Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 25


__ADS_3

Malam ini Addry memilih tidur di sofa depan televisi sekalian nonton sepak bola kesukaannya. Bianca yang saat ini di dalam kamar mengamuk karena Addry tak sama sekali menyusul atau menenangkannya


"Aghrrrr..." teriak Bianca yang frustasi


"Kurang ajar si wanita kampung itu. Dia mulai mengibarkan bendera perang ya..." ucapnya mengepalkan tangan. Hingga telapak tangannya terluka karena kuku panjangnya


"Baiklah aku ada cara lain untuk membuat mas Addry kembali lagi kepada ku...!" ucapnya tersenyum mengerihkan


sedangkan di dalam kamarnya Fatimah


"Ya Allah kenapa Engkau merenggut lagi kebahagian ku. Baru sebentar hamba merasa di cintai. Tapi ini..." ucapnya memandang ke arah jendela


Fatimah memutuskan untuk keluar. Ia ingin melihat keadaan Addry yang tidur di sofa depan televisi. Fatimah hanya menggelengkan kepala


Saat melihat Addry yang masih menepuk kesana kemari tapi matanya masih terpejam. Lantas saja Fatimah selimuti tubuh suaminya dan mulai menyemprotkan cairan untuk mengusir serangga. mungkin akibat pintu utama masih terbuka


Setelah memastikan keadaan Addry sudah nyaman. Fatimah langsung mematikan televisi yang masih hidup tadi. Sebelum pergi Fatimah mencium kening suaminya terlebih dahulu...


"Selamat tidur suamiku..."


Saat Fatimah yang sudah memasuki kamarnya dan kini giliran Bianca yang turun. Sebenarnya dalam pikiran Bianca kalau Addry akan tidur di kamar wanita kampung yang sering dia katakan itu. Ternyata Addry memilih tidur di Sofa ruang tamu. Sungguh melihat pemandangan di depannya itu membuat hatinya sangat senang


"Hem ternyata kamu tidur di sini mas..." ucapnya tersenyum dan mulai merebahkan tubuhnya di lengan suaminya untuk ikut menggapai alam mimpi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Allahu Akbar ....


Allahu Akbar ....


Suara Adzan yang jelas dan lantang untuk membangunkan umat muslim. Agar cepat-cepat menjalankan perintahya


"Arghh.." erangan Addry saat merasakan tangannya yang kesemutan karena ditimpa oleh benda yang berat. Addry pun membukakan matanya untuk melihat apa yang menimpanya. Ternyata...


Ya Allah ternyata Bianca yang menyelimuti ku. Tapi apa Fatimah melihat kalau Bianca tidur disini bersamaku.Ucap batinnya merasa bersalah kepada kedua istrinya


Flachback on


sebenarnya yang membuat perubahan sikap Addry yang dingin terhadap Bianca bukan karena tidak cinta lagi kepadanya. Tapi ia marah karena melihat foto Bianca bersama pria lain


"Tuan ini laporan orang yang mengawasi nyonya Bianca..." ucap Tomi memberikan sebuah berkas kepada Addry dan Addry pun menerimanya


"Iya terima kasih Tom.." ucapnya dan Tomi pun pamit undur diri dari hadapan bosnya itu


"Tidak mungkin Bianca begini kelakuannya saat diluar sana.." ucapnya tak percaya


"Ini pasti cuma lawan mainnya. Mreka jalan mungkin hanya untuk menumbuhkan chemestry untuk sebuah film. Iya itu..." ucapnya menenangkan diri


Flachback off


"Bangun dek. Kita shalat dulu..."


"Hemm.." ucap Fatimah yang langsung duduk sambil mengucek matanya


"Iya mas..." ucapnya tapi mata asih saja terpejam. Sungguh melihat Fatimah begitu membuat Addry merasa gemas kepadanya


"Eh mas! Jangan Fati berat tau..."


"Enggak kok. malah ringan banget. Kalau nggak percaya. Mari kita buktikan..!" ucapnya sambil menaikan turunkan alis dan tersenyum misterius


"Apa sih mas..." Fatimah bingung apa yang dimaksud oleh suaminya ini


"Ya apa yang dikerjakan oleh suami istri loh dek..!" ucapnya dengan enteng

__ADS_1


Deg...


Sungguh Fatimah belum siap untuk melakukan kewajibannya. Karena trauma nya. Fatimah pun menundukkan kepalanya


"Sudah sana cepat wudhu nya. Nanti habis waktunya..." Addry tau apa yang dirasakan oleh Fatimah. Iya Fatimah dan Addry belum pernah melakukan hubungan suami istri. Kecuali waktu itu yang sampai saat ini membuat Fatimah jadi trauma


"Assalamualaikum wr wb..." ucapnya sambil menoleh dan diikuti oleh Fatimah


Ya Allah jadikanlah kami menjadi keluarga yang damai dan tentram. Jauh kan lah kami dari badai yang menerjang. Tapi kalau itu merupakan sebuah ujian. Buatlah iman kami kuat dalam menghadapinya. Aamiinn


"Mas..." ucap Fatimah mengulurkan tangannya untuk salaman kepada suaminya. Addry pun langsung menerima uluran tangan Fatimah. Dan dia pun mencium kening istrinya


"Mas mau makan apa hari ini...?"


"Apa aja dek. Apapun yang kamu masak pasti enak..." godanya


"Mas maaf kalau Fati be..."


"Sudah dek mas sudah tau dek. Tidak usah di ungkit lagi. Malah mas yang merasa bersalah. Sampai membuat mu jadi gini..!" potong Addry


"Nggak kok mas, Fati saja yang belum siap.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oh iya dek. Hari ini akan ada pembantu baru untuk bantu adek di dapur..." Fatimah bingung. Karena Addry yang tiba-tiba memberitahu kalau hari ini mereka kedatangan pembantu baru


"Tapi mas, Fati kan bisa sendiri.."


"Enggak mulai sekarang. Adek cuma melayani mas dan masak saja. Selebihnya baru bibik.."


"Ya deh!.." pasrahnya


"Ya sudah mas berangkat..."


"Waalaikumsalam..." balas Fatimah


Mobil Addry pun sudah tak terlihat lagi. Hingga Fatimah memilih menyiram tanaman bunganya. Setelah menyiram bunga, Fatimah yang baru saja selesai mandi. Langsung mengambil gitar kesayangannya dan langung memetik senar gitar dan menyanyi


(Lagu Musahabah Cinta)


Wahai pemilik nyawaku


Betapa lemah diriku ini


Berat ujian dari-Mu


Kupasrahkan semua pada-Mu


Tuhan, baru kusadar


Indah nikmat sehat itu


Tak pandai aku bersyukur


Kini 'ku harapkan cinta-Mu


Kata-kata cinta terucap indah


Mengalir berzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir-butir cinta air mataku

__ADS_1


Teringat semua yang Kau beri untukku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya Ilahi, Muhasabah cintaku


Tuhan, kuatkan aku


Lindungiku dari putus asa


Jika ku harus mati


Pertemukan aku dengan-Mu


Kata-kata cinta terucap indah


Mengalir berzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir-butir cinta air mataku


Teringat semua yang Kau beri untukku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya Ilahi, Muhasabah cintaku


Kata-kata cinta terucap indah


Mengalir berzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir-butir cinta air mataku


Teringat semua yang Kau beri untukku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya Ilahi, Muhasabah cintaku


Sungguh siapa saja yang mendengar suaranya pasti akan ikut terbuai suasana dalam menghayati lagu yang dinyanyikan oleh Fatimah


Setelah meluapkan nanyian nya di bawah pohon rindang yang berada di halaman belakang rumahnya. Fatimah pun memutuskan untuk kembali kedalam rumah. Karena merasa sudah agak lelah


"Hei..." Ucap Bianca yang baru saja bangun dari alam mimpi


"Iya mbak, ada apa ya!..." ucapnya dengan ramah


"Siapkan air untuk ku mandi..." ucapnya dengan enteng


"Maaf mbak Fati capek..." Biaca pun langsung tercengang mendengar jawaban Fatimah


"Kalau begitu Fati permisi ya..!"


"Hei ternyata kau sudah berani ya!.." ucapnya dengan berteriak. Melihat Fatimah yang tak menghiraukan panggilannya


Terus Vote ya karyanya Author biar tambah semangat up nya. Jangan lupa like and coment nya..


Terima kasih😊


Karena menyukai ceritanya yang masih banyak kekurangannya🍓

__ADS_1


__ADS_2