
"Mas berangkat kerja dulu ya Dek.."
"Dan untuk Baby, Ayah berangkat dulu. Jangan nakal di perutnya Bunda ya! Kamu kan anak yang Sholeh dan Sholehah.."
"Sholeh dan Sholehah..?" ucap Fatimah dengan bingung apa yang dikatakan oleh Addry
"Iya Dek kan kita enggak tau jenis kelaminnya apa. Jadi mas katakan saja begitu.."
"Hem iyalah terserah Mas.."
"Uh gemesnya, Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam..."
Fatimah melambaikan tangan dan Addry dapat melihatnya dari kaca spion. Satu tarikan bibirnya melengkung ke atas menandakan jika pria itu tersenyum
Sungguh perlakuan Fatimah selalu membuatnya menghangat. Begitulah awal mula cinta mereka
"Halo..." ucap Addry yang kini memberhentikan mobilnya di pinggir jalan
"Hai, lama tak jumpa..."
Apa, suara ini!
Iya Addry hapal betul suara ini walau sudah lama tak berjumpa
"Bagaimana kehidupan kalian. Apakah bahagia..?"
"Bahagia tidaknya itu bukan urusanmu.."
"He he, iya benar katamu, tapi kurasa kalian bahagia.."
"Cuma aku sendiri yang menderita..."
"APAKAH KALIAN TAU, AKIBAT DARI PERTENGKARAN ITU. AKU KEHILANGAN ANAK KU DAN ITU SEMUA KARENA MU..." Addry memejamkan mata saat mendengar suara teriakan dari seberang sana
"Maaf jika tak ada kepentingan, saya tak bisa meneladani..." Addry langsung mematikan sambungan telepon. Bukan karena tak sanggup mendengar teriakan itu karena cinta itu salah besar. Addry mematikannya secara sepihak karena dia tak mau lagi berurusan dengan wanita itu lagi
Sepertinya dia tertekan, tapi itu bukan urusanku lagi. Semoga nanti kamu berubah. Batinnya melihat layar ponselnya yang kini telah mati
🥀🥀🥀🥀🥀
"Arghhhhh"
Pram berlari tergesa-gesa saat mendengar suara erangan seseorang dari kamar mereka sudah dapat dipastikan jika itu suara Bianca kekasihnya
"BI, tenang..."
"Tenang, TIDAK AKU TIDAK BISA TENANG. MEREKA BAHAGIA SEDANGKAN AKU DAN ANAKKU MENDERITA. TEPATNYA ANAKKU MATI PRAM. AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN MEREKA SETELAH MEREKA MERASAKAN APA YANG AKU RAS..A..AKAN..." suara Bianca melemah karena Pram menyuntikan obat penenang kepada kekasihnya
Sebelum berlari tadi Pram memang sempat membawanya. Karena semenjak kepergian anak mereka, Bianca sering mengamuk. Sebenarnya Pram ingin membawa Bianca ke Psikiater untuk bisa membuat kekasih kembali seperti semula, tapi itu semua belum terwujud karena Bianca masih belum mau di ajak keluar
BI kenapa kamu bisa jadi gini sih! Aku berharap kamu bisa kembali seperti semula. Agar kita bisa memulai mulai dari nol. Aku yakin ini pasti akibat dari dosa-dosa yang telah kita perbuat. Ya Tuhan pantaskah Hamba memohon ampun kepadaMu. Hamba begitu hina, tapi Hamba mohon ampun kepadaMu. Ucap batin Pram, pria itu menyesal apa yang telah mereka perbuat dan kini Pram mencoba memperbaiki diri
🥀🥀🥀🥀🥀
"Selamat pagi Dinda...!" ucap Azmi yang baru saja sampai membuat Dinda berdiri saat atasannya menyapa dia
"Assalamualaikum..."
"Eh! Waalaikumsalam.." Azmi salah tingkah karena tak mengucap salam terlebih dahulu
"Apakah tidurmu nyenyak tadi malam..?" Dinda bingung 😕 kenapa akhir-akhir ini sifat sang atasannya berubah
Ada apa dengan Pak Azmi. Apakah beliau salah minum obat kah..? Ah! Terserahlah bukan urusanku...
"Hei! Kamu belum jawab pertanyaan ku Din..!"
"Iya ya yang mana Pak.."
Ah! Berarti dari tadi dia tak mendengar apa yang aku katakan. Niat hati ingin mencoba, tapi apa ini. Sebenarnya Azmi belum bisa melupakan Fatimah, entah kenapa sulit sekali melupakan wanita itu
"Oh iya saya tau.." Dinda langsung memotong Azmi yang baru membuka mulut untuk mengulangi pertanyaannya tadi
"Alhamdulillah Pak nyenyak.."
Masya Allah datarnya! Enggak seperti cintaku kepada Fatimah yang selalu tinggi turun
"Apakah ada lagi yang ingin Bapak tanyakan..?"
"Ah! Tidak, ya sudah aku ke ruangan ku dulu.." dibalas anggukan oleh Dinda
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀
"Lama-lama di rumah buat aku suntuk.."
"Apa ya yang harus aku lakukan..."
"Melakukan hal yang lain tak di perbolehkan..." padahal Fatimah ingin sekali berkutat di dapur atau berkebun kembali, tapi kini sudah di larang semua oleh suaminya. Semenjak mereka habis dari rumah sakit
Mata cantik itu pun menelusuri setiap ruangan kamar untuk melihat apa yang bisa di gunakan untuk mengusir segala ke suntukannya ini
Kedua mata Fatimah langsung mengunci saat melihat gitar kesayangannya yang telah lama tak di pergunakan ya. Mungkin jika di hitung semenjak dia hamil ya hamil..!
"Masya Allah gitar ku, akibat tak pernah di mainkan jadi gini..." ucapnya mengambil tisu di atas nakas meja langsung mengelapnya pada gitar untuk membersihkan debu yang sudah banyak menumpuk
"Nah ini baru cemerlang.." puas setelah melihat gitarnya bersih. Fatimah memposisikan ponselnya untuk merekam dia saat menyanyi nanti
Bunyi senar gitar pun mulai terdengar saat sang empunya mengetes suara pada gitar tersebut
🎶
Muhammad Nabina
Binuru hadina
Min Makkah habibi nuru
Sata'al Madinah
Min solla solatuh
With'halab sifatuh
Ya bakhtilif duluh ma'shi
Muhammad Nabina
Binuru hadina
Min Makkah habibi nuru
Sata'al Madinah
Min solla solatuh
Wit'halab sifatuh
Ya bakhtilif duluh ma'shi
Ya imamna ya amin
Ya sanad lil muslimin
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya-bna Abdillah
Tammiti risalah tamam
Wal habib miskil khitam
Thul hayati wufsolati
Bada'a solli waro
Muhammad Nabina
Binuru hadina
Min Makkah habibi nuru
Sata'al Madinah
Min solla solatuh
Wit'halab sifatuh
Ya bahtilif duluh ma'shi
Min awwil yaumfa 'umri
Sam'atabu ya 'ummi
__ADS_1
Bi sollu 'alaik
(Allahumma solli 'alaik)
Habbibni fil iman
Hassisni bil aman
Wata'alat thibi
(Allahumma solli wasallim wabarak 'alaih)
(Allahumma solli wasallim wabarak 'alaih)
Nafsi ashufak fil manam...
(Ya Rasulallah)
Waabki 'ala kitfak wanam...
(Ya Habiballah)
Wanul sharaf lu'a sohbitak
Wakhatti fi s'fuf ummitak
Wat'hama fik
Muhammad Nabina
Binuru hadina
Min Makkah habibi nuru
Sata'al Madinah
Ya habibi Ya To-ha
Ya nagat mil mataha
Ghayyart ad-donya fa 'inina
Bin lilau dhu'haha
Min solla solatu,
Wit'khalab sifatu
Ya bakhtil-lif dhulou m'ashi,
Yushfa'alu fi mamatu
Fatimah tersenyum puas saat melihat hasil video lagu yang direkamnya tadi
🥀🥀🥀🥀🥀
"Tuan.."
"Hem, ada apa Tom..?"
"Tuan Wiliam ingin bertemu dengan Anda.."
Kenapa! Bukankah baru beberapa hari sudah kami bertemu..?
"Ada apa Tom.."
"Saya tidak tau Tuan, kata beliau ingin bertemu langsung dengan Anda.."
"Baiklah dimana dia ingin bertemu..?"
"Di Restoran X.."
"Oke, jam berapa.."
"Kata beliau kapan Anda bisa Tuan.."
"Baiklah, katakan kepadanya kalau bisa sekarang karena siang nanti saya mau pulang.."
"Baiklah Tuan, saya permisi.."
"Hem..."
__ADS_1
Ada apa, kenapa akhir-akhir ini Pria itu terus ingin bertemu...
Addry tau apa perangai pria tersebut yang suka kepada istri orang, tepatnya pada istri rekan kerjanya. Karena sudah banyak kasus yang Addry dengar saat mereka telah menekan kontrak. Kalau Addry sudah tau dari awal mana mau dia menerima pria tersebut sekalipun dia perusahaan yang besar seperti Addry