Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
Meminta Waktu Untuk Berfikir


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan oleh Addry. Kini telah mendarat sempurna ditempat penjual nasi goreng kaki lima


Sebelum sampai tadi, Addry sebenarnya ingin mengajak Fatimah makan di restoran yang memiliki pemandangan indah untuk dilihat, tapi ternyata Fatimah malah bersikeras mengajak Addry untuk makan di tempat mereka berhenti sekarang


Addry langsung memesan dua porsi nasi goreng dan es teh dingin sebagai pendampingnya


Pria itu tersenyum melihat Fatimah sedari tadi selalu senyum-senyum. Apakah sebahagia itu Fatimah memakannya? Pikir Addry


"Berapa Pak?"


"30 ribu Nak,"


Addry membuka dompetnya dan mengambil satu lembar uang


"Ini Pak,"


"Iya Nak, sebentar" ucapnya ingin mengambil uang untuk kembaliannya


"Tidak usah Pak," tolaknya


"Sudah tidak usah Pak, itu rezeki untuk bapak.." tolak Addry, dia sudah tau pasti sang bapak itu akan mengembalikan uangnya. Padahal itu memang dia sengaja


"Eh, ini mah kebanyakan Nak.." katanya kaget melihat Addry yang memberinya uang 100 ribu


"Sudah ambil saja Pak,"


"Alhamdulillah, baiklah Nak. Semoga berkah juga untukmu Nak,"


Didalam perjalanan mereka masih terdiam, Fatimah memikirkan perubahan sikap Addry yang begitu tulus menolong bapak tua, penjual nasi goreng tadi, sedangkan Addry memikirkan bagaimana cara mengungkapkan apa yang ingin dia katakan sedari tadi


"Eh! Mas kenapa kita berhenti di taman?" tanyanya saat mobil berhenti di taman yang begitu indah dengan tempat duduk yang dihiasi oleh bunga di sekitarnya di tambah lampu terpancar indah di dekatnya


"Ada yang mau aku katakan kepadamu,"

__ADS_1


Mereka duduk di tempat duduk tersebut, kini Fatimah diam. Dia akan mendengar dulu apa yang akan Addry katakan kepadanya


"Dek,"


"Iya ada apa Mas, katakan saja"


"Baiklah," sebelum mengungkapkan isi perkataan yang telah bersarang di otaknya


Addry menghembuskan nafasnya


"Dek, Mas tidak ingin berbasa basi lagi," Fatimah hanya diam dan mengangguk saja


"Apakah kamu mau memberikan Mas kesempatan untuk kembali bersama?"


"Mas berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang telah terjadi, apakah kamu mau anak kita menjadi korban keegoisan orang tuanya" ucapnya


Maafkan Ayah Nak, kamu malah menjadi terseret dalam urusan Ayah dan Bunda. Batinnya


"Mas, juga tau jika kesalahan yang telah Mas lakukan membuat hatimu terluka. Bahkan pasti sulit untuk di perbaiki, tapi Mas akan mencobanya untuk membuat luka itu sembuh dengan perlahan. Walaupun tidak seutuhnya kembali seperti semula. Maafkan diri Mas jika banyak salah kepadamu selama kita menjadi suami istri, tapi bukankah Allah saja Maha Pemaaf,"


*


*


*


"Assalamu'alaikum Mas," langsung menutup pintu mobil Addry dan berjalan menuju gerbang rumahnya, tapi sebelum itu. Addry mencegatnya terlebih dahulu


"Ada apalagi Mas?" tanyanya tepat di hadapan Addry


"Mas tunggu satu Minggu sesuai dengan janjimu, tapi jika memang kita tak bisa bersama. Mas akan mencoba ikhlas,"


"Iya Mas, sudah aku harus masuk. Sudah terlalu lama Shakinah ditinggal,"

__ADS_1


"Baiklah, aku tunggu kabar gembiranya!" serunya dan menunggu dulu sampai Fatimah hilang dari pandangannya


"Bi, apakah Ayah dan Bunda sudah tidur?" tanya Fatimah melihat Bibi yang sedang mengambil gelas bekas kopi di depan tv


"Tuan ada diruang kerjanya Non, tapi Nyonya ada di kamarnya Non,"


Fatimah mengangguk


Ceklek


"Assalamu'alaikum,"


"Waalaikumsalam," jawab Bunda dengan nada pelan takut sang putri terbangun dari tidurnya


Fatimah terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur


"Bagaimana ?" tanya Bunda dengan kepo


"Apanya Bun?" pancing Fatimah


"Ya soal hubungan kalian?"


Sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan senyum, karena dia tau jika sang Bunda sangat berharap mereka tak jadi berpisah


"Satu minggu!"


"Apanya satu Minggu Nak, kamu jangan main tebak-tebakan sama Bunda dong," desaknya


"Ih Bunda kepo banget ingin tau,"


"Iya dong, makanya kasih tau!"


"Aku minta satu Minggu untuk memutuskan keputusan yang tepat,"

__ADS_1


* *


"Semoga nanti kita kembali bersama di rumah ini," ucap seseorang


__ADS_2