Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 97 - Makna....


__ADS_3

"Wow! Zeta, tenanglah! Turunkan amarahmu..." ucap Valko.


"Aku tak suka kau memberi hadiah untuk wanita lain, Valko! Hanya aku dan aku! Yang boleh jadi wanitamu! Kau hanya boleh jadi milikku!" ucapku kencang sambil menunjuk ke arah Valko.


"Tuan, ini pesanan Anda," pegawai itu datang lagi.


"Huh!" aku langsung membuang muka sambil menyilanglan kedua tangan di dada. Valko, aku tak suka hal yang kau lakukan.


"Hahaha!" Valko tertawa terbahak-bahak. "Hahaha...aku suka jika istriku cemburu. Betapa lucunya tingkahmu, Zeta. Padahal hadiah itu untuk hadiah pernikahan Tyo, sahabat dekatku. Aku memberikan hadiah memang untuk wanita tapi sebagai hadiah pernikahan Tyo, sahabatku. Begini ya jika kau sedang sangat posesif, hahaha!" celetuk Valko.


Astaga! Jadi, aku disuruh memilih kalung untuk hadiah pernikahan sahabatnya Valko? Ih, aku jadi malu sudah marah-marah nggak jelas 😔.


"Kau masih marah?" ucap Valko sambil menatapku. "Padahal pesanan ini kupesan khusus untukmu. Ya sudah, jika kau masih marah...aku pulang saja ah! Nanti kau pulang sendiri bersama para pengawal wanita, ya, Zeta. Kusimpan pesanannya sampai amarahmu reda...aku mau pulang. Akan kupanggil pengawal wanita...." Valko sudah mendekatkan smartwatch ke arah mulutnya.


"Hubby...." panggilku. "Jangan pulang...." ucapku lirih. "Aku ehm...sudah tak marah kok...."


"Hahaha!" Valko tertawa lagi. "Kau memang lucu, Zeta! Hahaha! Marahmu lucu sekali...." ucap Valko. Dia tertawa cukup lama. "Sudahlah, kemarilah! Aku ingin memberikan sesuatu padamu...." ucap Valko. Aku pun mendekat ke arahnya. "Buka kotaknya!" perintah Valko.


Pegawai itu membuka kotak berhuasan berwarna merah itu. Saat dibuka nampak sebuah kalung. Kalung itu kurasa terbuat dari emas putih. Liontin kalung itu bentuknya unik. Bentuknya seperti huruf Z yang miring 270 derajat sehingga jika dilihat sekilas seperti coretan huruf V. Liontin itu dihiasi batu berwarna pink dan abu-abu cerah. Wujudnya nampak indah sekali. Valko mengambil kalung itu.

__ADS_1


"Biar kupakaikan ke lehermu, Zeta!" ucap Valko. Dia memakaikan kalung itu di leherku. Pegawai toko perhiasan ini meletakkan sebuah cermin di depanku. Kulihat kalung itu menempel di leherku. Ah! Valko, aku suka hadiahmu! 😍.


"Bagaimana kau suka?" tanya Valko.


"Suka...." ucapku sambil tersenyum ke arah Valko.


"Aku sendiri yang mendesain liontin kalung itu. Jika dilihat seperti perpaduan antara huruf Z dan V. Itu dari nama kita Zeta dan Valko. Meski dua hal yang berbeda tapi telah terikat menjadi satu. Aku ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk menebus kesalahanku di masa lalu. Waktu kita menikah, aku tak memberikanmu cincin pernikahan yang spesial. Aku hanya asal menyuruh May membeli cincin berlian yang bentuknya pasaran," ucap Valko. Astaga, Valko! Kau melakukan ini untuk itu? Ah! Kenapa aku hatiku jadi terasa melayang, ya 😍. "Kau tadi ingin yang mana, Zeta?" Valko langsung melihat ke arah etalase.


"Yang...i...ni...." kutunjuk kalung yang kuinginkan.


"Aku ingin membeli yang ini untuk istriku. Buatkan juga cincin dan anting yang sesuai dengan desain dari kalung mutiara ini," ucap Valko sambil menunjuk ke arah kalung itu.


"Kenapa kau anggap itu hadiah yang cocok untuk Tyo?" tanya Valko.


"Hubby, kau pernah dengar ungkapan merpati tak pernah ingkar janji? Burung merpati itu tak pernah mendua hati. Dia cuma punya satu pasangan seumur hidupnya," sahutku.


"Kalo begitu, jangan pilih ini!" ucap Valko.


"Kenapa?" kutatap Valko.

__ADS_1


"Maknanya terlalu bagus. Lebih baik kubeli untuk kita pakai, Zeta. Untuk Tyo lebih baik kuhadiahkan helikopter sajalah!" celetuk Valko. Astaga, Valko! Jiwa missqueen-ku meronta mendengar hadiahmu untuk Tyo. "Bungkus juga yang ini!" ucap Valko pada pegawai itu.


Valko mengeluarkan dompet untuk membayar perhiasan itu. Astaga! 😮. Kartu di dompetnya banyak sekali. Dompetnya juga dari brand terkenal yang harganya mungkin jutaan. Pegawai itu menggesek kartu yang diberikan Valko. "Ayo, Zeta!" Valko menggandengku keluar. "Biarkan May dan pengawal yang mengurus sisanya."


"Setelah ini kita mau kemana?" tanyaku penasaran.


"Belanja! Aku ingin mempersiapkan suatu acara yang penting!" sahut Valko.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Valko dan Zeta bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2