Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 47


__ADS_3

"Eh Din, aku mandi dulu ya..!"


"Udah lumayan enak ini.." lanjutnya


"Iya-iya cepat sana mandinya..." usir Dinda


"Iya.."


Fatimah bergegas mandi. Dia tak mau membuat sang sahabat menunggunya lama. Beberapa menit kemudian. Akhirnya dia telah selesai mandi dan memakai baju, kini Fatimah sedang duduk di meja rias untuk memoleskan sedikit bedak di mukanya


"Kita ke taman belakang aja yuk..!" ajaknya


"Ah betul sekali itu. Aku udah suntuk nih. Sekalian liat-liat rumah Nyonya nya Barack ini.." godanya


Fatimah tersenyum mendengarnya


"Tapi sebentar, aku ambil Snack dan minuman dulu ya untuk kita.."


"Aku ikut!..."


Mereka berjalan menuju dapur dan mengambil semua yang di perlukan


"Mau kemana Non..?" Tanya Bi Sum


"Oh ini, kami mau ke taman belakang rumah BI.." ujar Fatimah


Di Kantor


"Tuan Hari ini anda ada jadwal bertemu dengan tuan Wiliam.."


"He'em, Tom aku mau kamu suruh semua anak buah mu untuk mengawasi istriku setiap hari.." tegasnya


"Baiklah tuan. Apakah tuan yakin, jika Nyonya Bianca tak akan lagi mengusik tuan dan Nyonya Fatimah..?" ucapnya dengan hati-hati


"Aku tak yakin Tom. Tapi aku rasa Bianca tak akan tinggal diam, suatu saat nanti di akan membalaskan dendamnya kepada kami. Tapi yang aku harapkan semoga dia tak melukai istri dan anak. Karena mereka adalah harta yang sangat berharga bagi ku. !" ucapnya dengan penuh penyesalan. Sungguh akibat obsesinya yang sangat ingin menikah dengan sang kekasih berakhir dengan sebuah dendam yang tertancap di hati mantan istrinya


"Maka dari itu. Aku sangat mengandalkan mu Tom. Saat aku tak ada di dekatnya. Tolong suruh semua anak buah kita, agar lebih ketat dalam penjagaan di rumahku maupun dalam menjaga istriku.."


"Siap tuan. Akan saya lakukan sesuai perintah dari tuan.."


"Ya sudah. Kamu boleh kembali bekerja.."


"Kalau begitu saya permisi tuan.."


Aku harap kamu tak akan berbuat macam-macam nanti Bi...


🍃


🍃


🍃

__ADS_1


"Comment va mon amant ?" (Bagaimana dok keadaan kekasih saya) dengan nada khawatir


"Désolé monsieur, le fils de votre bien-aimé n'a pas pu être sauvé..." (Maaf tuan, anak kekasih Anda tak bisa di selamatkan) ucap sang dokter dengan nada kasihan kepada pria yang di depannya ini


Pram menangis mendengarnya, dia langsung terduduk lemas saat mendengarnya. Anak yang selama ini dia nanti-nanti untuk hadir di tengah-tengah mereka. Akhirnya tak bisa melihat betapa indah dan kejamnya dunia


"puis-je savoir de quel sexe est mon enfant ?..." (Bolehkah saya tau apa jenis kelamin anak saya..?)


"Bien sûr monsieur, votre enfant est une fille..." (tentu tuan, anak anda berjenis kelamin perempuan)


"Veuillez accepter mes condoléances. Vous êtes patient !.." (saya turut berduka cita. Tuan yang sabar ya!)


"merci docteur.." (Terimakasih dokter)


Setelah dokter itu pergi bersama suster. Pram akhirnya berjalan masuk menuju ruangan Bianca yang saat ini di rawat


Deg!


Hatinya mencelos, saat melihat keadaan wanita yang di cintai ya kini terbaring lemah dan memakai berbagai alat yang terpasang di badan wanita itu


"BI, aku mohon bangun. Sudah ku katakan, jangan lagi melihat ke arah belakang..." kembali menangis saat duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit


Pram menggenggam tangan Bianca dengan penuh kasih sayang


"Akibatnya jadi begini kan. Aku mohon kamu bangunlah BI, aku tak ingin setelah kehilangan anak kita. Aku juga tak ingin kehilanganmu sayang.."


Bianca menangis. Dia menitipkan air matanya, sepertinya dia merespon segala hal apa saja yang di bicarakan olehh Pram


"Setelah kamu sembuh dari koma mu ini. Aku akan membawa mu pergi jauh BI. Agar kamu tak akan melakukan hal yang jauh dari yang diperkirakan..."


Di Pemakaman


Di sana terlihat ada pemakaman yang berukuran sangat kecil di perkirakan makam untuk anak-anak


"Hiks hiks...." tangis pria itu kembali pecah. Saat melihat makam putrinya yang belum sempat melihat dunia ini


"Tunggu Daddy di surga ya nak! Kamu tenang saja. Di sini Daddy akan jaga Mommy kamu dengan baik..."


"Selamat tidur anak ku..." ucapnya mengakhiri perjumpaan mereka


🍃


"Fat, aku balik dulu ya..." saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sungguh sangat tak terasa bagi mereka jika telah berkumpul


"Soalnya sudah sore .."


"Iya ya. Nggak kerasa Din..." ucap Fatimah dan mereka langsung tertawa, ya beginilah kalau sudah kumpul pasti lupa waktu


"Aku pulang ya, nanti suami kamu pulang lagi dan dia liat aku masih disini. Malu dong aku, tamu nggak ada akhlak. Kalau kayak gini🤭.."


"Ah! Mas Addry nggak akan marah kok Din.."

__ADS_1


"Puji teros. Jangan sampai kendor..." ledeknya


Fatimah hanya tersenyum malu mendengarnya


"Ya sudah, Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Tin..... (Bunyi klakson motor Dinda, sebelum melaju meninggalkan rumah sahabatnya itu)


Benar saja, tak lama kemudian. Saat itu Fatimah baru saja ingin masuk


Tin...


Fatimah langsung memberhentikan langkahnya dan membalikan badan. Dia sudah tau siapa yang datang


"Assalamualaikum dek..."


Wajah tampan itu tersenyum manis kearah sang istri. Sangat tampan walaupun kini keadaan Addry sangat berantakan. Ya bagaimana tidak, kini ia hanya memakai kemeja biru Dongker ya yang di gulung sampai ke siku dan rambut yang acak-acakan serta dasi yang sudah tak rapi lagi


Fatimah tersenyum


"Dek mas tau kamu meledek mas kan. Mas jelek ya..!" dengan muka cemberut


"Waalaikumsalam..." jawabnya


"Enggak kok suamiku, kamu tetap tampan di mataku. Aku suka aja liat muka mas kalau lagi cemberut kayak gini..."


"Pengen gigit rasanya.." lantas tak tanggung-tanggung Fatimah menjinjitkan badannya dan


Git...


"Awh dek, tega sekali kamu. Mas kira kamu hanya omongan doang. Nyatanya..." mengusap dagunya yang tadi di gigit oleh Fatimah


"He he.."


"Maaf mas! Ayo kita naik ke atas. Mas pasti sudah capek...!"


"Iya kamu benar sekali dek..." ucapnya seakan lupa dengan kesalahan yang dibuat oleh sang istri tadi


Kini Addry sedang duduk di sofa sembari menunggu sang istri yang belum keluar dari kamar mandi


"Mas airnya sudah siap..." ujar Fatimah kepada sang suami


"Iya dek, makasih ya. Mas mandi dulu!" beranjak dari duduknya dan langsung masuk kamar mandi


......................


"Nak kenapa kamu tidak suka sama Dinda..?" ucap Mama Rina


"Ma, aku bukannya tak suka. Tapi aku sudah jatuh hati sama wanita lain. Ya meskipun itu salah..?" sontak saja Mama Rina bingung salah apanya pikirnya

__ADS_1


"Salah apa nak..?" Azmi hanya diam tak menjawab pertanyaan Mamanya


"Jangan bilang..." pikiran Mama Rina pun melayang yang tidak-tidak


__ADS_2