Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 62 - Balas Jasa Lagi?


__ADS_3

"Ini pesanan Anda, Nona, Tuan!" seorang pelayan wanita mengantarkan pesananku.


Nampak lava cake tersaji di atas piring bundar putih. Ada juga es krim vanila yang tersusun indah di atas piring putih. Keduanya terasa berteriak memohon segera dilahap. Aku melihat pesanan Valko, ternyata sebuah kue sus berisi potongan daging dengan selada di bagian tengahnya.


Astaga, kenapa aku tak memesan ini saja ya tadi? 😢 Ada es krim tiga rasa yang tersaji di piring putih. Warnanya kuning, pink dan ungu. Kurasa ini rasa vanila, stroberi dan anggur mungkin. Kuambil sendok untuk mencicipi lava cake itu. Cairan lumer berupa coklat yang lezat mengalir dari dalam kue itu. Sesendok lava cake kuambil lalu hendak kusuapkan ke mulutku.


"HATCHU!" terdengar suara bersin mengagetkanku. Reflek sendok berisi potongan lava cake itu terlempar dari tanganku.


"Pffftttt!" terdengar suara orang menahan tawa. Dasar Serigala Menyebalkan! 😣 Suapan pertama lava cake-ku sudah jatuh bersama sendoknya 😭.


"Pakai sendok ini!" Valko mengambil sendok dari kue susnya. Aku memegang sendok itu, kuarahkan sendok itu ke arah lava cake-ku.


"Suapi aku! Es krimku segera mencair nanti!" perintah Valko. Dia kembali berbaring di pangkuanku.


"VALKO!" aku ingin memaki-maki dan menjitak Serigala Menyebalkan ini.


"Kenapa? Kenapa kau memanggilku, Sayang?!" teriak Valko sambil membelai pipi kananku.


Mata semua orang tertuju ke arah kami. Sial, jika aku membentaknya itu akan membuatku terlihat buruk di mata orang lain. Valko, kau menyebalkan! 😭


"Kau tadi ingin apa, Hubby?" aku terpaksa menahan amarahku. Wajahku yang seharusnya cemberut terpaksa kuubah menjadi senyuman.


"Aku ingin disuapi es krim," mata Valko berkilau licik. Valko, kau sengaja ya mengerjaiku! 😢 Aku gagal makan lava cake dan es krimku segera mencair, tahu! 😭

__ADS_1


"Baiklah...." kuambil sesendok es krim lalu hendak kusuapkan pada Valko. Valko menerima suapan itu dengan sangat santai sambil berbaring di pangkuanku.


"Balas jasa, satu suapan satu kecupan!" Valko menunjuk ke arah dahinya.


Apa?! Jadi, aku masih harus membayar balas jasa padanya sekarang? Valko, kau benar-benar licik! 😐


"AAA!" Valko membuka mulutnya.


Mata para pengunjung masih tertuju ke arahku. Sudahlah, turuti saja, daripada diriku dianggap pasangan yang buruk dan pembangkang. Kusuapi Valko sesuai perintahnya. Setiap selesai menyuapkan satu sendok es krim, kukecup dahi Valko sekali. Valko tiba-tiba saja bangun.


"Kau juga harus makan!" Valko memindahkan tubuhku ke pangkuannya. Tanpa basa-basi dia langsung mengambil sendok di tanganku lalu memotong lava cake-ku.


Mulutku disuapi dengan satu potongan besar lava cake. Aku masih berusaha menelannya ketika suapan dari tangan Valko kembali dipaksa masuk ke mulutku.


"Ehm...." aku berusaha berbicara untuk mengingatkan Valko bahwa mulutku masih penuh.


Valko! 😭 Kau sedang bersikap manis kepadaku atau ingin mengerjaiku, sih? 😭 Dengan susah payah aku mengunyah lava cake yang ada di mulutku.


"Valko...." aku hendak berbicara.


"Iya, aku ingat! Tak perlu khawatir, aku akan menyuapkan es krim padamu!"


Valko menyuapkan es krim vanila padaku. Kali ini aku menikmati suapannya, rasa es krim ini terasa lembut dan enak. Kutunjuk ke arah es krim milik Valko.

__ADS_1


"Ini, coba rasakan!" dia menyuapkan es krim pesanannya padaku. Paduan tiga rasa berbeda ternyata enak juga. Valko lalu menyuapkan es krim vanila milikku ke mulutku lagi sampai habis.


"Sekarang gantian! Aku masih lapar!" Valko menghentikan suapannya. Kedua tangannya sudah memegang pinggangku. "Suapi aku lagi! Aku ingin makan kue milikku" perintahnya.


Kepala Valko sudah bersandar di bahu kiriku. Para pengunjung tetap menatap ke arah kami. Valko, kau ingin makan atau pamer di depan publik, sih? 😑 Aku pun melakukan kembali perintahnya. Kupotong kue sus itu dengan sendok. Suapan itu kuarahkan ke mulut Valko.


"Satu suapan, dua kecupan!" ucap Valko sambil menunjuk ke arah kedua pipinya.


Astaga, Valko! Aku harus membayar balas jasa padamu berapa banyak, sih? 😣 Sudahlah, lakukan saja agar cepat selesai. Kuturuti permintaan Valko. Setiap satu suapan, aku memberi satu kecupan di masing-masing pipinya. Sungguh, ini makan siang yang takkan kulupakan. Valko benar-benar membuatku terlihat seperti seorang bucin.


"Makan siang yang menyenangkan....." Valko menatapku. Dia tersenyum licik. Kuharap setelah ini aku bisa pulang. Sudah cukup Valko mengerjaiku.


"Hubby," panggilku sambil tersenyum. Jujur, rasanya aku masih ingin menjitak kepala Valko. Dia sudah mengerjaiku hari ini. "Bisakah kita pulang sekarang?" pintaku dengan lembut.


"Tentu...." sahutnya singkat. Syukurlah, akhirnya hari ini berakhir. "Setelah kau menemaniku ke acara meet up reuni dengan teman kampusku, Tupai Kecilku Sayang!" mata Valko berkilau licik.


Astaga, jadi hari ini belum berakhir? 😢 Kuharap Valko tak memintaku melakukan hal-hal aneh saat reuni itu.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2