Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 37


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


Tok tok....


"Masuk..."


"Maaf pak ini berkas tentang perkara penceraian..." Dinda menyerahkannya kepada Azmi


"Iya Din makasih...." setelah itu kembali memeriksa berkas lain


"Kalau begitu saya pamit keluar pak..." Di Angguknya kepala Azmi


Drt.....


"Halo...."


"Kita makan yuk. Entar siang di cafe biasa..."


"Baik..."


"Ya elah AZ, loh datar bener jawab pertanyaan gue..." protesnya


"Terus gue harus kayak gimana sih Dion..." ucapnya dengan kesal


"Ha ha emosian sekali Lo men. Ya sudah gue tunggu nanti..."


Tut Tut.....(panggilan berakhir)


"Hufttt...." Azmi bingung dengan sahabatnya itu. Suka telpon dulu dan juga semaunya memutuskan sambungan. Daripada pusing mikirinnya.


Mending aku lanjuti ini saja....


🍃


Dughhh (Bunyi mobil bagian depan seperti sedang menabrak sesuatu)


"Apakah tuan baik-baik saja..."


"Alhamdulillah Tom..."


"Maaf tuan atas kesalahan saya..." ucap Tomi dengan menundukkan kepalanya


"Iya-iya lain kali hati-hati. Oh iya Tom, coba periksa bagian depan apa yang telah kita tabrak..."


"Baiklah tuan..." Tomi turun dari mobil untuk mengecek apa yang tadi sempat di tabraknya sampai menimbulkan suara


"Astaghfirullah..." ucapnya dengan lirih. Melihat ada seorang pria yang sedang terduduk dan kopernya sudah jauh terpental. Untung saja saat ini jalanan agak lumayan sepi


"Maaf tuan. Atas kecelakaan ini..." Tomi langsung membantu pria itu berdiri. Saat ini pria itu sedikit terluka di bagian telapak tangan dan lutut kaki


"Tidak apa-apa tuan..." ucapnya dengan sopan sembari menampilkan senyum


"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit tuan. Untuk periksa apa ada yang lebih berbahaya..." Agak lebay


"Tidak apa-apa tuan. Ini cuma luka kecil..."


"Bagaimana Tom.." ucap Addry keluar memakai kaca mata hitam


Bagai di sambar petir di siang bolong. Addry tau siapa pria ini. Ya di adalah selingkuhan istri keduanya yaitu Bianca


"Maaf tuan atas kesalahan Asisten saya..."


"Iya tuan..."


"Saya juga minta maaf. Kalau bukan tadi saya sibuk dengan hp mungkin kecelakaan ini tak akan terjadi..." tambahnya

__ADS_1


Setelah urusan selesai Addry langsung melajukan mobilnya ke perusahaan. Sedangkan pria tadi dengan senang hati menuju apartemen nya untuk menunggu kedatangan sang kekasih. Karena tak sempat menjemputnya di bandara tadi


🍃


Tok tok....


Kebetulan Fatimah saat ini duduk di ruang tamu. Jadi dia sendiri yang membukakan pintu


"Assalamualaikum..." ucap Mama Mirna sambil menenteng sebuah boks makanan


"Waalaikumsalam Mama..."


"Mari masuk Ma. Sini biar Fati yang bawahnya.."


"Enggak usah nak..."


Mama Mirna langsung berjalan menuju dapur dan mulai sibuk mengeluarkan bawaannya tadi


"Masya Allah Ma..." ucapnya dengan berbinar melihat apa yang telah di bawah oleh mertuanya tadi


"Kamu suka nak..?"


"Iya Ma, suka banget malah.." Mama Mirna hanya geleng-geleng kepala melihat Fatimah yang hampir saja meneteskan air liurnya. Saat melihat rujak dan lain-lain khusus untuk ibu hamil


"Ya sudah ayo kita makan di depan televisi tadi..." Fatimah pun membantu sang mertua membawa makanan yang telah di sajikan tadi di bantu juga dengan BI Sum


"Ayo nak di makan. Bibi juga atuh makan makanan nya..." tawarnya


"Makasih nyonya...."


"Ayo BI makan.. " ajak Fatimah


"Maaf non, Bibi masih ada kerjaan di belakang..."


"Nak bagaimana keadaan calon cucunya Mama..?" Fatimah langsung memberhentikan kunyahannya


"Alhamdulillah Ma, Baby nya baik..."


"Syukurlah kalau begitu Nak..."


"Nak, kamu beneran tak ada masalah apapun dengan Addry suamimu..?" ucapnya dengan hati-hati


"Enggak kok Ma. Selama ini mas Addry baik kok sama Fati..." dengan menampilkan senyum manis


"Tapi kenapa perasaan Mama. Khawatir deh sama kamu..."


*Deg...


'Maafkan Fati Ma. Bohong sama Mama, Fati nggak mau membongkar aib rumah tangga Fati sendiri. Selagi Fati bisa mengatasinya, Fati akan berjuang sendiri*...'


"Sudah Ma jangan banyak pikiran. Masa menuduh anak sendiri..." candanya


"Ish kamu ini..."


"Nak kamu mau nggak temenin Mama ke mall..?"


"Hemm bagaimana ya Ma, Fati kan belum izin sama Mas Addry..." ucapnya seperti sedang berfikir


"Sudah izin dulu sana..." Dorong Mama mertua


"Fati ke atas dulu ya Ma. Mau telpon Mas Addry dulu..." Di anggukin oleh Mama Mirna


Fati beranjak dari duduknya berjalan menaiki tangga dan sampai di kamarnya. Dia langsung mengambil handphone dan....


"Halo Assalamualaikum mas..."

__ADS_1


"---"


"Fati izin boleh nggak ikut Mama pergi ke mall mas..?"


"---"


"Iya Mas. Ingat makan siang nanti ya mas! Jangan di abaikan nanti sakit..."


"---" muka Fatimah langsung bersemu merah mendengar godaan dari suaminya


"Sudah ah, Mas Fati malu tau..."


"---" Addry masih saja sempat menggoda istrinya walaupun sekarang dia lagi ada kerjaan


"Sayang, ayo nanti siang panas..." ucap Mama Mirna di depan pintu kamar menantunya. Karena di tunggu-tunggu tidak keluar. Jadi dia memutuskan untuk menghampiri Fatimah


"Iya Ma, sebentar..." ucap Fatimah menjauhkan sedikit handphonenya dari hadapannya


"Mas sudah ya..."


"---"


"Iya mas, Assalamualaikum..."


"---" panggilan berakhir


Ceklek...


"He he he..." Fatimah cengengesan saat melihat wajah mertuanya yang lumayan lama menunggunya


"Sudah telponan ya...?"


"Alhamdulillah sudah Ma.."


"Ayo kita pergi Nak..."


"Iya Ma, ayo..." Fatimah langsung menggandeng tangan mertuanya itu. Tapi Mama Mirna menahannya di melotot kan matanya melihat penampilan Fatimah


"Kamu mau pergi pakai baju kayak gitu Nak..?" Seketika Fatimah langsung melihat penampilannya


"Astaghfirullah lazim. Fati ganti baju dulu ya Ma..." Fatimah malu dua kali dengan Mama mertuanya bagaimana tidak yang pertama dia lama menelpon suaminya tadi dan kedua ini dia masih memakai daster ya walaupun sudah mandi. Tadi Fatimah lebih memilih daster karena pikirnya dia hanya di rumah saja


"Iya-iya Mama tunggu di bawah ya!..."


Setelah selesai drama tadi. Akhirnya mertua dan menantu itu melajukan mobilnya ke Mall yang dituju tadi


🍃


Sedangkan di ruang kerja yang mewah. Tomi bergidik ngeri melihat Addry yang dari tadi masih saja senyum-senyum sendiri. Sejak berangkat kerja tadi dan hampir menyebabkan mereka kecelakaan karena Tomi yang masih setia melihat ekspresi tuannya


"Maaf tuan kalau saya sedikit lancang...?"


"Iya ada apa Tom .." telah sadar dari lamunannya


"Apakah saya perlu menyelidiki pria tadi..?" ucapnya dengan serius


"Hem, iya kau terus awasi kemanapun dia pergi.." ada semburat kemarahan yang terpancar di wajahnya Addry. Tomi sudah tau apa sebabnya


"Baiklah tuan..."


"Hem..." Tomi pun pamit permisi, setelah kepergian Tomi. Addry memikirkan renca sesuatu agar dia bisa lepas dari ceratan maut wanita itu


'Kita lihat saja nanti...'


Terus dukung Author ya! Biar tambah semangat up nya. Terima kasih atas dukungan dari kalian😊

__ADS_1


__ADS_2