Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 44


__ADS_3

Allahu Akbar....


-


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu...


Ya Robb, semoga setelah kejadian ini. Keluarga kecil kami dijauhkan dari cobaan dan ujian yang berat. Tapi jika itu memang harus kami hadapi dan tak bisa dihindari. Kami mohon kepadaMu semoga keluarga kami kuat sabar dan ikhlas dalam menjalaninya. Ya Robb kami memohon kepadaMu jadikanlah anak-anak kami nanti menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah. Aamiin


Fatimah langsung mendekati sang suami dan mencium tangan sebaliknya Addry juga meraih tengkuk sang istri dan mencium keningnya


"Mas sabar ya!" ucap Fatimah. Dia tau sangat sulit melepaskan orang yang dulu sangat dicintai. Walaupun dia berbuat salah


"Makasih dek, kamu memang istri yang baik dan Sholehah yang diberikan Tuhan untuk mas. Kamu dengan sabarnya menghadapi sifat mas yang sangat kejam sama kamu. Dan kini..."


"Iya mas, Jangan dilanjuti ya!"


Alhamdulillah, kesabaran ini berasal dari Allah mas. Jika tidak Allah restui. Mungkin dulu Fati nggak kuat mengahadapi mas. Benar kata doa ini 'Man Jadda Wajada' (siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan menemukan atau siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil). Dan kini Alhamdulillah yang ditunggu Fatimah. Akhirnya berbuah manis


"Dek hari ini kamu nggak usah masak ya! Biar mas aja yang masak.."


"Emang mas bisa masak..?" herannya


"Kamu meragukan seorang Addry Barack ya.." ucapnya dengan sombong


"Ih mas!.."


"Ha ha, kamu sih dek! Jangan tanya kalau urusan masak mas itu jagonya.."


"Ya sudah, Fati juga nggak sabar untuk cicipi masakan mas.." sembari mengelus perutnya


"Ya sudah ayo! Kita ganti baju dulu yuk!.." Fatimah langsung mengangguk


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuruni anak tangga. BI Sum bisa melihat bagaimana bahagianya keluarga kecil ini


Semoga Tuan dan Nyonya selalu bahagia dan di jauhkan dari segala yang dapat menghancurkan kebahagian Nyonya dan Tuan saat ini..



"Pagi Tuan dan Nyonya.." sambut BI Sum, saat kedua majikannya sudah berada di dapur


"Pagi juga Bi.." jawab Fatimah sedangkan Addry hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum


"Maaf Non. Bibi belum masak, soalnya baru balik dari pasar.." ucap sang Bibi saat Nyonya nya membuka kulkas


Fatimah langsung tersenyum mendengarnya


"Enggak papa kok Bi. Lagian hari ini mas Addry mau masak.." ucapnya dengan bangga


"Iya BI. Biar kami saja yang masak untuk hari ini. Bibi nggak papa kok kalau mau istirahat.." kini Addry yang menjawab


BI Sum pun permisi. Dia tak mau menganggu kemesraan majikannya itu. Setelah BI Sum pergi, Addry dan Fatimah pun mulai beraksi untuk menghancurkan isi dapur, eh salah maksudnya membuat isi dapur berantakan🤣


Bagaimana tidak, Addry dengan jahilnya mengoleskan tepung terigu ke muka sang istri yang fokus memotong wartel. Sontak Fatimah langsung kaget

__ADS_1


"Ini mas!.." ucap Fatimah dengan kesal. Saat melihat ada bekas tepung terigu di tangan Addry. Dia dapat menyimpulkan kalau tepung itu sudah mendarat cantik di wajahnya


"Dek nggak boleh kesal sama suami. itu dosa tau!..🤣" ucapnya sembari memegang perutnya karena sakit akibat tertawa


Saat melihat suaminya lengah, Fatimah langsung mengambil tepung terigu dengan mengumpatnya di tangan dan


Puk....


"Maaf mas!..." kini giliran Fatimah yang tertawa


"Dek tega kamu sama mas. Mas kan nggak banyak-banyak kayak gini menempelkan nya.." melihat kondisi wajahnya di wajan


"Uhh masakan mas. Memang mantap deh! Lain kali mas rajin ya masakin masakan untuk aku ya! Ya!.." dengan puppy eyes memohon kepada Addry


"Hem, alasan kamu dek. Biar nggak masakan kan kamu nya!.." ledeknya


"Ih Fati beneran mas. Masakan mas itu memang sangat enak.." dengan ancungan jempol


"Ini juga atas keinginan baby nya kok.."


"Iya-iya deh. Kalau sudah urusan baby, mas nurut deh!.." mengelus perut sang istri yang sudah sedikit menonjol


"Jadi kalau Fati yang minta. Mas nggak mau ngikutin nya?"


"Ya Allah dek. Mudah sekali sih baperannya!"


"Habis nya mas tu!"


"Apapun yang adek dan baby mau. Mas akan turutin semuanya. Karena kalian sangat berarti bagi Mas.."


"Iya. Dek!"


"Iya mas..?"


"Kamu nggak ada gitu. Kayak ibu-ibu hamilkan biasanya suka ngidam dek..?" Addry bingung selama kehamilan sang istri tak pernah minta yang aneh-aneh seperti kebanyakan ibu-ibu hamil lainnya


"Entahlah mas. Fati nggak pernah mau yang lain, tapi cuma satu. Fati ingin terus berada didekatnya mas.." memeluk erat suaminya


"Alhamdulillah, berarti baby-nya nggak nakal. Sehat terus ya nak didalam perut Bunda!"


"Iya Ayah.." ucap Fatimah menirukan suara anak kecil


"Sakit mas..." sembari mengusap hidungnya yang tadi di cubit oleh Addry


"Habisnya gemas lihat istri mas ini.."


🍃


🍃


🍃


"Ayo Baby, kita kembali ke Paris saja ya..!" bujuk Pram kepada Bianca. Tapi yang ditanya malah diam

__ADS_1


Tunggu pembalasanku Addry dan kamu wanita kampung. Kamu akan lebih merasakan rasa sakit ini. Berkali-kali lipat. Heh! Semuanya sudah hancur . Karierku dan hidupku dan itu tak akan kubiarkan kalian bahagia selamanya. Jadi berbahagialah saat ini, karena dimana waktu itu telah sampai. Ku pastikan kalian akan menangis menangisi kesalahpahaman itu. Batinya Bianca


"Baby!..."


"Baiklah..."


Hari ini mereka berdua melakukan penerbangan untuk kembali ke Negara Paris. Bianca wanita itu tersenyum devil di dalam pesawat. Dia tersenyum melihat pemandangan yang ada dibawah di mana tempat negaranya dulu


Tunggulah nanti!


Di Tempat lain


Tempatnya di Mall terbesar di kota, seorang gadis cantik yang sendiri berjalan menyusuri isi dalam mall tersebut


Kasian sekali kamu Dinda-dinda. Semenjak Sahabatmu menikah, kamu selalu sendiri. Tapi ia kan kalau menikah itu harus minta izin sama suami kalau mau keluar. Hem mungkin Fatimah tidak diizinkan untuk keluar. Secara kan dia hamil saat ini. Ih jadi kangen deh..! batinnya yang berbicara dan dia pun tersenyum. Sampai tak memperhatikan didepan dan


Duk...


Belanjaan orang yang di tabrak oleh Dinda pun berhamburan di lantai Mall


"Astaghfirullah lazim. Maaf kan saya Buk.."Dinda langsung mengambil belanjaan yang jatuh tadi yang di akibatkan olehnya


"Ini Buk.." Ibu itu pun mengambilnya dari tangan Dinda dan langsung tersenyum. Karena kesopanan seorang Dinda


"Makasih Nak.."


"Eh kenapa ibu bilang terimakasih kan salah saya. Seharusnya saya yang bilang minta maaf.." menundukkan kepala


"Sudah. Siapa nama kamu Nak?"


"Dinda Buk.."


"Nama yang bagus seperti orangnya..."


"Ah! Ibu bisa saja.." Entah kenapa mereka dengan sangat cepat akrab satu sama lain


"Kalau Ibu..?"


"Oh iya, ibu namanya Rina nak.."


"Eh! Kenapa kita bicara disini. Mending kita ke restoran situ saja..." tunjuk Ibu Rina dan langsung di anggukin oleh Dinda


Mereka pun sampai di sana dan memesan makanan


Drttt...(Bunyi handphone Ibu Rani berbunyi)


"Iya hallo, Assalamualaikum..."


"---"


"Iya nak, jemput ibu di Mall X.."


"---"

__ADS_1


"Baiklah, Assalamualaikum.."


"---"


__ADS_2