Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 139 - Keracunan?


__ADS_3

(Valko's Point of View)


Zeta, ada yang terjadi denganmu? Apa kau masih sakit karena perjalanan naik kapal itu? Atau ... mungkinkah ada yang berniat meracunimu? Jika sampai ada yang berani berbuat hal itu akan kupastikan dia akan membayar dengan nyawanya! Tapi ... akhir-akhir ini kau bersikap aneh dan manja. Kau biasanya tak semanja itu. Apa mumgkin ada kejutan untukku?


"Valko ...." terdengar suara Zeta. Dia terbaring lemah di atas ranjang. Matanya ke arahku. Wajahnya nampak lesu. "Apa yang terjadi padaku?"


"Tenanglah. Hasil pemeriksaannya akan segera keluar. Istirahatlah, Honey. Jangan pikirkan apa pun!" Tanganku membelai dahinya.


"ADEK!" terdengar suara seorang pria. Pria itu bertubuh jangkung dan gagah. Kulitnya putih. Dia menerobos begitu saja masuk ke dalam klinik. "ADEK! Kau kenapa?" dia langsung memeluk Zeta.


Lancang! Siapa pria ini? Aku tadi menghubungi orang tua Zeta. Kenapa malah ada pria jelek ini!


"A ...." Zeta hendak berbicara.


"Siapa kau?" Kutarik kerah baju pria tak tahu diri itu. Beraninya dia menerobos masuk dan menyentuh Zetaku! 😡


"Valko, hentikan!" teriak Zeta. "Dia ...."


"Aku tak suka pria lain menyentuh Zetaku!" teriakku lagi. Kutatap tajam ke arah pria ini.


"Hentikan, Cu!" terdengar suara yang familiar di telingaku.

__ADS_1


"Aduh! Sakit, Kek!" telingaku di jewer oleh orang ini. Kakek Fajar ternyata sudah datang kemari.


"Lepaskan dia! Dia Brian, saudara iparmu!" ujar Kakek.


"Hubby ...." terdengar suara Zeta. Dia duduk menyandar di kepala tempat tidur. "Dia Kak Brian, kakak kandungku. Jangan pukul dia! Kau kan pernah melihatnya saat aku videocall dulu." Tangan kanan Zeta menarik ujung jasku.


"Aku lupa ...." Kulepaskan kerah baju pria ini. Ck! Biarpun saudara kandung tapi dia tetap saja seorang pria.


"ADEK! Astaga! Kau sakit apa?" tanya Kak Brian. "Aku khawatir."


"Kakak, kenapa kau tak mengabari jika kau pulang?" tanya Zeta.


"Aku ingin memberi kejutan untukmu, Adikku Tercinta!"


"Sayang," terdengar suara seorang perempuan. Nampak perempuan yang mirip dengan Zeta masuk ke ruangan bersama seorang pria. "Duh, kau kenapa? Kau sakit apa sampe harus dibawa ke klinik seperti ini?" wanita memeluk Zeta.


"Dimana cucu menantuku?" terdengar suara perempuan lagi. Ternyata Nenek Vani sudah datang. Dia datang bersama Papaku.


"Nak, apa yang terjadi pada Zeta?"


"Hasil pemeriksaan belum keluar, Pa. Zeta kurang sehat sejak ada di pesta pernikahannya Tyo. Dia muntah-muntah saat naik kapal. Kukira setelah itu dia sudah baikan, tapi ternyata dugaanku keliru. Zeta munta saat naik mobil pagi ini. Padahal dia tak pernah muntah sebelumnya."

__ADS_1


"Kau bilang adikku muntah-muntah?" sahut Brian. "Dek, apa jangan-jangan aku mau punya ponakan ya?"


"Iya, Sayang. Apa mungkin aku bakal jadi nenek? Katanya kamu pulang ke rumah cuma gara-gara pengen masakan Mama. Kamu baru nyidam ya?"


"Ma, bisa aja kan aku cuma masuk angin. Mama jangan terlalu berharap dulu, deh." sahut Zeta.


"Mohon maaf ...." nampak seorang dokter wanita masuk ke kamar ini.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya, Dok? Menantuku sakit apa?" Papa langsung meluncurkan pertanyaan.


"Nyonya Valko baik-baik saja, Tuan. Anda tak perlu khawatir," sahut dokter itu.


"Bagaimana bisa baik-baik saja? Istriku muntah-muntah sejak kemarin! Katakan saja! Dia keracunan kan?" ujarku.


"Ehm, maaf, Tuan. Nyonya Zeta baik-baik saja. Beliau hanya ...."


"Hanya apa? Kau mau bilang jika dia keracunan makanan kan?" sahutku lagi. Zeta tak mungkin mabuk karena mobil. Dia sudah ratusan kali kuajak naik mobil.


"Tuan, selamat Anda akan jadi ayah!" ucap dokter itu.


"Apa kau bilang? Jadi ayah?" telingaku tak percaya ini.

__ADS_1


"Benar, Tuan. Istri Anda sedang mengandung. Beliau tak keracunan, Tuan!"


"APA ZETA HAMIL?" teriakku tak percaya.


__ADS_2