Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 14


__ADS_3

“Sudah sayang, kita masuk dulu yuk! Nanti malu kalau para tetangga melihat..”


“Iya sudah, ayo mas..” Bianca tersenyum penuh kemenangan, setelah melihat lawannya kalah. Addry pun berbalik dan Degg. Pandangan Addry dan Fatimah pun terkunci. Entah apa yang dipikirkan oleh keduanya. Hanya mereka lah yang tau


“Baru pulang mas..” ucap Fatimah hanya sekedar basa basi. Fatimah langsung menyambar tangan Addry untuk menyalaminya


“Iya Fat..” entah mengapa  hati Addry merasa tak enak kepada Fatimah, ia takut Fatimah melihat semua. Apa yang mereka lakukan di perkarangan rumah tadi. Ia merasa seperti sangat bersalah. Tapi Addry tepis mungkin itu hanya perasaan malu saja pikirnya


“Hei! Ini bawah barang saya sama mas Addry nih!..” Bianca langsung memberikan koper dan tas besar kepada Fatimah. Sampai-sampai Fatimah kesusahan mengambilnya


“Jangan seperti itu yang. Kasian sama Fatimah nya..” Addry kasian kepada Fatimah. Padahal Fatimah adalah wanita baik-baik. Tapi nasibnya sungguh ironisnya


“Sini biar saya saja Fat yang bawahnya..” Addry pun menawarkan bantuan kepada Fatimah. Tentu melihat Addry yang tiba-tiba baik kepada Fatimah. Binca pun semakin emosi melihatnya


“Biarkan dia saja mas..”


“Tapi sayang..” Addry bingung, melihat Bianca yang masih setia menarik tangannya untuk menuruti keinginannya


“Oh jadi kamu sudah ada perasaan kepada wanita itu ya, ingat mas kita baru saja baikan..” Ucap Bianca mengancam, tentu saja Addry akan memilihnya pikir Bianca


“Baiklah..” mendengar jawaban dari Addry, tentu saja Bianca merasa sangat senang. Mereka berdua pun berjalan menuju kamar utama. Sedangkan Fatimah hanya diam dari tadi. Ia tak mengeluarkan suara sedikit pun. Ia  ingin melihat siapa yang akan dipilih oleh Addry nanti. Ternyata ia masih saja ada dibelakang Bianca. Ibarat pemain di


film-film itu ia seperti hanya figuran. Cuma dibutuhkan pas pemeran pertamanya tak ada, baru ia akan maju. Tapi kalau pemerannya ada maka keadaannya akan berbanding terbalik


“Huffttt..” Fatimah pun hanya menghela nafasnya, ia pun menaiki tangga menuju kamar utama untuk mengantarkan koper dan tas milik madunya


Tok tok ……..


“Mas, mbak. Boleh Fatimah masuk..”

__ADS_1


“Iya masuk saja…” Fatimah masuk sambil membawa koper dan tas tadi


“Ini mbak, Fatimah udah taronya disitu..”


“He’em iya…” Ucap Bianca yang masih sibuk membersihkan bekas make up nya. Sedangkan Addry sepertinya sedang mandi. Karena bunyi gemercik air didalam kamar mandi . setelah mengucapkan tadi, Fatimah pun memutuskan untuk keluar


“Ya sudah mbak, Fatimah keluar dulu. Oh iya mbak, makanannya tadi sudah masak. Jadi nanti keluar ajak mas Addry untuk makan malam dulu mbak..”


“Iya cerewet sekali sih kau ini…” Bianca pun langsung membalikan badannya untuk melihat Fatimah “Mas Addry adalah urusan saya. Jadi kau tak usah ikut campur. INGAT ITU..”


*****


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Sekarang tepat 1 bulan sejak kembalinya Bianca ke kediaman Addry dan Fatimah. Sekarang Bianca jarang sekali pulang, karena ia sibuk dengan dunia hiburan dan Addry pun memakluminya, Addry tau bahwa Bianca sibuk karena iya merupakan artist papan atas yang banyak melakukan jadwal syutingnya


Semenjak 1 bulan ini pulah Addry dan Fatimah dekat mereka sudah berteman. Addry sudah sedikit melembut kepada Fatimah. Semenjak Fatimah menjadi pendengar dan memberikan masukan kepadanya waktu Addry cerita tentang masalahnya kepada Bainca


Flackback on


“Hemm ada apa mas..” ucap Fatimah sambil memandang hamparan bunga dan kupu-kupu di taman belakang rumah yang ia tanam. Mereka duduk berdua di ayunan besi. Karena saat itu Bianca tidak berada di rumah. Ia sangat sibuk dan jarang melayani Addry maupun fisik dan batin. Hanya ada Fatimah yang selalu menemaninya sewaktu Addry libur


“Maukah kau jadi temanku, Fat..?” Addry pun menoleh kearah Fatimah


Bak disambar petir. Fatimah merasa lemah mendengar ucapan suaminya itu. Berarti mereka masih jauh dari kata dekat. Ia kira, suaminya sudah mulai menerima dan sudah mulai mencintainya. Tapi ternyata itu hanya angan-angan Fatimah saja. Toh! Addry mala menganggapnya hanya TEMAN


‘Ternyata Fati salah, Fati kira mas sudah mulai mencintai Fati mas…” batinnya Fatimah dengan mata yang berkaca kaca


“Fat.. Hei! Kenapa melamun sih..” Addry pun melambaikan tangannya ke depan wajah Fatimah


“Eh! Iya mas, Fati mau kok..”

__ADS_1


“Syukurlah kalau begitu. Berarti sekarang kita adalah teman..” Addry pun tersenyum manis kearah Fatimah


‘Nggak papa mas, walaupun sekarang kita teman. Semoga kata teman itu akan berganti menjadi teman seumur hidup sampai menua…’ ucap batin Fatimah


“Oh iya Fat, jika kau sudah menemukan laki-laki yang kau cintai. Katakan saja kepadaku, maka dari itu aku akan menceraikan kau..” ucap Addry dengan Entengnya. Tanpa tau bahwa hati Fatimah tambah sakit mendengar ucapan Addry yang barusan tadi. Fatimah tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum saja, sebagai jawabannya


Flackback off


Hari ini Fatimah berencana akan pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan dapur. Ia sudah bersiap-siap akan pergi ke pasar. Saat sedikit lagi menginjakkan kaki keluar pintu. Tapi ada suara bariton yang memanggilnya


“Kau mau kemana Fati..?” lantas saja Fatimah menolehkan kepalanya. Ia sudah tau siapa yang memanggilnya


“Aku mau ke pasar dulu mas, mau beli perlengkapan dapur..”


“Sebentar Fati, tunggu aku dulu ya. Jangan dulu pergi!..” Addry pun menaiki tangga lagi. Fatimah bingung kenapa Addry menyuruhnya menunggu suaminya itu. Tapi Fatimah masih menunggu Addry di teras rumah


“Ayo! Kita berangkat..” ucap Addry yang sudah tampan memakai pakaian kasualnya. Fatimah masih bingung, saking bingungnya ia sampai bengong melihat suaminya


“Aku tau kalau aku ini memang tampan Fati..” ucap Addry dengan sangat percaya diri. Sambil memperbaiki penampilannya


“Halah sok kegantengan kamu mas..” ucap Fatimah sambil mengeleng gelengkan kepala. Ia berfikir jangan sampai banyak orang yang memiliki sifat kepercayaan diri yang tinggi seperti Addry suaminya sendiri ha ha ha


“Halahh akui saja Fati, contohnya tadi kau sempat terpesona melihat pangeran tampan ini…”


“Iya-iya deh. Ayo cepat kita ke pasar nanti keburu siang mas..” mereka pun melajukan mobil kearah pasar. Tapi sebelum ke pasar Addry berhenti dulu ke SPBU untuk mengisi mobilnya yang hampir kehabisan minyaknya


Dan bertepatan juga dengan mobil Azmi ya tepat berada di samping mobil Addry. Azmi melihat Fatimah yang duduk di kursi samping pengemudi


*Dengan siapa gadis itu. Apa mungkin laki-laki itu merupakan suaminya*..? ucap batin Azmi penasaran

__ADS_1


“Maaf pak, kita lanjut ke kantor langsung pa kemana dulu pak..?” ucap supir ke Azmi


“Ke kantor saja pak..” Azmi masih melihat kearah Fatimah tadi. Walaupun mobilnya sudah menjauh dari mobilnya Addry dan Fatimah tadi


__ADS_2