Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 117


__ADS_3

Syakila kaget melihat orang-orang yang ingin bertamu dengannya


"Papa, mari masuk Pa.."


"Ayah dan Bunda ada di dalam Pa.." terangnya, dia yakin jika Papa Hendra itu mau menemui Ayahnya


"Papa masuk ya..!" ucap Papa tersenyum


"Silahkan Pa.." ujarnya membuka pintu lebar-lebar, Papa Hendra berjalan dan langsung masuk ke dalam rumahnya besan dia


"Mas sama Mas Tomi enggak mau masuk gitu..?" ucapnya mengagetkan Addry dan Tomi, terutama Addry yang masih diam mematung di sana


"Mas"


"Eh! Kamu mengagetkan aku saja Dek.."


Dia mengusap dadanya yang masih saja berdebar karena cinta, terpesona dan kaget alami karena suara yang begitu lembut itu masuk kedalam telinganya


"Makanya jangan suka ngelamun Mas. Kebiasaan..!"


Fatimah menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tersenyum, sepertinya kebiasaan itu sudah melekat sempurna di dirinya addry


"Ih! Tau sekali kebiasaan aku. Masih ingat banget ya..?" menggerak-gerakkan alisnya, menggoda Fatimah adalah suatu kegiatan yang sangat dia sukai

__ADS_1


"Ya! Iyalah. Apapun masih ku ingat dengan-"


Opss..


Fatimah langsung menutup mulutnya yang hampir keceplosan. Addry tersenyum jahil mendengarnya


"Wah! Berarti nama Mas masih terukir indah ya di dalam ini.." ucapnya menunjuk dada kirinya di hadapan Fatimah, wanita itu memilih diam saja tanpa mau menjawab perkataan dari Addry, sedangkan pria itu masih dengan jahilnya mendekati Fatimah. Tanpa mengikis batasan mereka


"Hemm.."


Lantas mereka melihat kebelakang karena mendengar deheman dari seseorang yang mengganggu aktivitas mereka


Addry mengepalkan kedua tangannya, ingin rasanya dia menghampiri Tomi dan ngebukin pria itu


Ya iyalah Nona, kalian aja yang enggak tau aku masih disini. Bagaimana tidak kalian pasti menganggap aku seperti patung. Huh! Nasib-nasib. teriaknya, tapi hanya didalam hati saja. Tanpa bisa meluapkan melihat adegan mesra mereka


"Iya Nona kalau boleh jujur, kaki saya sudah pegal karena masih berdiri. Apalagi di suguhi oleh pemandangan seperti ini. Buat saya iri.. " ucapnya dengan menggerak-gerakkan kakinya. Agar terlihat memang pegal


"Maaf ya Mas, mari masuk .."


Fatimah mempersilahkan Tomi masuk, tapi sebelum masuk. Tomi dengan jahilnya tersenyum samar kepada Addry"


Fatimah merasa bersalah kepada Tomi. Tanpa sadar pergi meninggalkan Addry yang masih diam disana. Dia melongo karena Fatimah berjalan mengikuti Tomi dan dia malah di tinggak

__ADS_1


Fatimah mempersilahkan Tomi masuk dan disusul oleh Addry dan Fatimah, tapi sebelum masuk. Tomi dengan jahilnya tersenyum samar kepada Addry


Sialan kau Tom, tunggu saja nanti. Ku potong gaji mu heh.!


Setelah semuanya kumpul, Papa mulai dulu angkat bicara kepada mereka untuk memperjelas hubungan antara meere


"Begini, terlebih dahulu kami minta maaf besan. Kedatangan kami disini ingin mengatakan tentang pernikahan anak kita kembali..!" ujar


Papa


"Karena waktu malam kemarin-kemarin. Fatimah sudah mau mengambilnya


"Apakah kamu sudah menerima sepenuhnya anak Papa Nak..?" kali ini Papa bertanya kepada Fatimah untuk memastikan bahwa pilihan Fatimah sudah tepat


"Kalau aku, ku serahkan semuanya kepada Fatimah. Kali ini aku tidak mau lagi ikut campur urusannya, Hend. Selagi keputusannya masih benar dan kamu, Bun. Bagaimana..?"


"Aku juga, sama sepertimu.."


"Bagaimana Nak..?" tanya Papa kepada Fatimah karena keputusan Ayah dan Bundanya sudah mereka serahkan semuanya kepada Fatimah


"Aku-aku, keputusanku sudah jelaskan! Aku sudah menerima Mas Addry kembali.." ucapnya dengan mantap kepada Papa


Hati Addry kembali berdetak kencang karena Fatimah. Sudah benar-benar Meu menerimanya kembali. Kali ini jantung Addry benar-benar bergerak cepat mendengar perkataan tegas dari Fatimah

__ADS_1


__ADS_2