
Benar saja tak lama dirinya duduk, nada ponsel berbunyi menandakan ada pesan masuk di ponsel miliknya. Addry dengan cepat membuka layar ponsel tersebut dan menekan ikon yang berwarna hijau itu
"Apa!.."
Sungguh pria itu menatap horor melihat semua foto tentang semua keperluan yang istrinya mau, sebanyak itu kah pikirnya
Bagaimana tidak dari mulai beberapa jenis ikan, daging, sayur, buah-buahan dan segala racikan bumbu yang tak tinggal dalam catatan itu
Addry pikir, Fatimah hanya ingin membeli beberapa sayuran saja, tapi ternyata dia salah menduga. Berarti beginilah yang sering membuat Mama lama sekali jika sudah berada di pasar. Apakah sebanyak ini juga Mamanya membeli berbagai macam sayuran
Ah! Mengingat catatan belanja membuatnya teringat akan mendiang Mamanya yang meninggal karena kesalahannya
Addry pun termenung menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, ponsel pun dia letakkan kembali di atas meja, sampai-sampai membuatnya lupa membalas chattingan dari sang istri
"Aduh, apa aku minta kebanyakan ya belanjanya. Kok sampai sekarang Mas Addry belum menjawab chat dari ku..!" ucapnya, padahal baru lima menit Addry belum membalasnya
Hingga, Fatimah pun kembali memutuskan mengirim sesuatu kepada suaminya
Ting!
Pesan kembali masuk ke ponselnya membuat pria itu kembali tersadar dari lamunannya
''Mas, maaf jika pesanan ku merepotkan dirimu? Biar aku saja ya nanti ke pasar, aku enggak mau kamu kecapean memilah semua barangnya! Kamu fokus saja sama kerajaanmu ya! Baby nya enggak aku bawa nanti, nitip sama Bibi Sum aja..! " begitu isi pesan yang Fatimah kirimkan kepada Addry
__ADS_1
"Astaghfirullah lazim, jadi salah paham kan..!"
Addry menggerutu karena melamun membuatnya lupa dengan istrinya
Send to istriku
"Enggak apa-apa kok Dek, nanti Mas aja yang membeli semuanya..!"
"Kamu di rumah saja sama Shaki..!"
"*Baiklah kalau begitu Mas, nanti aku akan membuat makanan spesial buatmu ya!"
"Oke Mas tunggu ya! Istriku Sayang.."
"Ya sudah Mas kerja dulu ya, masih banyak yang harus Mas tanganin.."
"Iya, apa katakan saja. Pasti Mas belikan..!"
"Jangan lupa ya Sayang, beli beberapa cup es krim yang varian rasanya strawberry, coklat sama vanila hehe*"
Hingga yang membuatnya tak percaya, istrinya menyelipkan sesuatu yang membuatnya tersenyum. Fatimah memang penyuka es krim, dulu saja waktu hamil sering sekali kembali es krim
"Iya Dek, Mas belikan nanti..!"
__ADS_1
Chatting suami istri itupun berakhir, Addry kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan Fatimah naik ke atas ranjang karena baby Shaki yang menangis bangun dari tidurnya
_______
"Kamu mau makan apa sih Yang, kamu enggak capek apa menjambak rambut aku, Yang..? ucap pria itu merintih kesakitan karena habis Subuh tadi istrinya itu tak bosan-bosannya menarik rambutnya
"Enggak Mas, maaf ya! Entah kenapa ini sangat menyenangkan..!" ujar istrinya menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini
"Mungkin bayi kita suka Mas melihat Bapaknya di Jambak hehe.."
Azmi memutar bola matanya dengan malas, selalu saja calon bayinya yang menjadi alasannya. Kadang Azmi berasa tak percaya, kadang terlintas dalam pikirannya ini semua adalah keusilan istri nakalnya
Karena tak mau memancing keributan, akhirnya pria itupun hanya dapat mengikuti takdir baik yang entah kapan dapat berpihak kepadanya
"Ah! Sudah, aku merasa bosan Mas.." Dinda melepas tangannya dari rambut sang suami yang sudah nampak kusut membuat Addry bernapas lega, terlepas darinya
"Kamu enggak kerja Mas..?" tanyanya dengan polos, padahal jelas-jelas hari ini adalah hari kerja
"Kerja lah.." ucap pria itu berjalan mengambil handuk yang tergantung di kursi
"Lah! Terus kenapa masih di sini..?" tanya kembali dan inilah yang membuat Azmi melongo menatap tak percaya pada istrinya
Apa dia amnesia, hingga lupa dengan kejadian beberapa menit tadi .!
__ADS_1
Pria itu hanya geleng-geleng kepala, lebih baik dia meninggalkan Dinda dan memilih masuk ke kamar mandi segera daripada mendengar ocehan istrinya yang cerewet
"Mas!" teriaknya karena suaminya mengacuhkan dirinya