
"APA ZETA HAMIL?" terdengar teriakan Valko.
"Hah? Aku hamil?" teriakku. Mulutku langsung kubekap.
"ZETA!" Valko langsung berlari ke arahku. Kedua tangannya sudah terlentang. Pasti dia ingin memelukku.
"Adek, selamat! Aku akan punya ponakan!" Kak Brian langsung memelukku dari arah samping.
"Huh!" Valko nampak cemberut. Kurasa dia kecewa karena gagal memelukku. Hihihi, lucu juga ekspresinya.
Aku hamil ya? Kira-kira perempuan atau laki-laki ya? Jika dia laki-laki apa akan pencemburu dan super posesif seperti ayahnya? Tapi, jika perempuan bisa juga nanti jadi wanita yang sangat amat pencemburu. Duh, Nak, jangan berlebihan seperti ayahmu ya. Ih, Zeta, apa sih yang kau pikirkan! Perjalanan masih panjang, tahu! Lebih baik kau memikirkan agar kondisimu sehat. Aku harus apa ya? Hal ini tak pernah terpikirkan olehku.
"Kita akan punya cicit!" teriak Kakek Fajar. Dia langsung memeluk Nenek Belenda. "May! Berikan sumbangan sebanyak 100 juta rupiah ke setiap panti asuhan di kota ini. Minta mereka mengadakan doa bersama untuk keselamatan cicitku!" perintah Kakek Fajar.
Hah? Sumbangan 100 juta? Wow, itu jumlah yang sangat banyak. Perutku kurasa berbunyi. Aku lapar, rasanya masih ingin makan masakan Mama.
__ADS_1
"Aku akan jadi Kakek!" teriak Ayah Mertua. "Ibu! Aku akan jadi kakek! Aku akan jadi kakek!" dia langsung memeluk Nenek Belenda.
"Zeta, selamat Sayang. Kau akan segera menjadi ibu!" Mama memelukku. "Kau pulang ke rumah karena ingin makan masakan Mama ya? Jangan khawatir. Mama akan memasak banyak makanan untukmu dan cucuku!" Mama mencium dahiku. Ah, Mama, kau tahu saja jika putrimu ini sedang lapar.
***
"Valko, aku bisa berjalan sendiri. Aku bisa berjalan sendiri! Kakiku baik-baik saja!"
Kucoba menolak tindakan Valko. Dia menyuruhku duduk di atas kursi roda sejak dari rumah sakit. Aku baik-baik saja padahal. Kakiku masih kuat untuk berjalan. Saat tiba di rumahku, dia masih saja memaksaku duduk di atas kursi roda.
"Kenapa kemari? Aku mau ke kamarku!" protesku.
"Sudah, di sini saja! Aku tak mau kau kelelahan karena naik turun tangga. Bagaimana jika kau terpeleset saat naik atau turun tangga? Sudah, di sini saja. Aku akan meminta pengawal memindahkan barang-barang di kamarmu kemari."
"Tapi ...." protesku lagi.
__ADS_1
"Sst! Sayangku, jangan membantah. Aku tak suka jika dibantah. Nah, biar kugendong kau!"
Valko langsung menggendongku. Dia memindahkanku ke atas tempat tidur berukuran besar itu. Astaga! Padahal jaraknya tak jauh. Aku bisa berjalan sendiri.
"Nah, sudah." Valko menutup pintu di kamar ini. Dia langsung memelukku. Wajahku dicium berulang kali. "Aku tak tahu harus mengatakan apa, Zeta. Tapi aku merasa bahagia dan bersyukur. Aku akan jadi ayah! Rasanya seperti menang lotre tapi lebih bahagia!" Valko mencium perutku. "Nak, jangan nakal ya. Jangan buat ibumu susah. Dia sudah sering muntah saat ini! Cepatlah besar, Nak! Kakekmu, Nenek, dan Ayah sudah tak sabar untuk menyambut kehadiranmu!"
Valko mengelus-elus perutku. Kenapa rasanya jadi terharu ya. Dibalik tingkah konyolnya ternyata dalam diri Valko sudah ada jiwa seorang ayah. Terdengar suara dering telepon. Rupanya itu berasal dari smartphone Valko. Valko langsung mengeluarkan smartphone-nya.
"Halo, Opa. Iya, benar. Zeta hamil. Opa akan punya cicit. Opa, jangan khawatir, Zeta baik-baik saja. Apa? Opa Dedy mau berkunjung? Iya, boleh. Aku sedang ada di rumah orang tuanya Zeta. Ya, Zeta ingin makan masakan Mamanya ...."
Rupanya Opa Dedy yang sedang menelepon. Opa Dedy dan Oma Wulan kan tinggal di daerah pegunungan, lumayan jauh dari sini. Cepat sekali berita ini menyebar. Ah iya, seharian aku belum membuka smartphone-ku. Ada berita apa saja ya? Kubuka smartphone-ku yang diletakkan Valko di dekat meja kecil samping tempat tidur.
"Wah! Akhirnya release!" teriakku bahagia. Ada Music Video dari boyband idolaku. Ada salah satu biasku yang manis dan semakin memesona di penampilan comeback-nya kali ini. "Ah! Tampannya!" Mataku tak bisa berpaling dari wajah manis itu. Rambutnya gondrong sebahu sama seperti Valko. Di Music Video sebelumnya rambutnya dicat pirang. Sekarang dicat warna pink.
"Zeta!" nampak Valko sudah berkacak pinggang. "Siapa yang kau sebut tampan, huh?" Hihihi, dia pasti marah karena aku menyebut orang lain tampan. Sesuatu terpikirkan di kepalaku.
__ADS_1
"Boyband idolaku, Hubby." Kutunjukkan smartphone-ku. "Hubby, bagaimana jika rambutmu dicat juga?"