Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 43 - Akan Pergi....


__ADS_3

"Aku tak mau pergi jika kau tak menjawab dengan jelas!"


"Ya sudah, tidurlah di sini seharian. Aku akan pergi sendiri. Padahal aku ingin pergi ke tempat yang bagus!" ucap Valko sambil berlalu pergi. "Aku akan kembali lagi besok. Jadi, tinggallah sendirian di sini," Valko menengok ke arahku. Jika aku ditinggal sendirian, ehm...bagaimana jika nanti ada hujan deras dengan petir lagi? 😢


"Tunggu, aku ikut!" ucapku sambil bangkit berdiri dan memegangi selimut.


"Biarkan aku membantumu mandi...." mata Valko berkilau licik.


"Tak perlu, tak perlu, Cayang...." kutolak dia secara halus. Aku segera mengambil baju ganti. "Ehm...kakiku sudah membaik. Aku tak mau mengotori jasmu yang indah itu," aku tersenyum ke arah Valko. "Valko!" teriakku. Sial, dia malah menggendongku.


"Kenapa? Mengapa kau masih malu-malu? Aku sudah pernah melihat semuanya!" bisik Valko.


"VALKO!" teriakku. Telingaku geli mendengarnya. Dia semakin pandai menggodaku. "Turunkan aku! Jasmu bisa kotor dan basah!" protesku.


"Aku masih punya jas cadangan!" Valko tetap tak mudah didebat.


Sudahlah, lebih baik aku diam. Tubuhku dibaringkan di dalam bathtub. Kuletakkan handuk dan baju ganti di lantai.


"VALKO!" teriakku. Valko tiba-tiba menarik selimut itu. Hiks, dia semakin agresif dan jahilnya semakin ekstrim.


"Kenapa kau berteriak? Aku hanya membantumu melepas selimut itu," mata Valko berkilau licik.


Sial, jika kakiku tak sakit pasti aku sudah meloncat dari gendongannya sebelum masuk ke kamar mandi ini. Air mulai memenuhi bathtub, Valko menyalakan keran air hangat. Dia juga menuangkan sabun cair untukku. Sudahlah, seperti hal ini belum pernah terjadi saja 😧.


Aku akhirnya mulai mandi. Anggap saja Valko tak ada, Zeta! Anggap dia hanya patung atau benda mati! Kusugesti pikiranku dengan kata-kata itu berulang kali. Aku menghela napas, tetap saja aku kaku saat mandi.


Meski sudah tak melihat ke arah Valko tapi bisa kurasakan matanya terus menatap ke arahku. Tiba di saat yang paling ehm...menggelikan. Air dalam bathtub mulai kubuang. Bisa kurasakan mata Valko semakin tajam menatapku.


Apa kemarin kau belum puas? 😭 Kenapa sih harus menemaniku mandi? Dasar Serigala Menyebalkan! 😭 Aku pun mengeringkan tubuhku lalu berpakaian. Pandangan Valko sudah tak kupedulikan lagi. Meski sebenarnya saat ini aku masih merasa geli dan malu.

__ADS_1


"Nampaknya kau sudah selesai mandi!" Valko mengangkatku dari dalam bathtub.


"Apa kau tidak merasa lelah atau merasa berat?" tanyaku penasaran. "Kau terus menggendongku sejak beberapa hari yang lalu."


"Tidak, kau begini karena aku. Sudah kubilang kan aku akan menjadi kakimu," Valko menatapku. "Kau termasuk kekurangan makanan. Kau sangat kurus, ringan seperti kapas bahkan mungkin bulu!" ucap Valko lagi.


Kalimat terakhirnya bisa jadi sebuah pujian, jika kalimat pertama itu tak ada. Aku dikatakan seringan bulu, bukan karena langsing tapi karena kekurangan makanan 😔. Sudahlah, aku malas berdebat dengan Valko.


"Kau memanggil MUA (Make Up Artist) kemari?" aku terkejut. Di kamar ini nampak tiga orang wanita serta berbagai peralatan make up. "Apa gaun itu untukku?" di salah satu sudut kamar ada gaun berwarna soft pink yang panjangnya mencapai mata kaki. Gaun itu dihiasi dengan kristal swarovski warna putih serta renda-renda pada bagian rok. Kristal swarovski itu membentuk notif bunga mawar putih pada bagian dada hingga ke depan gaun.


"Aku ingin kau terlihat cantik, kita akan pergi ke suatu tempat yang spesial," Valko menurunkanku di kursi, tepat di depan kaca kotak rias itu.


Tempat spesial? Kemana ya Valko akan membawaku pergi? Berbagai fantasi berseliweran di kepalaku. Para MUA itu segera meriasku.


"Ayo makan!" Valko menyerahkan roti tawar padaku. "Selagi kau dirias, makan sarapanmu!" Valko nampak sudah menggigit roti tawar yang dipegangnya.


"Tata rambutnya agar terurai tapi tak terkesan lepek!" perintah Valko.


Aku mulai dirias dengan berbagai jenis produk make up. Rambutku juga mulai ditata dengan hairstyle sesuai request Valko. Akhirnya, make up-ku selesai. Riasannya terkesan flawless tapi tetap elegan. Ehm...MUA ini keren, aku sebenarnya memakai make up tapi hampir terlihat tak memakai riasan.


"Waktunya memakai gaun, Nona!" ucap salah satu MUA.


Salah satu MUA memegangkan gaun itu. Dua MUA yang lain membantuku berdiri. Telapak kaki kananku masih sakit. Aku tak bisa berdiri tanpa berpegangan pada benda lain. Ketiga MUA itu membantuku berganti pakaian menjadi gaun itu.


"Tuan, semua sudah siap!" Sekretaris May nampak masuk ke ruangan ini.


"Ehm...." sahut Valko singkat. Valko mendekat ke arahku, dia mengangkat tubuhku lagi ke gendongannya.


"Aku bisa berjalan sendiri dengan tongkat penyangga," aku berusaha turun dari gendongan ini. "Kakiku sudah cukup membaik."

__ADS_1


"Lukamu hanya mengering, belum sembuh sepenuhnya. Jika aku membiarkanmu berjalan sendiri hanya akan memperlambat proses penyembuhan dan membuang waktu!" tolak Valko.


"Kau bisa mendudukkanku di kursi roda," ucapku lagi.


"Gaunmu bisa lecek, tahu!" balas Valko.


Hm...dia semakin sulit didebat sekarang. Aku pun menurut saja sambil merangkulkan tanganku di lehernya. Aku dibawa keluar dari gedung ini.


"Tutup matamu!" ucap Valko.


"Kenapa aku harus menutupnya?" protesku. "Kau mau menjahiliku, ya?" aku mulai curiga.


"Ck! Menurutlah! Jika aku ingin menjahilimu untuk apa aku susah-susah menyewa MUA dan memberimu gaun dengan kristal swarovski yang mahal!" sahut Valko ketus.


Benar juga, sih. Jika dia menjahiliku untuk apa mengeluarkan usaha sesulit ini. Mataku akhirnya kututup.


"Jangan mengintip!" perintah Valko lagi.


"Iya, iya!" balasku. Apa ya kejutan yang disiapkan?


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2