Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 23 - Yang Diinginkan....


__ADS_3

"KAU MAU LARI KEMANA, TUPAI!" teriaknya dengan suara dingin nan mengerikan. Tubuhku berasa kaku. Tubuhku diangkat dengan kasar. BRUK!!! Aku dilempar ke atas ranjang. Valko menindih tubuhku. Kedua kakiku terjebak di cengkeramannya. Kedua tanganku terangkat ke atas, dia membelengunya dengan kedua tangannya. "BERANINYA KAU MENIPUKU!" ucapnya dengan nada kasar. "AKAN KUHUKUM KAU, TUPAI!" teriaknya dengan keras. Astaga, apa yang ingin dia lakukan? 😣 Valko, ampuni aku! 😣


Aku sangat ketakutan sekarang, sampai saat ini aku masih saja ketakutan jika Valko mengamuk seperti saat ini. Kurasa tubuhku gemetar. Apa dia akan mencabik-cabikku sekarang? 😢 Tunggu, tapi bukankah dia bilang takkan memaksaku jika belum siap. Bukankah dia juga ada meeting penting. Kurasa dia takkan mencabik-cabikku saat ini 😥. Kepala Valko mulai mendekat ke wajahku. Perlahan-lahan kepalanya semakin mendekat dekat. Aku mengerti! 😆 Dia ingin menciumku. Masa bodohlah jika dia Serigala! Aku sedang menginginkan itu sekarang! Anggap saja berciuman dengan idolaku. Valko kan laki-laki pasti rasanya hampir sama.


Aku antusias dan deg-degan. Bukankah ini yang kucari tadi? 😆 Bagaimana ya rasanya dicium seorang pria dewasa seperti di drama dan film itu? Sudahlah! Terima saja!😆 Kali ini aku rela kau siksa Serigala Gila. Kututup mataku saat kepala Valko semakin mendekat. Ayo cepatlah! Aku ingin segera ingin merasakannya 😍. Yes, sebentar lagi 😍. Hembusan napas Valko mulai terasa di wajahku.


"Tuan...." terdengar suara. Otomatis mataku terbuka lebar.


Valko mendadak menghentikan aksinya. Astaga! 😢 Padahal jaraknya tinggal sedikit lagi. Menyebalkan 😭. Valko menarik tubuhnya perlahan dariku. Tubuhku sekarang sudah bebas sepenuhnya. Dia sekarang sudah turun dari ranjang dan berbalik membelakangiku.


Entah mengapa aku kecewa berat 😭. Aku merasa sangat marah 😡. Mungkin aku gila saat ini. Aku kecewa Valkl tak jadi menciumku. Rasanya aku seperti murka dan ingin memaki-maki. Mau bagaimana lagi,mungkin ini naluriku sebagai wanita yang...ehm...butuh belaian mungkin.


"MENYEBALKAN! PADAHAL AKU INGIN!" teriakku keras.

__ADS_1


"Apa kau bilang, Tupai? Valko berbalik ke arahku. "Kau ingin apa?" dia berjalan ke arahku. "Apa kau kecewa karena tak jadi kucium? HAH?" ia menatapku dengan tatapan mengejek. SIAL! 😣 Kenapa mulutku seember ini sih? 😭


"Tuan, tolong segera keluar! Nona Vita sudah menunggu Anda...." Sekretaris May membuka pintu. Apa Vita? 😡 Si Nenek Sihir Merah Jelek itu? Jadi, momen yang kuinginkan terganggu karena Si Nenek Sihir Ganjen itu? 😡


"Ehm...aku akan segera keluar. Tolong bilang padanya untuk menunggu," perintah Valko. "Keluarlah lebih dulu, Tupai. Akrabkan dirimu dengan kakek dan nenekku selama aku pergi. Aku akan pergi membahas urusan bisnis dengan klien dari luar kota. Mungkin hingga larut malam," Valko hendak melepas lilitan handuknya.


Gawat! Aku masih geli melihat hal-hal semacam ini. Lebih baik aku segera keluar. Di ruang tamu lantai dasar nampak Si Nenek Sihir itu, dia sedang berbincang-bincang dengan Opa dan Oma. Nenek Sihir itu duduk di sofa yang hanya muat satu orang. Opa dan Oma duduk di sofa yang muat untuk tiga orang. HUH! Aku tak boleh kalah dari Nenek Sihir ini.


"Opa, Oma!" sapaku sambil tersenyum ceria. Aku langsung duduk manja di tengah Opa dan Oma. Kurangkul dengan manja bahu Oma Wulan.


"Oma...." panggilku dengan manja. "Tata kesepian....Varrel mau pergi...." aku berakting sedih. Sebenarnya aku hanya ingin tahu kemana Nenek Sihir Merah ini membawa Valko pergi. "Varrel mau pergi kemana sih, Oma?"


"Tenanglah, Cu. Parrel cuma pergi sebentar. Dia akan segera kami warisi usaha perkebunan teh ini. Oma dan Opa sudah terlalu tua untuk mengurus bisnis. Jangan khawatir, Parrel cuma pergi sebentar. Dia akan menemui investor bersama Vita. Kebun ini akan dikelola dengan konsep yang lebih moderen," ucap Oma Wulan. "Tolong jaga Parrel ya, Vita. Kalian mau pergi ke restoran kan? Tolong ingatkan Parrel agar jangan sembarangan makan. Dia punya beberapa alergi."

__ADS_1


"Jangan khawatir, Oma, Opa," ucap Nenek Sihir ini. "Saya adalah teman Varrel yang paling akrab. Kami sudah kenal dalam masa yang lama. Saya tahu makanan apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan oleh Varrel. Saya sangat mengenal Varrel," kurasakan tatapan angkuh di mata Nenek Sihir itu.


Kurasa dia sengaja menusukku dengan kata-kata pedasnya. Benar, aku tak mengenal Valko. Hubungan kami aneh, aku belum kenal dia terlalu jauh. Aku hanya memgenalnya dari cerita saja. Tunggu, cerita? Bukankah Valko adalah Pangeran Bulan Kak Vio. Kak Vio kan sangat suka bercerita tentang Pangeran Bulan dengan sangat detail dan berulang kali. Ehm...mungkin sampai bosan aku mendengarnya. Bahkan, aku bisa mengingat setiap kalimat yang diucapkannya. Apa bedanya mengenal dari cerita dan mengenal langsung? Bukanlah aku kenal dengan boyband korea idolaku juga hanya dari cerita di infotaiment saja? Aku tak kalah darimu, Nenek Sihir Merah! 😤


"Maaf membuatmu menunggu, Vita!" terdengar suara mendekat. Terlihat Valko tampil rapi dan memesona. Aku tak bisa membohongi mataku. Dia nampak cool dan berwibawa dengan balutan jas abu-abu itu. HUH! 😑 Kenapa Serigala ini malah terlihat akan pergi makan malam dengan Nenek Sihir ini sih?


"Tak apa-apa, Kak Varrel. Aku sabar menantimu bahkan jika butuh seribu tahun lebih aku siap," sahut Nenek Sihir ini. Aku menemukan bau-bau kode cinta darinya untuk Valko. Jangan harap kau bisa merebutnya sekarang! Aku tak rela jika liburanku terganggu karenamu! Kau yang sudah merusak momen gila yang kuinginkan tadi! Rasakan pembalasanku, Nenek Sihir Merah! 😡


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2