Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
Cerita Baru


__ADS_3

*Aku tak tau apa penyebabnya, sampai dirimu begitu membenci diriku. Aku rasa, aku tidak memiliki kesalahan yang aku lakukan dalam merugikan dirimu, tapi ada satu hal yang aku terima. Mungkinkah itu penyebabnya, tapi kenapa? Kamu tak bisa menolaknya lebih awal? Kenapa harus aku yang di salahkan?


...~Shakinah Barack*~...


"Bun, kenapa harus aku yang menikah dengan Galang?" tanya seorang gadis yang berbaju syar'i itu, menghampiri seorang wanita dewasa yang sedang sibuk memasak hidangan untuk keluarganya


"Aduh kak dari semalam, itu saja yang Kakak bicarakan! Kenapa Kakak enggak mau sama Galang. Dia kan pria yang baik dan anaknya Bibi Dinda, Kak?" tanyanya tatkala lembut. Ingin mencari tau apa penyebab sang anak sangat membantah pernikahan itu


Sebenarnya, Fatimah tidak setuju dengan perjodohan itu. Dia takut anaknya akan kembali terjerumus oleh masalah rumah tangga tanpa cinta seperti dirinya dahulu, tapi mau bagaimana lagi. Addry yang begitu ingin Galang menjadi bagian keluarganya karena sikap dan tata krama nya yang begitu sopan membuat hatinya yang keras tersentuh


"Apa masalah umur yang Kakak permasalahkan?"


Dengan anggukan kuat langsung di perlihatkannya oleh Shakinah melihat pemandangan tersebut, seulas senyum terbit di wajah sang Bunda


...🌼🌼🌼🌼🌼...


"Sudah Bang, Abang mendingan istirahat deh. Lusa kan hari spesial untukmu..!"


"Tapi Mah, itukan lusa bukan hari ini!" jawabnya pada sang Mama karena menghalanginya untuk berangkat kerja


"Duh, Abang ini selalu saja tak mendengar apa yang Mama katakan!" melihat sang istri kesal, akhirnya Papa Azmi turun tangan

__ADS_1


"Galang! Apa susahnya, kamu turutin apa yang Mama mu katakan!" mendengar bentakan keras dari Azmi, Dinda begitu terkejut. Biasanya prianya itu selalu lembut dalam berucap, tapi ini!


"Baiklah..!" dengan langkah gontai, pria tampan itu melangkah kembali masuk dalam kamarnya. Jika sang Papa bicara, maka mau tidak mau Galang akan kalah dalam menghadapi sang Papa


"Mas, kenapa Galang kayak sensitif sekali ya?" mendekati pria yang begitu dia cintai


"Mungkin lagi enggak mood saja Yang..!" ucapnya, Galang memang anak yang penurut dan jarang berucap keras apalagi kasar, tapi sekarang dia hampir saja tak mau menuruti apa perkataan sang Mama


"Aahhhh....!" Galang berteriak frustasi, setelah dirinya di dalam kamar tersebut. Kenapa dia harus di jodohkan dengan gadis yang lebih tua darinya dan kenapa harus menikahi gadis kakak dari gadis yang dia cintai itu!


"Kenapa semuanya terjadi begitu saja padaku! Ya Tuhan, aku rasanya ingin pergi jauh dari sini.!"


Jangan tanya kenapa Galang tak di jodohkan pada Kirana saja padahal mereka hampir setara. Sebenarnya sebelum menjodohkan Shakinah, Kirana terlebih dahulu di jodohkan dengan pemuda itu, tapi gadis itu menolak secara halus karena dirinya ingin pergi jauh dari negerinya


Gadis itu ingin mandiri dan menimbah ilmu jauh dari negaranya, sedangkan Shakinah harus mengalah darinya. Memang dari sifat, Kirana lebih dewasa dari sang kakak. Maklum Shakinah lahir dengan secara prematur ditambah baru umur satu tahun sudah memiliki adik, jadi dirinya harus mau tidak mau di asuh sang nenek dan kakeknya yang apa saja dia mau akan dituruti oleh kedua orang yang begitu dia cintai dan sayangi itu


...🌼🌼🌼🌼🌼...


"Sah..!"


"Sah..!"

__ADS_1


Satu tetes air mata sang pengantin perempuan menetes di atas permukaan punggung pemuda yang baru saja resmi menjadi suaminya. Saat dirinya ingin mencium tangan tersebut


Setelah selesai, Galang juga melabuhkan ciumannya di kening sang istri begitu singkat mungkin hanya lima detik saja. Keduanya mulai membalikkan badan mereka untuk meminta restu kembali


Kaki Shakinah begitu kram, saat high heels nya yang begitu mencengkram kaki itu. Galang menoleh sebentar, melihat wajah ringisan itu. Begitu membuatnya kasian, iya dia tak boleh egois. Apalagi mereka bisa dibilang dekat dari kecil sampai sedewasa ini


"Kenapa Sha, sakit..?" tanyanya berbisik


"Iya Lang, kaki ku begitu kram rasanya aku tak sanggup untuk menunggu semua undangan.!" Galang mengangguk mengerti, setelah itu


"Ma..!" serunya


"Iya Bang, ada apa..?"


"Boleh enggak kalau Shakinah kembali ke kamar..?"


"Wah! Pengantin baru udah enggak sabar saja ya..!" ledek Mama Dinda membuat kedua pipi gadis itu memerah, sedangkan Galang hanya diam saja tanpa ingin meneladani ucapan Mamanya yang begitu nyerocos


"Jangan marah dong Bang, memang kayak gitu. Mama tau kok, ya sudah sana kalian istirahat saja. Biar semuanya Mama, Papa, Bunda dan Ayah saja yang menjamu mereka


Hai para Readers ku, nih aku kembali lagi ya! Setelah ku pertimbangan. Akhirnya, aku lanjut saja di lapak ini. Semoga kalian suka ya sama ceritaku❤️

__ADS_1


__ADS_2