Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 129


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang begitu di tunggu-tunggu oleh Addry karena hari ini. Wanita yang dulu dia sia-siakan akan kembali menjadi miliknya dan dia tidak akan lagi membuat hal bodoh yang nantinya akan merugikan dia dan keluarganya


Senyumnya begitu mempesona, dia mematut dirinya yang begitu tampan dan gaga dengan setelan jas putih


“Ah! terasa mimpi saja diriku ini. Hari inilah yang dari dulu ku tunggu-tunggu. Semoga kedepannya kami selalu bersama, calon istriku..” ujarnya dengan diri sendiri sambil pandangannya tak pernah teralih dari kaca panjang yang setinggi dirinya


“Sudah mengkhayalnya.?” Celetuk seseorang yang kini sedang bersandar di pintu


“Ini bukan menghayal Pa, tapi memang beneran..!”


“Belagu, belum tentukan. Kamu belum mengucapkan ijab kembali, masih ada kesempatan buat-”


“Pa, jangan becanda ya! Bukannya doa’in anak baik-baik ini malah bicara yang tidak-tidak..”


“Kamu sih kayak ABG saja. Pake senyum-senyum depan cermin bayangin apa coba? Malam pertama..?” tebak Papa kepada sang anak membuat wajah Addry tersenyum mendengarnya


“Wah! Ide Papa bagus itu. Ah! apa yang yang bisa membuat Istriku nanti terkesan untuk malam ini..” ujarnya sambil memikirkan hal apa yang akan dia lakukan untuk kejutan pada Fatimah


“Astaghfirullah Allazim..” Papa pun hanya bisa mengucap istighfar, apa anaknya hilang ingatkan kah..? Pikirnya


“Maaf Pak, saya ke sini mau memberitahukan kalau penghulunya sudah datang..!”ucap salah satu karyawan hotel tempat mereka menyewa nya


“Iya-iya sebentar lagi..”


“Baiklah Pak, saya permisi..!”

__ADS_1


Papa pun menganggukkan kepalanya dengan cepat membangunkan khayalan konyol anaknya itu. Agar penghulu tak menunggu lama pengantin


“Ayo ikut Papa..” langsung menarik lengan tangan Addry


“Mau kemana Pa?”


“Ya mau buat kamu cepat-cepat merasakan kembalinya buka puasa..!” canda Papa di saat-saat keadaan yang lagi genting begini


*


*


*


“Din, kenapa ya. Hatiku merasa berdegup kencang..” keluhnya kepada sahabatnya yang sibuk sekali dengan ponsel yang ada di tangannya itu


“Hei! Kamu dengar tidak apa yang tadi aku bicarakan..?” ucapnya mengambil ponsel yang ada di tangan Dinda tadi karena Fatimah merasa kesal dengan sahabatnya yang sedari tadi sibuk dengan benda pipi itu


“Maaf Fati, apakah kamu mau mendengar kabar baik dariku..?” ucapnya dengan nada pelan


“Iya katakan saja..!” desaknya karena tak sabar lagi apa yang telah membuat suasana sahabatnya begitu senang


“Ak-aku..” ucapnya dengan sengaja menggantungkan kalimatnya agar fatimah bingung memikirkannya


“Ak-aku apa..?”

__ADS_1


“Wah! Sejak kapan sahabatku ini suka sekali mencampuri apa yang ada di dalam rumah tangga ku


“Aku bukannya mau ikut campur Din, tapi hanya ingin tau apa telah terjadi sampai-sampai membuat sahabatku ini begitu senang melihat ponselnya daripada orang-orang yang menonton mereka


“Baiklah, aku akan memberitahukannya kalau sekarang ini aku HAMIL!” teriaknya dan langsung memeluk tubuh Dinda dengan khilaf


“Alhamdulillah, akhirnya penantian kalian tercapai..”


“Wah, cepat sekali kalian mendapatkan titipan dari Allah..?” Tanya Fatimah merasakan ikut bahagia di sana


Fatimah merasa agak sedikit iri. Baru beberapa minggu sahabatnya menikah. Kini mereka telah memiliki calon bayi


“Wah, ini akan seumuran dengan Shakinah Din..!”


*


*


“Bagaimana saksi..!”


“Sah!..”


Satu kata yang kini telah merubah kembali status Fatimah. Mereka semua di sana merasa haru. Apalagi Papa dan Ayah telah mengumumkan pernikahan mereka dan telah di karunia ih oleh mereka


Jangan lupa mampir ke karya ' Pesona Si Gadis Desa'

__ADS_1


__ADS_2