
"Hati-hati mas. Semangat kerjanya!.."
"Iya dek..." ucapnya dengan tersenyum
Addry melambaikan tangan kepada Fatimah. Fatimah pun membalasnya, hingga mobil suaminya itu hilang baru dia masuk kedalam rumah
tut.... (sambungan telpon tersambung)
"Halo. Assalamualaikum .."
"Waalaikumsalam... " jawab yang di seberang sana
"Din mau nggak temenin aku ke pantai..."
"Hem oke deh.."
"Tapi nggak ganggu waktu mu kan?.."
"Enggak, apa sih yang nggak buat kamu. Lagian juga aku kan penganggur Gkgkgk..." ucapnya tertawa riang. Padahal untuk apa membanggakan kalau diri tidak bekerja. ada-ada saja mbak Dinda ya😂
"Dasar kamu ini. Ya sudah aku siap-siap dulu ya..."
"Oke kalau begitu..."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..." Panggilan pun terputus
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tuan hari ini kita ada metting dengan klaen..." ucap Tomi setelah diizinkan masuk oleh Addry
"Oke jam berapa...?" ucapnya tapi masih fokus dengan berkas yang di periksanya
"Setelah jam istirahat Tuan..." Addry mengganggukan kepalanya sebagai jawaban. Tomi pun izin permisi keluar. Karena sudah menyampaikan pesan
Tok tok....
"Iya masuk..." ucap Addry
"Sayang...." ucap sang wanita. Sontak saja Addry mengangkat kepalanya. Sebenarnya dia sudah tau tapi hanya untuk memastikan. Ternyata benar dugaannya
"Kenapa kamu nggak kabari aku yang..."
"Maaf mas, aku pulangnya mendadak.."
"Lagian aku takut kamu sibuk. Makanya nggak ngabari hehe..." ucapnya tertawa
"Ya sudah kalau gitu. aku mau nerusin pekerjaan dulu ya. Soalnya nanti ada metting..." ucapnya dengan dingin
"Kamu kok gitu sih mas..." Bianca bingung dengan perubahan sikap Addry yang tiba-tiba
"Tapi mas..." Bianca terdiam saat melihat Addry yang sibuk kembali dengan berkasnya
"Ya sudah mas. Aku pulang dulu ya!.." ucapnya mengalah dan Addry hanya mengganggukan kepalanya
setelah Bianca keluar Addry pun menghela napas dengan kasar
"Huffttt..."
Aku harus berlaku adil. Biar Bianca dan Fatimah tak ada yang terluka. Ya itulah jalan satu-satunya. Ucap batinnya memikirkan jalan keluar dari suatu masalah. Tidak tahukah Addry jika bagaimana pun dia menyembunyikan bangkai pasti suatu saat nanti akan tercium baunya. Itulah kata pepatah
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Din kita kesitu dulu yuk..." tunjuk Fatimah disalah satu pondok tempat jual kelapa muda. Dinda menganggukan kepala saat melihat yang ditunjuk oleh Fatimah tadi
"Pak kelapa mudanya dua ya!..." ucap Fatimah kepada sang penjual
"Oke mbak..." ucap sang penjual ramah kepada Fatimah dan Dinda
"Eh Din. Aku beli snack dulu ya di san... " tunjuk nya mengarah ke warung kecil. Lagi- lagi Dinda hanya menganggukan kepala
Ampun deh bumil yang satu ini. Hobinya makan saja. Batin Dinda saat melihat banyaknya makanan yang dibawah oleh Fatimah
"Banyak sekali yang kamu beli Fati. Yakin habis..?"
"Iya kalau aku nggak bisa ngabisin. Kan ada kamu yang tukang ngabisinnya..." ucapnya dengan enteng
"Ih dasar bumil nyebelin..." ucapnya dengan muka cemberut dan Fatimah pun hanya tersenyum mendengarnya
Ting.....
suamiku:
Assalamualaikun, sudah sampai dek..?
Astaghfirullah Aku lupa chat mas Addry kalau sudah sampai. Batinnya
Balas Fatimah
Waalaikumsalam. Iya mas, maaf kalau Fati lupa chat tadi. ucapnya dengan rasa bersalah
Suamiku
Balas Fatimah
Iya mas. Waalakumsalam
"Suami mu Fat..?" tebak Dinda dan Fatimah menganggukan kepalanya
"Pemandangannya bagus ya Din.." sambil memandang ke arah laut
"Iya Fat.." mereka terlalu fokus melihat pemandangan laut sehingga tak menyadari kalau ada seseorang yang datang menghampiri mereka
"Boleh kah saya duduk nona..!" ucap pria itu
"Oh my god. Mas Azmi..." ucap Dinda dan Fatimah terkejut karena kedatangan Azmi
"Aku ada kegiatan disini jadi mampir. Tak tau nya ada kalian disini..." terangnya saat melihat wajah Dinda dan Fatimah yang terkejut tadi
Dan mereka hanya ber 'oh' ria sebagai jawabannya
"Sendirian mas..?" ucap Dinda sedangkan Fatimah tidak banyak bicara. Dia hanya sekedar ikut ikutan saja
" Iya Din. Tapi tadi si sama asisten..."
"Mas mau pesan kelapa mudanya..?"
"Hemm boleh deh!.." Dinda langsung memanggil penjual kelapa muda dan memesannya. Sedangkan Azmi masih setia memandang wajah Fatimah. Sehingga membuat Fatimah risih di buat nya
"Maaf Fati.." ucap Azmi saat melihat Fatimah yang sudah gelisah. Fatimah hanya menganggukan kepalanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Mas baru sampai.." ucap Fatimah yang baru saja membukakan pintu utama
"Iya dek..." Fatimah langsung mengambil ahli tas dan jas yng di pegang oleh Addry tadi
"Mas mau mandi dulu...?"
"Boleh juga dek. Soalnya penat sekali hari ini..." Fatimah tersenyum melihat muka kusut Suaminya ini
setelah sampai di dalam kamar. Fatimah meletakan tas dan jas ke tempatnya. Dia langsung menuju kamar mandi untuk menyiapkan segala kebutuhan suaminya
"Air nya sudah Fati siapkan.."
"Makasih dek.." Addri langsung menuju kamar mandi dan merendamkan tubuhnya di dalam bath up yang sudah dicampuri oleh sabun wangi
Fatimah langsung menyiapkan pakaian untuk Addry nanti. Setelah selesai dia pun menuju dapur untuk menghidangkan makanan untuk dia dan suaminya nanti
"Makan yuk mas...!" ucap Fatimah saat melihat Addry yang baru saja selesai mandi
"Mas mau yang mana..?"
"Mas mau opor ayam sama tempe goreng dan sambal. itu saja.." Fatimah langsung mengambil apa saja yang ditunjuk oleh Addry tadi
"Ini mas..."
"Makasih dek.." ucapnya dengan tersenyum. Setelah selesai melayani suaminya Fatimah juga mengambil makanan untuk dirinya sendiri
"Bianca belum pulang dek...?"
Deg...
Fatimah lupa kalau Bianca akan pulang dalam minggu ini. Dia merasa sedih takut jika suaminya nanti akan kembali menjadi suami yang tak pernah menghargainya. Tapi Fatimah membuang jauh-jauh pikiran itu
"Belum mas. Saat Fati balik dari jalan-jalan tadi. Tak ada seorang pun di rumah..." ucapnya sambil makan. Maklum bumil lagi doyan makan
"Hallo..." terdengar suara wanita yang baru saja memasuki dalam rumah. Addry dan Fatimah menoleh kearah sumber suara
"Waw kebetulan aku belum makan ni..." ucapnya tak tau malu sambil mengelus perut
"Hei wanita kampung isi dong makanan ku..." ucap nya meledek Fatimah.
"Jangan dek.." ucap Addry mencegah pergerakan Fatimah yang baru saja berdiri. Fatimah sebenarnya mau melawan. Tapi dia masih menuruti perintah Bianca karena masih menghargai Addry sebagai suaminya. Bianca pun mengeryit saat Addry yang terang-terangan membela Fatimah
"Oh jadi, begini mas sifat mu saat ku tinggalkan..?" ucapnya setengah emosi
"Kamu bisa sendiri mengisinya kan!..." ucapnya dengan dingin
"Ya sudah..." Bianca membanting piring dan sendok di hadapannya tadi
"Sudah dek jangan dipikirkan makan saja.." ucapnya dengan tegas dan Fatimah patuh akan perintah suaminya
"Sini biar mas bantu...!"
"Tapi mas..." Addry tak menghiraukan perkataan Fatimah. Dia pun membawa piring ke wastafel.
"Mas mending mas susul deh mbak Bianca nya..." Fatimah merasa bersalah
"Sudah jangan dipikirkan. Kasian baby.." ucapnya memberhentikan kegiatannya dan menundukkan badan mensejajarkan tepat didepan perut Fatimah
Vote terus ya! Karya Author biar nanti Author nya tambah semangat.
Terima kasih🤗😙
__ADS_1