Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 110 - Riasan....


__ADS_3

"Hapus! Jangan tebal-tebal!" ucap Valko dengan nada meninggi. Kedua tangannya menyilang di dada.


"Ba...ba...ik, Tuan," sahut Make Up Artis (MUA) itu. Kuakui dia perempuan yang sangat sabar. Jika seperti ini terus kapan riasanku akan selesai. Sudah beberapa kali riasanku dihapus karena menurut Valko terlalu menor. Padahal menurutku riasanku sudah flawless dan sederhana saja.


"Jangan tebal-tebal! Aku tak mau jika ada pria lain meliriknya! Cepat selesaikan riasannya!" perintah Valko lagi.


Untung saja yang merias wajahku bukan diriku sendiri. Jika aku sendiri mungkin sudah menyerah mendengar omelan Valko sedari tadi. MUA itu kembali meriasku. Kali ini dia tidak memberi eye shadow dengan warna mencolok. Blush on pada pipiku pun dirubah jadi lebih tipis. Lipstick juga berganti menjadi lebih halus. Kalau seperti ini saja, ini tak ada bedanya dengan make up-ku sehari-hari.


"Bagaimana Tuan?" tanya MUA itu lagi.


"Lumayan, sudah cepat ganti bajumu, Zeta!" ucap Valko. "Oh ya, tak usah pasang bulu mata!" celetuk Valko lagi.


"Iya, Hubby, Cintaku, Sayangku...." ucapku sambil tersenyum semu. Senyum semu ini untuk menyembunyikan kekesalanku. Aku jadi ikut merasa sedikit kesal karena tingkah Valko. Riasanku segera diselesaikan. MUA itu dibantu seorang asisten wanita membantuku berganti pakaian.

__ADS_1


"Wow! Ini gaun yang indah," ucapku. Nampak gaun midi dress berwarna putih. Gaun itu dari bahan satin yang mengkilap. Simpel tapi tetap cantik menurutku.


"Silahkan pilih, Tuan," Bibi Ann masuk ke dalam kamar ini. Dia ditemani oleh lebih dari sepuluh pelayan wanita.


Masing-masing pelayan itu membawa kotak perhiasan. Di dalam kotak itu nampak seperangkat perhiasan lengkap dari kalung, gelang dan sepasang anting. Kurasa perhiasan itu bertakhtakan berlian. Semuanya nampak indah dan memesona. Semua perhiasan itu bertakhtakan berlian warna putih. Valko nampak melihat-lihat.


"Aku suka yang...ini...." ucap Valko sambil menunjuk ke arah satu kotak waerna biru. "Ah, tidak! Yang ini saja!" Valko menunjuk kotak warna hijau. Bibi Ann memegang kotak warna hijau itu. Valko mengambil kalung yang ada di kotak itu. Kalung dari emas putih dengan liontin berbentuk bunga mawar. Valko memakaikan kalung itu ke leherku. Ah! Valko, aku jadi merasa baper 😍.


"Cantik!" ucapku spontan sambil menatap ke arah bayangan wajahku di cermin. "Terima kasih, Hubby," kusentuh liontin kakung itu.


"Aku belum sempat memberikannya padamu. Seharusnya kuberikan sebelum hari ini," ucap Valko sambil memakaikan anting-anting di telingaku. Dia juga memasangkan cincin di jari tanganku. "Sudah, ayo kita berangkat," ucap Valko sambil menggandeng tanganku. "Oh ya, jangan lupa memakai flat shoes, Zeta. Jangan pakai high heels! Aku tak ingin kakimu sakit nanti!"


"Iya, baiklah," ucapku sambil memakai flat shoes warna putih keperakan yang sudah disiapkan oleh asisten MUA itu. Sebuah tas selempang juga diserahkan padaku.

__ADS_1


Astaga! Ini tas mahal seharga ratusan juta. Aku tak mungkin salah mengenalinya dari logonya itu. Ini tas baru rupanya, itu nampak dari kotak yang tergeletak di sudut ruangan.


"Ayo!" ucap Valko sambil menarik tanganku.


Ini akan menjadi acara kondangan pertamaku bersama Valko. Valko ganteng juga. Dia nampak gagah dalam balutan jas warna putih. Pernikahan Tyo ya, pasti orang-orang kelas elit yang menghadirinya. Aku jadi merasa dag dig dug dan gugup. Semoga saja aku tak membuat kesalahan.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Valko dan Zeta bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊


Thank you 😍


__ADS_2