Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 34


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


Malam Hari pun tiba


"Non makan yuk!..." ajak sang Bibi


"Iya BI, sebentar lagi..." sahutnya di dalam selepas shalat Maghrib. Setelah mendengar jawaban dari sang majikannya. BI Sum langsung turun menaruh semua makanan di atas meja. Tak lama itu Fatimah turun dan langsung duduk karena Bibi Sum telah selesai menyiapkan semuanya


"Silahkan non.."


"Ayo BI makan bersama saya..." ucap Fatimah mencegah BI Sum yang ingin pergi


"Tapi non...."


"Udah BI nggak usah sungkan. Lagian juga saya sangat malas kalau makan sendiri..." ucapnya dengan lirih. Tapi masih terdengar oleh Bibi Sum


"Baiklah non..." BI Sum langsung duduk dan mengisi nasi dan lauk pauk di atas piring


Mereka berdua makan dengan sangat khidmat. Tak ada suara lain kecuali dentingan garpu dan sendok. Setelah selesai Fatimah langsung membantu BI Sum membawa piring kotor. Walaupun Bibi Sum sempat mencegah, tapi itu tak membuat Fatimah dalam mengurungkan niatnya


25 menit kemudian


"Bi, Fati naik ke atas ya!..."


"Iya non...."


Setelah sampai dan masuk kedalam kamar. Fatimah langsung menuju balkon kamar. Dimana pemandangan sang Pencipta terpampang nyata. Menampilkan gemerlap bintang dan terangnya cahaya bulan purnama. Seakan menandakan keceriaan


Dia duduk di kursi itu sambil memangku gitar kesayangannya dan mulai memetik senar yang mengeluarkan suara merdu


🎶


Tak dapat lagi kulukis rasa


Ramadhan yang indah kini telah tiba


Bulan penuh berkah rahmat dari Allah


Meski dalam suasana berbeda


Cobaan demi cobaan melanda


Kita bersama namun tak lagi sama


Jarak memisahkan semua telah berbatas


Ini ujian bagi kita


Bismillah cinta


Percaya padaku percaya cinta


Yakin kita bisa lalui semua


Segala cobaan yang datang mendera


Bismillah cinta


Panjatkan doa pada yang kuasa


Bersujud padanya dengan air mata


Insya Allah Ramadhan membawa hikmah


Bismillah cinta


Percaya kita


Bismillah cinta


Percaya cinta


Bismillah cinta percaya padaku percaya cinta


Yakin kita bisa lalui semua


Segala cobaan yang datang mendera

__ADS_1


Bismillah cinta panjatkan doa pada yang kuasa


Bersujud padanya dengan air mata


Insya Allah Ramadhan membawa hikmah


Bismillah cinta percaya padaku percaya cinta


Yakin kita bisa lalui semua


Segala cobaan yang datang mendera


Bismillah cinta panjatkan doa pada yang kuasa


Bersujud padanya dengan air mata


Insya Allah Ramadhan membawa hikmah


Ha ha


Bismillah cinta


Bismillah cinta


Baru saja selesai menyanyi, suara handphone Fatimah berdering. Dia berdiri dan langsung berlari menuju letak handphone yang dekat dengan ranjang tidur. Ia sangat bersemangat mengambilnya, setelah melihat siapa yang menelponnya seakan Fatimah lemas


Dalam harapannya, Addry lah yang menelpon. Ternyata itu hanya harapannya saja


"Halo Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..." pekiknya, Fatimah langsung menutup telinga saking nyaring dan cempreng nya suara gadis itu


"Masya Allah Din, bisa nggak usah teriak-teriak..." ucapnya sambil menggelengkan kepala


"He he he...." di sambut kekehan oleh Dinda


"Ada apa Din..?"


"Oh iya! Aku hampir lupa tau. Saking bahagianya aku..."


"Emangnya ada kabar apa. Sampai membuat sahabat ku yang lebay dan narsis ini bisa sampai gembira begini..?" Fatimah mulai mengikuti suasana yang santai yang telah di ciptakan Dinda. Fatimah seakan lupa dengan kesedihannya. Karena mendengar celotehan Dinda yang tiada henti-hentinya


"Iya-iya Insya Allah Din.."


"Bye Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Tut Tut.....(Panggilan berakhir)


Fatimah langsung membersikan diri dulu sebelum tidur. Setelah selesai ia menuju ranjang dan mulai merebahkan tubuhnya di sana


🍃


"Mas...." ucapnya dengan manja sambil merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami dan mengerak-gerakan jari di sana.


Ntah apa yang di gambarnya. Tapi itu menganggu suaminya. Malah Addry masih sibuk dengan handphone


(Tomi)


" Ada apa tuan...!"


Satu pesan masuk didalam handphonenya Addry


(Balas)


"Besok kau terus awasi atau kau suruh saja anak buah mu. Untuk mengawasi semua kegiatannya Fatimah..." ketiknya dengan panjang. Karena Addry tak ingin Bianca tau apa yang dia kerjakan


(Tomi)


"Baik tuan..."


Bianca kesal dengan Addry yang seakan tak perduli dengannya


"Kamu kenapa sih mas!..."


"Dari tadi cuekin aku terus..." tambahnya dengan muka yang kesal

__ADS_1


"Maaf Bi, aku lagi banyak masalah pekerjaan di kantor..."


"Aku dulu tidur ya!..." Addry langsung merebahkan tubuhnya dan membalik membelakangi Bianca yang bertambah emosi melihatnya


"ish...."


Bianca langsung keluar dari kamar menuju satu ruangan yang Addry tak tau di sana. Dia masuk kedalamnya dan membawa minuman yang berakhohol


Bianca berjalan menuju balkon ruangan itu dan duduk sambil menuangkan minumannya kedalam gelas


Gluk....


Bianca langsung meminumnya habis tanpa tandas. Dia memandang kearah depan, tapi tak lama dari itu suara handphone Bianca berbunyi


Drt drt .....


"Halo...." ucap pria dengan menampilkan wajah cerianya


"Ada apa...?" ucapnya dengan malas


"Kamu kenapa sih Baby...."


"Kenapa muka mu cemberut begitu. Nanti cantiknya hilang loh..." tambahnya dengan bercanda


"Aku ini lagi kesal. Ada apa kamu menghubungi ku...?" ucapnya dengan to the point


" Minggu depan aku akan kembali ke tanah air Baby..."


"Terus..." jujur sebenarnya Bianca sangat lagi kesal makanya dia sangat cuek sekali dengan kekasih gelapnya itu


"Kamu bisa nggak jemput aku..?"


"Lihat saja nanti..."


Tut Tut .... (Panggilan berakhir, diputuskan secara sepihak)


"Arhgggg......"


"Bisa gawat kalau Mas Addry beneran suka sama si wanita itu..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fatimah keluar rumah setelah selesai shalat subuh tadi. Kini dia sedang menuju halaman belakang rumah. Walaupun masih agak gelap entah mengapa ia sangat ingin berolahraga dan yoga an di dekat kolam renang yang di penuhi oleh bunga-bunga di dekatnya



Setelah 1 jam merilekskan otot tubuh. Fatimah langsung masuk dan membersihkan diri dari keringat yang menempel pada tubuhnya


"Pakai baju apa ya! " ucapnya melihat pakaian yang sudah tertata rapi di dalam lemari


"Ah yang ini saja deh..."


Kini pilihan Fatimah jatuh kepada gamis yang berwarna dusty pink dan di pasukan dengan jilbab yang berwana agak putih. Walaupun janjinya siang tapi Fatimah sudah menyiapkan segala hal yang menyangkut pakaiannya nanti


Drttt.....


Bunyi dari handphone mengalikan perhatian Addry dari kegiatannya yang sedang sibuk dengan memilih jas kerja untuknya nanti. Karena Bianca tak pernah mau mengurusnya. Dia hanya melayani yang ada di atas ran**** saja


"Ya Halo...." ucapnya dengan datar tapi Addry sangat gembira walaupun tak di tampaknya


"Assalamualaikum mas..."


"Hem waalaikumsalam..."


"Ini mas, Fati mau izin mau pergi sama temen..."


"Ya sudah...."


"Baiklah kalau begitu mas..."


"Oh iya, apa mas sudah siap mau pergi kekantor...?"


"Iya...."Karena bingung akhirnya Fatimah menyudahi telponan mereka


"Ya sudah mas, Assalamualaikum..."


" Waalaikumsalam..."

__ADS_1


Terima kasih karena telah meninggal kan jejaknya. Semoga kalian selalu di beri kesehatan dan rezeki yang murah kepada sang Pencipta. Aamiin😊


Semangat 💪


__ADS_2