Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 6 - Seekor Tupai....


__ADS_3

"Apa kau masih memiliki kekasih di belakangku?" tanyanya dingin. Apa yang harus kulakukan sekarang?


"Ehm..." aku berpikir sejenak. Gawat! Aku harus menjawab apa? Suatu ide terlintas di pikiranku.


"Tuan, dia adalah saudara jauh saya. Dia suka iseng mengganti nama kontaknya dan memasang wallpaper dengan motif hati. Dia masih kerabat jauh saya, Tuan. Saya memanggilnya Kakak. Namanya Kak Kai...." aku berkata setengah jujur dan setengah bohong. Ehm...Kai bisa dibilang masih keluarga jauhku. Kakek buyut kami merupakan saudara kandung. Kebohonganku ada pada hal-hal iseng itu, bukan Kai yang melakukannya tapi aku. Dia memang kupanggil dengan sebutan Kakak.


"Oh ya?" Valko nampak tak percaya.


"Jika Tuan tak percaya Anda bisa mengangkat teleponnya...." jujur saja aku sedikit gugup. Kuharap Kai tidak memanggilku dengan sebutan mesra saat ini.


"HALO!" teriak Valko. Dia mengangkat telepon itu.


"Halo, Adek. Bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja kan?" terdengar suara Kai. Aku sedang tidak baik-baik saja Kai. "Halo, Adek. Ini Kakak, apa kau di sana? Halo, Adek? Mengapa Kakak tak mendengar suaramu?" suara Kai terdengar kembali. TUT! Valko mematikan telepon itu.


"Ganti wallpaper dan nama kontaknya! Jika sampai aku melihat kau menyimpan kontak orang lain dengan nama aneh seperti ini. Akan kupastikan HP-mu hancur tak bersisa!" ancam Valko. Hiks, wajah murkanya sangat mengerikan. Ia melempar smartphone itu ke tanganku.


"I...i...ya, Tu...an...." kutangkap smartphone itu. KRUK!!! Sial! Perutku berbunyi keras sekali. Hiks, tapi aku memang lapar. Valko tak memberiku waktu untuk sarapan. Ini sudah menjelang siang.


"Kau lapar, Tupai?" tanya Valko. Aku menggangguk-angguk. "Kalau begitu aku akan memberimu makan, Tupai Jelek!" ucapnya. Aku hendak bangkit untuk lepas dari pangkuannya.


"Bibi Ann!" teriak Valko keras sekali di belakang telingaku.


"Iya, Tuan," sahut Bibi Ann.


"Bawakan makan siang untukku dan Tupai Jelek ini," perintahnya. Bibi pelayan itu hanya menggangguk. Tak lama kemudian datanglah beberapa pelayan yang membawa beberapa piring makanan tertutup tudung saji. Saat tudung saji itu dibuka. Hiks, makanan apa ini? Aku tak mengenalinya satu pun. Kurasa semuanya makanan western. Aku tidak suka, lidahku ini lidah kampung. Meski keluargaku suka makan makanan western, tapi aku tak ikut memakannya. Aku lebih baik mencari jajanan kaki lima di jalan. "Kau harus berterima kasih padaku, Tupai Kecil. Aku akan berbaik hari menyuapimu...."


"Ehm...terima kasih...Tuan," aku pura-pura tersenyum senang.


"Aku akan menyuapimu lewat mulutku!" mata Valko berkilau licik. WHAT? Lewat mulut? Hiks, lebih baik aku tak makan saja. Valko mulai memasukkan mie ke dalam mulutnya, kurasa itu spagheti . Lebih baik aku kelaparan saja jika begini. Aku tak mau mulutku yang murni ini ternoda karena bersentuhan dengan bibir Valko.


"Valko Sayangku!" tiba-tiba terdengar suara. Nampak seorang wanita muda dengan pakaian sangat seksi. Dia memakai gaun merah tanpa lengan dengan kerah yang rendah. Belahan dada wanita itu terlihat. Dandanannya menor dan bold. Rambutnya dipotong pendek sebahu dengan poni menutupi dahi. Gaun itu juga sangat minim, di atas lutut. Pasti ini salah satu koleksi Nenek Sihir milik Serigala Playboy ini.


"Bibi Ann!" panggil Valko. "Bawa Tupai Kecilku ke kamarku!" aku dengan sadar diri turun dari pangkuannya.

__ADS_1


"Apa kabarmu, Sayang?" Nenek Sihir itu mencium pipi kanan dan kiri Valko. Aku menghela napas. Akhirnya aku bisa bebas dari cengkeraman Valko. Tunggu, bagaimana dengan makananku?


"Bibi, aku lapar. Antar aku ke dapur!" perintahku pada pelayan ini.


"Maaf, Nona. Kami hanya berani menuruti perintah Tuan Valko. Jika Tuan Valko bilang mengantar Anda ke kamar maka itu artinya Anda harus kembali ke kamar!" Bibi Ann justru menarik lenganku lalu seolah menyeretku. Otomatis aku melangkah semakin cepat.


NGEK!!! Dengan sigap, pintu kamar dibuka. BRUK!!! Aku didorong masuk begitu saja. CLAK!!! Astaga, apa ini? Aku dikunci di dalam kamar? Kucoba menarik-narik engsel pintu kamar itu. KRUK!!! Perutku kembali berbunyi. Aku lapar! Ini adalah kamar yang berbeda, bukan kamar pegantin waktu itu. Kamar ini bernuansa abu-abu cerah. Furniturnya warna putih dengan dinding dan bed cover warna abu-abu. Dasar Serigala Playboy Gila! Aku ini juga manusia! Aku butuh makan! Kulihat sekelilingku, tak ada kulkas mini atau tanda-tanda makanan di sini.


Aku mencoba melihat pemandangan luar dari jendela. Jendela ini tidak terkunci! Ternyata kamar ini ada di lantai tiga. KRUK! Perutku masih saja berbunyi. Valko, jangan salahkan aku karena melakukan ini! Kulihat jendela itu tak terkunci, di dekatnya ada sebuah batang pohon besar. Pohon besar itu menjulang tinggi. Entahlah aku tak tahu pohon apa ini. Saat kuamati dahan pohon ini tumbuh hingga melewati tinggi tembok pembatas rumah ini


Valko, julukan pemberianmu untukku memang tepat! Aku ini memang seekor tupai! Tanpa pikir panjang aku keluar dari kamar itu lewat jendela kamar. Aku ini seekor tupai sejak kecil, aku sangat suka memanjat pohon. Jika diamati lebih teliti sebenarnya ada banyak bekas luka di tubuhku karena terjatuh dari pohon. Ayah dan ibuku tentu saja melarangku melakukan hobi anehku itu. Sekarang ternyata hobiku itu yang menyelamatkanku. Aku meloncat menuju dahan pohon besar itu. Tangan dan kakiku secara hati-hati menelusuri dahan pohon ini untuk sampai ke dahan pohon yang tumbuh di atas tembok pembatas. Dalam waktu singkat aku sudah ada di atas dahan pohon yang tumbuh di atas tembok pembatas. Wow! Tinggi juga ternyata. Rumah ini ternyata ada di dekat pasar tradisional. Aku lalu meloncat dari dahan pohon ini dan mendarat di sebuah lahan kosong. Lahan kosong ini berada di seberang jalan pasar tradisional itu. Yes, aku bebas dari kurungan Si Serigala Playboy!


Kukeluarkan smartphone dari kantong celanaku. Jaman sekarang aku lebih takut tidak membawa smartphone daripada lupa membawa dompet. Melalui smartphone aku sudah bisa melakukan tarik tunai lewat ATM. Aku juga bisa membayar lewat berbagai macam e-money. Meski keluargaku tak sekaya keluarga Valko, tapi ayah dan ibuku tak pernah membiarkanku menderita kekurangan saldo uang di ATM atau kekurangan saldo e-money. Valko, jangan salahkan aku jika kabur! Tupai sepertiku juga punya naluri bertahan hidup! Aku perlu makan tahu!


Langsung saja aku pergi ke ATM terdekat dan menarik beberapa lembar uang merah lewat aplikasi e-banking di smartphone-ku. Aku berjalan menuju pasar tradisional itu. Akan kupuaskan diriku makan sebanyak mungkin! Masa bodoh aku jadi gendut, justru bagus jika aku gendut. Valko pasti akan semakin menjauh dariku. Langsung kuhampiri penjual bakso pinggir jalan. Aku langsung memesan 5 mangkok bakso dan dua porsi mie ayam. Aku masa bodoh dengan tatapan aneh orang-orang. Kalian tidak merasakan kelaparanku sejak semalam, hiks!


Setelah makan aku tak tahu harus melakukan apa. Hari masih sore, jika pulang ke rumah Serigala itu pasti aku akan dicabik-cabik. Apa yang sebaiknya kulakukan? Mataku terhenti pada sebuah warnet game online. Mengapa aku tak bermain game dulu saja? Aku pun masuk ke warnet itu. Kurasa aku akan menghabiskan sisa hariku di sini. Aku serius dalam bermain game online ini, entah berapa jam aku bermain game tembak-tembakan ini.


"I...i...ya, Pak!" aku menuju komputer operator warnet untuk membayar tambahan tagihanku. Astaga, benar, ini sudah larut malam. Aku terkejut saat melihat keadaan jam di smartphone-ku. Aku sengaja mematikan smartphone ini agar bisa fokus bermain. Apa ini?! Di layar smartphone-ku nampak ada 5.000 lebih panggilan tak terjawab dari nomor yang tak kukenal. Saat kunyalakan data seluler, astaga! Mengapa ada begitu banyak pesan yang masuk dari sosial mediaku? Pesan-pesan itu masuk seperti air hujan yang mengalir. Siapa yang mengirimiku pesan sebanyak ini? KRUK!!! Perutku kembali berbunyi. Kulihat di dekat warnet ini ada warung makan yang masih buka. Aku pun masuk ke sana....


"Bu, saya pesan nasi goreng spesial dua porsi!" ucapku pada ibu penjaga warung. Saat kulihat le seberang jalan, nampak ada orang-orang berseragam serba hitam sedang menggeledah pertokoan. Jumlah mereka cukup banyak. Paling itu pihak keamanan yang sedang melakukan razia minuman keras atau sedang melakukan penggerebekan, pikirku santai.


"Itu ada apa sih, Bu?" aku lama-lama heran. Mengapa orang-orang itu menggeledah semua toko dan warung yang ada di pasar tradisional ini?!


"Ehm....itu Neng, Tuan Juragan yang punya komplek bangunan toko sama rumah kos di sini pasti baru mencari sesuatu. Itu pengawalnya Tuan Juragan, Neng. Ibu heran lho, udah dari tadi siang mereka menggeledah toko-toko gitu tapi kayaknya belum dapat yang dicari. Kabarnya Tuan Juragan habis menikah kemarin, dijodohin sama kakeknya...." aku mendengarkan dengan santai. Oh jadi, penguasa kompleks pertokoan dan perumahan di sekitar pasar tradisional ini dikenal dengan sebutan Tuan Juragan? Ehm, dia pasti sangat kaya seperti Valko.


"Tuan Juragan pasti tajir ya, Bu...." sahutku.


"Iya, Neng. Ibu denger katanya dia pewaris tunggal. Dia juga kata orang sih nggak suka maen perempuan. Beruntunglah yang jadi istrinya...." balas ibu itu. Ehm, itu bagus. Tuan Juragan ini tipenya setia, tak seperti Serigala Playboy itu. Aku tak mempedulikan pesan masuk bak air hujan yang masih saja masuk di smartphone-ku. Mungkin smartphone-ku rusak.


Baru saja kusantap sebagian kecil porsi nasi goreng di piring pertamaku, aku merasa ada hawa dingin dan ngeri menuju ke arahku.


"Tupai Kecil!" terdengar teriakan yang mengerikan. "Beraninya kau kabur!" aku melihat ke arah teriakan mengerikan itu. Astaga! Itu Valko......😱

__ADS_1


Dia mentap dengan pandangan dingin dan mengerikan seolah-olah memiliki niat untuk membunuhku. Hiks, apa aku akan menemui ajalku sekarang? Dia berjalan dengan angkuh dan dingin ke arahku. Jantung mungilku berdebar kencang. Kurasa tubuhku gemetar dan mengigil ketakutan.


"Tu...an...ju...ra...gan..." sapa Ibu Pemilik Warung. WHAT? Dia Tuan Juragan yang dimaksud?


"May!" panggilnya dingin. Sekretaris May muncul seketika. "Bayar makanan yang sudah dimakan oleh Tupai Kecil ini!" ucapnya dengan suara seram seolah-olah itu dari kedalaman neraka.


"Tu...an...." sapaku ketakutan. Hiks, bagaimana pun juga aku seorang perempuan. Aku takut jika melihat hal seram seperti ini.


"EHM!!!" Valko menatapku sejenak. BRUK!!! Dia lalu menggendongku atau lebih tepatnya memanggulku seperti memanggul sebuah karung. Aku dipanggul di bahunya. Tubuhku berkeringat dingin kurasa. Aura Valko amat menakutkan.


"Tu...an...." panggilku lirih. Dia menatapku dengan mata elangnya yang dingin dan mengerikan.


"DIAM!" teriaknya kencang seakan bisa meruntuhkan dinding kayu warung makan ini. Hiks, aku takut, Mama. Aku langsung dibawa ke dalam mobil. Valko memangkuku. Aku tak berani menatapnya.


"Kita sudah tiba di rumah, Tuan," ucap Pak Sopir. NGEK!!! Pintu mobil nampak terbuka dari luar. Valko tak melepaskanku, dia memanggulku lagi. Saat memasuki rumah, terlihat para pelayan dan penjaga tertunduk ketakutan. Jika kalian saja ketakutan apalagi aku! Dia membawaku menaiki sebuah lift. TRING!!! Pintu lift itu terbuka kembali.


BRAK!!! Terdengar suara benda ditendang. Dia menendang pintu sebuah kamar dengan kasar.


Tunggu, ini kamar abu-abu tadi.


BRUK!!! Tubuh mungilku dibanting di atas kasur. Tatapan dingin mata Valko sungguh mengerikan. Dia ada di ujung ranjang, wajahnya terlihat murka. Kedua tangannya menopang tubuhnya di depan. Aku benar-benar merasa seperti seekor tupai kecil di ujung tanduk. Rasanya predator benar-benar ingin memakanku habis-habisan.


Sial, mengapa tubuhku jadi dingin dan kaku begini. BRAK!!! Valko melempar jasnya ke lantai. Ia perlahan merayap naik ke atas ranjang. Tatapannya mengerikan seperti seekor serigala yang ingin memangsa seekor tupai. SREK!!! Ia melepas dasi merahnya. Tubuhku benar-benar dingin dan kaku sekarang. HUA! Apa ragaku benar-benar akan dimangsa Serigala ini sekarang? 😣


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2