Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 74 - Bicara....


__ADS_3

KRUK!!! Terdengar suara perut yang cukup nyaring. Itu suara perut Valko. Hahahaha! 😂 Perutnya bisa juga ya berbunyi seperti itu. Aku berusaha menahan tawaku sekuat tenaga. Ini bukan saat yang tepat untuk tertawa Zeta! Tapi...


"Pfft!!!" aku tak bisa menahan tawaku lagi. Valko, kenapa sih sih daritadi harus pake malu-malu kucing? 😂 Padahal mau tapi malu. Mulutmu berkata tak ingin makan tapi, perutmu berkata lain. "Hahaha!" aku tak bisa menahan tawaku.


"Apa yang kau tertawakan!" teriak Valko. KRUK!!! Suara nyaring perut itu kembali terdengar.


"Hahaha!" tawaku tak bisa lagi kutahan. Ucapan dan perut tak sinkron! 😂 Mulutnya malu-malu tapi perutnya sebenarnya mau. "AAA! Valko! Hentikan! Geli-geli!" teriakku kencang. Valko menggelitiki pinggangku. Aku jadi menggeliat-geliat di dalam bak mandi. "Hentikan! Geli! Geli!" teriakku lagi. Valko tetap tak berhenti menggelitiki tubuhku.


"Hukuman karena berani menertawakan suamimu!" teriak Valko. KRUK!!!! Suara perut nyaring perut itu kembali terdengar. Tangan Valko berhenti menggelitikiku. "Sudahlah!" ucapnya ketus.


"Hahaha!" aku tak bisa menahan tawaku. DUAK!!! Kepalaku tiba-tiba saja membentur tepian bak mandi.


"Aduh! Sakit!" teriakku sambil memegangi kepalaku. Kepalaku terbentur tepian bak mandi. Valko tiba-tiba saja keluar dari dalam bak mandi. Otomatis sandaran tubuhku hilang sehingga kepalaku terbentur ke tepian bak mandi.


"Ck! Ck! Ck! Kasihan, kepala Taeyang terbentur!" ejek Valko. Dia bersandar di tepian luar bak mandi. Menyebalkan, dia pasti sengaja membuat kepalaku terbentur. Tangan Valko masuk kembali ke dalam bak mandi.


"Eh!" air di dalam bak mandi mulai menyusut. "Apa yang kau lakukan?" ucapku panik.


"Bukanlah kau sendiri yang ingin menyudahi berendam? Aku hanya melakukan perintahmu, Sayang!" Valko membelai daguku. Matanya berkilau licik. Ck! Ini bukan yang pertama kalinya, aku mandi bersama Valko tapi tetap saja aku masih merasa geli jika dia melihatku dalam keadaan seperti ini.


"VAL...KO...." ucapku terbata-bata saat Valko kembali masuk ke dalam bak mandi. Dia tepat ada di depanku sekarang. Kupejamkan mataku.


Duh, jika seperti ini bisa-bisa belum di ranjang sudah ada pertempuran dong! Kurasakan embusan napas Valko tepat berada di wajahku. Berarti dia sangat dekat denganku.


"Ck! Dasar lebay!" ucap Valko. Embusan napasnya mulai terasa menjauh. Kubuka mataku kembali. "Kau pernah melihatku seperti ini lebih dari satu kali, Zeta!" Valko menyentil kepalaku. "Hentikan sifat lebaymu itu mulai sekarang!" Valko berjalan menjauh dari bathtub.


Diriku, kau ini kenapa sih? Padahal kau sudah pernah melakukan pertempuran di bawah selimut dengan Valko, tapi saat melihatnya dalam keadaan seperti saat ini kau justru geli. Dasar aneh!


"Apa yang kau tunggu?" ucap Valko. "Kenapa tak segera keluar? Oh, kau ingin aku membantumu untuk berpakaian, Zeta?" Valko menatapku sambil tersenyum licik.


"Tidak!" teriakku sambil bergegas mengambil baju handuk. Jika Valko membantuku berpakauan bisa-bisa aku tak bisa keluar untuk makan malam! 😨


***


Uap panas terasa dari atas panci. Tanganku terus mengaduk-aduk masakan di dalam panci itu. Kuah berwarna kuning nampak menggugah selera. Kucicipi sesikit rasa masakan itu dengan sendok kecil. Kurasa masih kurang sedikit garam lagi. Kuambil toples kecil berisi garam lalu kutaburkan ke dalam panci. Mungkin ini pertama kalinya, aku memasak saat berada di rumah Valko. Rasanya waktu berlalu cepat sekali, seakan baru kemarin aku jadi mahasiswa baru eh sekarang sudah menikah dan tinggal terpisah dari orang tua. Tanganku mengaduk-aduk masakan itu lagi.

__ADS_1


"Taeyang...." terdengar suara dari arah belakang. "Apa sudah matang?" pertanyaan itu terlontar kembali.


"Belum, sebentar lagi, Valko," sahutku.


"Cepatlah!" keluh Valko. Dia duduk di salah satu kursi makan di dapur bernuansa abu-abu ini. Tubuhnya sudah terbalut piyama warna biru muda. Aku tak mengerti apa motivasinya untuk membawa guling ke dalam dapur seperti saat ini. Dia memeluk guling itu dengan erat sambil sesekali menatap ke arahku. "Cepatlah! Apa kau tidak bisa membuatnya matang lebih cepat?" keluh Valko.


"Sebentar lagi, Hubby," sahutku. "Apa kau sudah sangat lapar? Jika iya, lebih baik makanlah terlebih dahulu makan malam yang sudah dibuat oleh para koki. Masakanku ini jangan dijadikan menu utama."


"Bukan itu! Kau tak tahu betapa sulitnya menahan diri untuk tidak memelukmu, tahu!" celetuk Valko. Aku tertegun, jadi dia membawa guling kemari sebagai penahan diri agar tidak memelukku? 😮. "Kau terlihat lebih manis saat memasak, Zeta. Kau terlihat seperti mamaku....saat kau memasak aku selalu ingin memelukmu dari arah belakang. Ehm...tapi...aku tak ingin kau terluka lagi...." ucap Valko lirih.


Valko, kau sedang menggombaliku ya? Kenapa ya aku merasa baper (bawa perasaan) dengan ucapan Valko. Dia memujiku terlihat lebih cantik saat memasak.


"Sebentar lagi," aku menjauh dari kompor lalu mendekat ke arah Valko duduk. "Kuah cream soup sudah jadi. Tinggal memasukkan crab stick, bakso dan sosis...eh!" Valko tiba-tiba menarik tangan kananku. Valko menarikku ke dalam pangkuannya.


"Koki!" teriak Valko. "Selesai masakan itu!" teriak Valko. Seorang koki yang sedari tadi menunggu di luar dapur masuk kembali ke dalam.


"Baik, Tuan," sahutnya. Dia segera mendekat ke arah kompor, tempat dimana masakanku hampir matang.


"Valko!" ucapku spontan.


"Aku tak bisa menahan diriku untuk tidak memelukmu, Zeta!" Valko menggesek-gesekkan pipi kirinya ke pipi kananku. "Dirimu seperti ada magnetnya, tahu! Aku jadi ingin menempel terus-menerus!" ucap Valko.


Tubuhku dipeluk semakin erat. Valko, kau sedang jadi bucin, ya? Ehm...kok aku jadi baper ya! 😍 Tunggu, nampaknya Valko sedang tak lelah. Ini saat yang tepat untuk membahas teror yang kualami.


"Hubby," panggilku. "Apa kau ehm...sedang lelah?" tanyaku untuk memastikan.


"Lelah?" Valko tertegun, dia menatap ke arahku. "Kau ingin bicara sesuatu? tanyanya. Aku pun menggangguk. "Katakan saja, Taeyang-ku. Tak perlu ragu! Aku akan mendengarkan...ehm...kau ingin minta jatah bulananmu naik?" tanya Valko. Valko, kenapa sih, kau justru berpikir hal itu? 😦


"Bukan...."


"Kau ingin membeli tas?" tanya Valko.


"Bukan...." sahutku.


"Kau ingin membeli perhiasan?" tanya Valko lagi.

__ADS_1


"Bukan...." sahutku lagi.


"Kau ingin memiliki anak lebih cepat?" ucap Valko. Valko, kenapa kau jadi berpikir hal itu sih? 😦


"Bukan...." sahutku lagi. "Ada yang menerorku!" ucapku dengan nada meninggi.


"HAH? Kapan? Dimana?" Valko mulai terlihat panik. "Apa kau terluka?" Valko semakin panik. "Kau terluka secara psikis, ya? Ayo, kita segera pergi ke rumah sakit!" Valko nampak panik. Ini reaksi yang tak kuduga. Dia justru memggendongku.


"May! Siapkan mobil!" teriak Valko saat sampai di ruang tamu rumah ini.


"Hentikan, Valko!" ucapku. Valko menghentikan langkahnya. "Aku tak takut, Hubby. Aku baik-baik saja. Ehm...bisakah kau menurunkanku? Aku ingin berbicara soal masalah ini." Valko menurunkan tubuhku.


"Bicaralah, Zeta!" Valko duduk di sofa ruang tamu ini.


Lainkali, aku harus lebih berhati-hati dalam memilih ucapan untuk membahas hal penting. Sifat Valko yang terlalu berlebihan hampir membuatku benar-benar dibawa ke rumah sakit.


"Jadi...." aku harus mulai cerita darimana ya 😟.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


________________________________________


Novel ini bukan novel yang update setiap hari


Update novel paling lambat akan dilakukan setiap hari Sabtu


Tapi, jika author ada waktu luang lebih, author akan berusaha untuk update selain hari Sabtu 😊

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2