Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 130 - Mabuk Laut?


__ADS_3

"Uhuk! Uhuk! Hoek!" tiba-tiba saja aku merasa mual. Rasanya ingin muntah.


Astaga, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini, sih!


Perutku rasanya bergejolak. Rasanya benar-benar mual. Jangan muntah! Jangan muntah! Ini momen yang tidak pas untuk hal seperti ini. Ayo Zeta, tahan! Tahan! Mulutku kututup dengan keras untuk menahan rasa mual itu.


"Uhuk! Uhuk! Ak!"


Usahaku sia-sia. Akhirnya aku muntah juga. Tubuhku terasa lemas. Kedua tanganku dengan kuat mencengkeram pagar besi pembatas itu. Aduh, kapal ini jadi kotor karenaku.


"Zeta!" terdengar teriakan Valko. Valko dengan cepat melepas pelukannya dari pinggangku.


Astaga, apa Valko akan marah?


"Uhuk! Uhuk! Ak!"


Rasa mual itu semakin tak tertahankan. Rasanya semakin tidak nyaman. Apalagi kapal ini terasa terguncang karena menembus ombak. Aku ingin berbicara pada Valko tapi rasanya tak bisa. Tubuhku terasa semakin lemas. Kedua kakiku terasa tak mampu menopang tubuhku.


"Astaga!" terdengar teriakan Valko.


Apa dia akan marah? Aku sudah mengotori kapalnya. Aku juga sudah merusak momen yang menurutku romantis.


"Kau kenapa?" ucap Valko. "Ayo, muntahkan lagi!" ucap Valko sambil menekan area belakang leherku. Tubuhku benar-benar terasa lemas. "Wajahmu jadi pucat dalam sekejap. Ya sudah, sebaiknya kau istirahat di dalam kamar," ujar Valko. Dia mengambil tisu dari dalam saku celananya. "Wajahmu jadi kotor." Valko dengan lembut membersihkan wajahku. "Sudah, ayo kita turun. Kau butuh istirahat." Valko dengan sigap menggendongku. Dia menggendongku menuruni tangga besi itu.

__ADS_1


"Tuan, ada yang terjadi dengan Nona?" tanya Sekretaris May.


"Cepat bawakan minuman atau apa pun yang bisa meredakan muntah dan mual, May! Kutunggu di kamar!" perintah Valko.


"Baik, Tuan," sahut Sekretaris May.


Kamar? Apa di kapal ini ada kamarnya? Kamar untuk tidur? Valko membawaku ke dalam bagian bawah geladak kapal. Ternyata ada ruangan di bagian geladak kapal. Ruangan itu dapat diakses dengan tangga. Nampak tiga ruangan dengan pintu yang tertutup. Valko membawaku ke ruangan yang ada di bagian tengah.


"Bantu aku untuk membuka pintunya, Honey!" ujar Valko.


Aku pun memutar engsel pintu itu. Nampak sebuah kamar tidur yang luas. Ada tempat tidur berukuran besar yang muat untuk 2 orang di kamar itu. Terdapat pula sofa, TV layar datar, toilet dan juga lemari. Pemandangan laut nampak dari kaca berbentuk bundar di kamar ini.


"Nah, istirahatlah dulu!"


Valko membaringkanku di atas ranjang. Dia lalu mencari sesuatu. Rupanya dia mencari tempat sampah. Tempat sampah itu kemudian dilapisi dengan kantong kresek.


"Kau mau apa!" teriakku. Tiba-tiba saja Valko melepas pakaiannya begitu saja. Refleks, kututup mataku dengan kedua tanganku.


"Hey, apa yang kau pikirkan, Zeta! Aku mau ganti pakaian. Pakaianku kotor karena kejadian tadi. Kenapa sih kau masih saja malu-malu seperti ini. Kau sungguh konyol, Honey," sahut Valko.


Oh, begitu. Kukira dia mau apa. Aku jadi merasa canggung. Ternyata di lemari pakaian kamar itu tersedia beragam jas, kemeja dan berbagai pakaian lainnya. Dalam sekejap Valko sudah berganti pakaian.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Valko sambil mendekat ke arahku. "Apa kau merasa demam atau pusing?" tanyanya lagi sambil menyentuh dahiku. Aku pun menggeleng. Valko berbaring di sampingku.

__ADS_1


"Hubby," panggilku. "Maaf sudah membuat kapal dan pakaianmu kotor," ucapku lirih.


"Hey! Kenapa kau harus minta maaf seperti ini. Tak perlu minta maaf, Honey. Kondisimu kesehatanmu jauh lebih penting. Aku bisa dengan mudah membeli kapal dan pakaian baru. Tapi, mencari istri sepertimu itu sulit. Kau hanya ada satu di dunia ini, Honey. Kau amat berharga bagiku," Valko mencium dahiku.


Oh, Valko, kenapa mulitmu semakin manis, sih! 😍


"Oh ya, apa kau mabuk laut? Apa ini pertama kalinya kau naik kapal? Jika kau mabuk laut, lebih baik tadi kita naik helikopter saja," Valko membelai dahiku.


"Aku tak ingat. Aku sangat jarang naik kapal. Terakhir kali naik kapal bertahun-tahun yang lalu ketika masih SMP. Waktu pergi untuk study tour ke luar pulau. Aku tak ingat mabuk laut atau tidak," sahutku sambil menatap Valko.


"Honey, apa jangan-jangan kau hamil?" tanya Valko.


"Hah? Hamil?!" teriakku spontan.


________________________________________


Terima kasih sudah setia membaca, memberi like, vote dan komentar pada novel saya 😍


Mohon maaf selama kurang lebih dua bulan ke depan novel ini hanya akan update setiap hari Sabtu 😊


Hal itu karena author sedang fokus mengejar target wisuda tahun ini 😁


Mohon doanya ya agar author diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi 😊

__ADS_1


Mohon doanya juga semoga bulan ini bisa selesai dalam menyusun skripsi 😄 dan semoga bisa segera sidang dengan lancar dan tak bayak revisi 😊


Thank you 😍


__ADS_2