Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 82 - Lari....


__ADS_3

"Valko...." panggilku. "Ada apa?" tanyaku.


"PA...PA...." ucapnya lirih. Mata Valko nampak tertegun. Mata itu terus menatap ke arah Pak Tua yang sedang terbaring di ranjang itu. Tunggu, Valko memanggil Pak Tua ini dengan sebutan papa? Berarti dia ayahnya Valko? 😮


"Va...val...ko...." panggilku. Aku berjongkok sambil memegangi bahu Valko. Keadaan ini sungguh mengejutkan.


"Ehm...." terdengar suara. Nampak Pak Tua itu menggerakkan tangan kanannya perlahan-lahan. Mata itu akhirnya terbuka. "Ehm...." terdengar suara itu lagi.


"Pak...." panggil Mama. Mama mendekati Pak Tua itu. "Anda sudah sadar?" tanya Mama sambil mendekat ke arah Pak Tua itu.


DUAK!!! Terdengar suara pintu dibanting. Saat aku melihat ke arah sumber suara nampak Valko sudah tak ada di tempat.


"VALKO!!!" teriakku spontan.


Ini reaksi yang mengejutkanku. Valko, kenapa kau lari? Bukankah kau bilang kau merindukan masa kecilmu? Bukankah kau seharusnya senang jika bisa bertemu dengan ayahmu?


"Val...ko?" terdengar suara Pak Tua ini. Kutatap ke arah mata Pak Tua ini. Tatapannya nampak menyimpan raut wajah kesedihan saat mendengar nama itu. "Pu...tra...ku...." Pak Tua itu nampak memggerakkan tangannya. Ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya. "AH!" teriak Pak Tua ini. Ia memegangi kepalanya.


"Tenangkan diri Anda, Pak. Tenang, saya mohon tenang ya," ucap Mama. Dia berusaha menenangkan Pak Tua ini. "ZETA!" teriak Mama. "Apa yang kau tunggu? Cepat kejar suamimu!" perintah Mama.


"I...i...ya...." jawabku terbata-bata. Aku pun lari keluar dari kamar perawatan itu.

__ADS_1


"Ada apa Ta?" tanya Ogi dan Della bersamaan.


"Kok suami loe lari kayak orang ketalutan gitu?" sahut Della.


"Iya, dia tadi lari ke arah sana!" tunjuk Ogi.


"Ceritanya panjang gaes!" sahutku sambil berlari ke arah yang ditunjuk oleh Ogi.


Valko, ada apa denganmu? Bukankah kau seharusnya senang? Kau harusnya bahagia kan? Kenapa kau justru lari? Atau mungkin kau sudah membenci ayahmu? Berbagai pertanyaan bergelayut di kepalaku.


Kakiku terus menyusuri lorong rumah sakit ini. Aku sudah cukul lama berkeliling tapi belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan Valko. Nampak sebuah sudut lorong yang kotor, lusuh dan gelap. Plafon yang berwarna putih sudah bolong di sana-sini.


Valko, kau tak mungkin ada di sini kan? Bulu kudukku mulai merinding akibat suasana sudut lorong yang gelap ini. Terdengar suara tangisan. Apa itu hantu? Tapi ini kan siang hari mana mungkin hantu keluar di saat seperti ini. Itu pasti suara Valko. Di salah satu sudut lorong nampak seseorang meringkuk sambil memeluk lututnya. Suara tangisan itu masih saja terdengar.


"E...ta...." Valko langsung memelukku. Dia menangis dan tak berkata apa-apa.


Valko, kenapa kau jadi cengeng seperti ini? Apa yang kau rasakan? Apa kau benar-benar sudah membenci ayahmu? Tapi, mengapa ayah Valko bisa berada di tempat itu? Berbagai pertanyaan memenuhi kepalaku.


Valko, mungkin orang lain berpikir hidupmu mudah, enak dan jauh dari luka dan duka. Kau seorang CEO muda yang tampan dan kaya, semua orang pasti berpikir hidupmu mudah tapi sebenarnya kau menyimpan beban luka dan duka yang cukup berat.


"Tenanglah...." ucapku sambil mengelus-elus kepala Valko. Aku berusaha menenangkannya meski aku sendiri tak begitu paham pada jalan pikiran Valko. "Taeyang ada di sini...." ucapku lagi. "Taeyang di sini untuk Valko...."

__ADS_1


"A...yo...pu...lang...." sahut Valko lirih di tengah tangisnya. "Pa...pa...benci...pada...ku...." ucapnya lirih. "A...ku...i...ngin...pu...lang...."ucapnya lagi. "Pa...pa ben...ci...pa...da...ku...." ucap Valko lagi.


Valko, apa kau masih mengalami trauma karena masa kecilmu? Kau bahkan menangis ketakutan karena berpikir bahwa ayahmu membencimu? Aku menghela napas, kejadian ini rumit. Aku tak tahu pasti juga dengan pikiran ayah Valko saat ini. Keduanya sama-sama misterius.


"Ayo, pulang, Hubby...." ucapku. Saat ini yang paling penting adalah menenangkan Valko.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah


Untuk vote tinggal pencet tombol 'Vote' di halaman sampul novel 😄


Thank you 😍


________________________________________


Maaf baru bisa update 😢


Author sedang sakit kepala beberapa hari lalu karena kehujanan 😢

__ADS_1


Jadi lebih memprioritaskan istirahat 😢


__ADS_2