hihihi! 😆 Valko, jika kau sedang seperti ini rasanya aku ingin jahil padamu.


"Hubby!" aku langsung memeluk Valko dengan manja.


"Jangan lakukan di depan umum...." celetuk Valko. "Aku malu, tahu!" ucapnya lagi lirih. Ck! Dia tenyata masih punya malu, ya? 😂 Padahal dia lebih sering membuatku merasa malu terutama saat foto di kebun teh waktu itu.


Jika menjahilinya saat ini kurasa menyenangkan. Hihihi! 😆 Kebetulan mobil sedang berhenti di lampu merah. Kebetulan juga mobil ini ada di dekat tepi jalan.

__ADS_1


"Baiklah, Hubby, jika kau suka kusentuh...." ucapku dengan nada memelas. "Sebaiknya, aku pulang ke rumah orang tuaku!" tanganku sudah membuka pintu mobil.


"Hey, apa yang kau lakukan?" Valko langsung menarikku ke dalam pelukannya.


"Kau tak suka kusentuh! Kenapa kau menghalangiku pulang?" aku berusaha melepaskan pelukan Valko.


"Bukan berarti aku tak suka kau sentuh, tapi jangan cium aku di depan umum, Taeyang. Aku...ehm...malu...." sahut Valko lirih.


"Kau malu punya istri sepertiku? Baiklah, aku pulang saja!" aku ingin tahu apa reaksi Valko selanjutnya.


"Bukan begitu, aku benar-benar menyayangimu, Taeyang. Aku hanya malu jika kau menciumku di depan umum. Apalagi...semua orang di sana tadi pasti mengenaliku..." ucap Valko. Hahaha, rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Valko yang suka agresif kepadaku ternyata bisa malu juga jika aku nekat menyerangnya 😂. "Kau boleh mencium tapi jangan di depan umum...." ucap Valko. Ih, nggak seru kalo marah palsuku hanya sampai di sini saja.


"Itu berarti kau malu mengakuiku sebagai istrimu...." ucapku sambil menjauh dari Valko. Aku bersandar di jendela pojokan mobil satu lagi.


"Ck! Baiklah, jika kau belum puas!" ucap Valko dengan nada meninggi.


"Eh!" teriakku spontan.


Valko, apa yang kau lakukan? 😨 Valko tiba-tiba mencium wajahku dengan ganas. Bahkan leherku pun tak luput dari sasarannya. Astaga, Valko, ada Sekretaris May dan Pak Sopir di depan sana. Aku takkan memprovokasimu lagi lain kali. Tunggu, ini saat yang tepat untuk menceritakan peneror misterius itu! 😐


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2