
Setelah kejadian waktu itu. Hari ini tepat hari dimana seorang gadis bernama Dinda sebentar lagi akan menjadi seorang istri dari pria tampan bernama Azmi
Saat ini suasana begitu ramai karena para undangan mulai berdatangan. Begitu juga untuk pengantin pria yang baru saja sampai ditempat acara yang diadakan di rumah pengantin wanita
“Duh, masa seorang pengacara handal begini gugup sekali. Cuma untuk menghadapi ijab Kabul. Ckckck..” ujar Dino meledek Azmi yang beberapa kali mengelap telapak tangannya yang selalu lembab
Lantas tepokan yang lumayan keras mendarat sempurna di kepala belakang Dino, siapa lagi pelakunya kalau bukan Azmi. Pria itu marah karena ledekan yang diucapkan oleh Dino tadi
“S***t, kau kenapa sih Az kalau mau mukul itu kasih tau..” ucapnya dengan nada kesal sambil mengusap kepala bagian belakangnya yang masih terasa panas
“Makanya orang itu harus jaga lisan. Kau sih! Enggak tau aja bagaimana rasa yang saat ini aku rasakan. Lebih dari menghadapi siding yang berat..” ujarnya sambil menghembuskan nafasnya untuk menetralkan detak jantung yang berdetak dua kali lipat dari biasanya
*
*
*
__ADS_1
Tak jauh berbeda dari pengantin pria, pengantin wanita juga tak kalah gugup saat ini masih sibuk memakai hijab untuk menutupi rambutnya yang ditangani oleh tim make up
Senyum Fatimah mengembang melihat sang sahabat yang begitu cantik. Bahkan dia saja tak tau siapa yang kini dia lihat karena sangat jauh dari penampilan Dinda yang selalu di kenakan
“Masya Allah, Dinda kamu begitu menawan! Sampai-sampai aku saja tak tau loh kalau yang ada didepan ku ini adalah kamu..” ujarnya memuji kecantikan yang dimiliki oleh seorang Dinda
“Aku yakin, Mas Azmi juga begitu nanti..”
Pipi Dinda memerah saat mendengar nama pria yang kini berhasil membuat hatinya terpaku akan nama itu. Ah rasanya Dinda tak sanggup melihat wajah tampan yang sebentar lagi akan menjadi miliknya
“Fat, boleh aku bertanya..?” ucap Dinda setelah tim make up keluar dari kamar pengantin karena tugas mereka telah selesai
“Apa waktu kamu menikah sama Mas Azmi juga begini rasanya. Seakan jantunngku mau jatuh saja dari tempatnya Fat..” keluhnya sambil memegang dadanya
Fatimah tersenyum geli melihat wajah polos yang begitu menggemaskan dihadapanya kini
“Aku, tidak seperti yang kamu rasakan kini Din. Cuma yang dapat kurasakan hanya takut..” ujarnya yang masih menepuk-nepuk punggung anaknya yang kini tertidur di dekapannya
__ADS_1
“Eh! Fat, maaf aku bukan bermasud begitu Fat. Aku hanya-”
“Stttt, enggak usah merasa bersalah begitu Din. Itukan hanya masa lalu, sekarang Alhamdulillah. Jadi, aku harap kamu tak akan merasakan apa yang dulu kurasakan ya..!”
*
*
*
Kini seorang pria tampan telah duduk sempurna didepan para penghulu, wali dan seluruh para undangan yang akan menyaksikan dia mengucapkan kalimat ijab Kabul nanti
Sebelum memulai acara seluruhnya mengucapkan kalimat ‘Basmalah’ terlebih dahulu. Setelah itu tak lama terdengar kalimat
“Sah…”
Dinda pun berjalan dengan didampingi kedua gadis disamping kiri kanannya. Bunda Lisa tersenyum bahagia saat melihat wajah gadis yang kini menjadi pengantin wanitanya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri
__ADS_1
Lain halnya Azmi, pria itu terdiam melihat istrinya yang baru saja dia halalkan. Seakan tak percaya melihat wanitanya yang begitu cantik nan ayu