
"Sudah, kita bahas lagi masalah ini nanti. Aku mau tidur sebentar," ucap Valko. Dia berbaring ke arah samping kanan. Matanya nampak sudah terpejam.
"Hubby, jangan tidur!" ujarku sambil mengguncang-guncang tubuh Valko.
Valko nampak tak bereaksi. Astaga, dia ini benar-benar raja tidur. Baru sebentar saja langsung tertidur pulas.
"Padahal aku ingin menjelajahi kapal ini."
Kutatap wajah Valko. Dia nampaknya benar-benar tertidur pulas. Kupencet-pencet ujung hidungnya untuk memastikan jika dia benar-benar tertidur. Valko tampak tak terbangun. Kupindahkan kepala Valko dengan ke atas bantal dengan hati-hati. Valko tak terbangun. Akhirnya aku bisa bebas.
"Anda mau kemana, Nona?" tanya Sekretaris May.
"Aku hanya ingin melihat-lihat kapal, Pak May. Ayolah, tak mungkin jika aku kabur atau menghilang. Lagipula kapal ini dipenuhi dengan orang-orang bawahan Valko," sahutku.
"Tapi, Nona, Tuan Valko sedang ...."
"Aku akan kembali sebelum dia bangun. Aku hanya ingin berkeliling sebentar," sahutku sambil berlalu pergi. Aku keluar dari ruangan itu. Keinginanku simpel, aku hanya ingin naik ke tingkat paling atas kapal ini.
"Nona," sapa dua orang pria yang ada di bagian belakang kapal ini. "Anda mau kemana?" tanya mereka.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berkeliling sebentar. Oh ya, bagaimana caranya naik ke atas sana?" kutunjuk bagian atas kapal itu.
"Anda bisa lewat tangga itu, Nona," sahut salah satu pria.
Nampak sebuah tangga dari besi berwarna abu-abu mengkilap. Tanpa pikir panjang kulangkahkan kakiku menaiki tangga itu. Nampak sebuah ruangan yang cukup luas. Terdapat dua buah kursi kemudi di atas sini. Rupanya kapal ini juga bisa dikemudikan dari atas sini. Terdapat pula sofa-sofa berwarna putih. Ruangan ini hanya dilindungi dengan sebuah kanopi. Tepi-tepinya tak berdinding. Hanya dibatasi pagar besi berwarna abu-abu mengkilap. Kulangkahkan kakiku menuju ke arah bagian depan ruangan ini. Kedua tanganku menyandar pada pagar besi ini.
"Wah, indahnya!" teriakku.
Angin terasa bertiap kencang. Rambutku menari-nari terkena tiupan angin. Lautan nampak sangat indah. Warnanya amat biru nan memesona.
"Di sini kau rupanya," terdengar suara seseorang. "Pergi tak bilang-bilang," dia langsung memelukku dari arah belakang.
"Sudahlah. Lupakan. Aku tak mau mengganggumu yang sedang bahagia. Kenapa kau sangat senang?" tanya Valko.
"Aku suka melihat pemandangan laut dari atas kapal ini. Hubby, terima kasih sudah mengajakku kemari," kutatap mata Valko. Valko membuat kedua tanganku terlentang seperti membentuk huruf T.
"Kau tak mau mencoba adegan di film terkenal itu?" ucap Valko. Dia mencium pipi kananku.
"Hubby, kau sangat pintar," pujiku sambil menatap ke arah lautan. Rasanya sangat menyenangkan. Jadi, berasa aktris yang ada di film kapal yang terkenal itu. Apalagi Valko memelukku dari arah belakang. Ah, ini romantis sekali.
__ADS_1
Lautan nampak semakin terkihat indah. Apalagi langit nampak biru tanpa awan mendung sedikit pun. Angin bertiup semilir mengikuti laju kapal yang tenang.
"I love you, Honey," bisik Valko di telingaku. Ah, Valko, kau semakin membuatku terasa terbang melayang ke angkasa.
"Uhuk! Uhuk! Hoek!" tiba-tiba saja aku merasa mual. Rasanya ingin muntah. Astaga, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini, sih!
________________________________________
Terima kasih sudah setia membaca, memberi like, vote dan komentar pada novel saya 😍
Mohon maaf selama kurang lebih dua bulan ke depan novel ini hanya akan update setiap hari Sabtu 😊
Hal itu karena author sedang fokus mengejar target wisuda tahun ini 😁
Mohon doanya ya agar author diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi 😊
Mohon doanya juga semoga bulan depan bisa selesai dalam menyusun skripsi 😄 dan semoga bisa segera sidang dengan lancar dan tak bayak revisi 😊
Thank you 😍
__ADS_1