Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 31


__ADS_3

🍀Jangan lupa Vote, like and coment. Biar Author nya tambah semangat🍀


Hari ini Addry tidak ke kantor lagi. Entahlah dia ingin banyak menghabiskan waktunya bersama sang istri. Berbeda dengan Bianca dia lebih memilih banyak lembur di kantor daripada pulang cepat. Addry merasa kalau dia bersama dengan Bianca dia tak merasa senyaman saat dia bersama Fatimah


Addry tersenyum melihat Fatimah yang sibuk berkebun dan sibuk juga mengelap keringat yang ada di wajah


"Sungguh kamu benar-benar wanita idaman sayang. Menyesal aku kenapa dulu aku tak pernah suka kepada mu. Hah dasar kau ini Addry. Coba dari dulu kau melihat bagaimana ketulusan dan ketabahan istri mu dalam menghadapi sikap kejam mu ini"


Addry berdiri dan berjalan mendekati Fatimah yang sibuk menanam tanaman berbagai jenisnya


"Sini mas bantu..." ucapnya menawarkan diri


"Beneran mas..?" Fatimah sebenarnya masih kesal dengan Addry. Karena kejadian yang di kamar tadi. Tapi kalau boleh jujur Fatimah suka dengn sifat Addry yang sekarang. Lebih manis dari madu😁 ibaratnya


Flashback on


"Ma...s" ucap Fatimah dengan berteriak. Bagaimana tidak Addry mendekatinya tadi hanya untuk mengambil kesempatan untuk mencium bibirnya saja


Setelah berhasil, Addry langsung lari ke kamar mandi. Karena memang dia belum mandi, sehabis waktu subuh tadi Addry memilih duduk di balkon. Sambil meminum kopi


"Maaf dek, habisnya mas gemas dengan bi**r mu..." ucapnya sambil tertawa kencang di dalam kamar mandi. Addry merasa puas karena berhasil mengerjai istrinya. sedngkan Fatimah hanya menggelengkan kepala dan malu secara bersamaan


Flashback off


"Iya sayanggg...." ucapnya dengan lembut


"Ya sudah ini..." menyerahkan beberapa polybag ke Addry. Lantas Addry langsung membuka polybag dan mengisinya dengan tanah


Setelah matahari telah berada tepat di atas kepala. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti sejenak. Karena juga sebentar lagi shalat zuhur tiba


"Maaf non dan tuan kalau saya lancang...."


"Iya Bi, ada apa.. ?"


"Ini non, sebentar lagi shalat zuhur akan tiba..." Ucap Bi Sum mengingatkan


"Ah iya Bi, sebentar lagi kami akan istirahat kok.."


"Baiklah kalau begitu non. Bibi permisi dulu..." Dibalas anggukan oleh Fatimah


"Yuk mas kita istirahat dulu. Nanti sore lanjuti lagi..." Addry menganggukkan kepala dan berdiri berjalan menghampiri sang istri


🍃


Di rumah sederhana. Dimana seorang gadis sibuk dengan berkas-berkas untuk di susun

__ADS_1


"Susah sekali ya jadi orang dewasa..." gerutunya


"Ah pasti begini ya. Nasib Mama dan Papa dulu.." ucap Dinda sedih dengan apa yang dia alami saat kecil. Sehingga kedua orang tuanya meninggalkannya untuk selama-lama nya


"Enggak apa-apa. Aku harus coba. Siapa tau nanti ada rezeki di sana..."


Dinda langsung membawa berkas yang telah di susun nya tadi


"Permisi pak..." ucap Dinda dengan ramah ke pak satpam


"Iya nona, ada apa...?" tak kalah ramah nya


"Ini pak saya ingin mengantarkan berkas lamaran pekerjaan. Saya lihat kemarin disini ada pemberitahuan kalau firma ini butuh sekretaris.."


"Ah! Iya benar nona..."


"Kalau begitu mari saya antar. Kebetulan hari ini bos tak ada jadwal. Kemungkinan nanti nona akan di wawancarai secara langsung tuh..." ucap satpam di sepanjang perjalanan menuju ruang bos


"Hemm kalau boleh saya tau. Bos nya nggak galakkan pak...?" ucapnya membayangkan wajah bosnya itu akan mengerikan seperti di film-film gitu


Satpam tersenyum mendengar pertanyaan nona yang di depannya ini. Saat ingin menjawab, ternyata mereka telah sampai di depan pintu itu


"Maaf nona. Nanti nona tau sendiri bagaimana sikap bos kepada nona..."


Tok....


"Ini Pak, ada yang mau interview..." pria itu hanya menganggukkan kepala tanpa melihat. Sedangkan Dinda juga menundukkan kepala. Apalagi mendengar suara pria itu tadi seperti orang yang sangat tegas


🍃


"Dek lain kali jika kamu ingin periksa kandungan. Ajak mas ya!.." ucapnya memelas


"Hem bagaimana ya!..." ucapnya sambil jari telunjuk di ketuk-ketuk di dagu seperti sedang berfikir


"Em ka-"


Cup!


Addry gemas dengan Fatimah karena memang sepertinya Fatimah sengaja menjahilinya


"Mas..."


Fatimah membalikkan badannya. Karena posisi duduknya tadi Fatimah bersandar di dada bidang suaminya


"Kenapa dek...!" dengan senyum mesumnya

__ADS_1


"Marah dosa tau..!" lanjutnya karena melihat muka Fatimah seperti sedang menahan rasa kesal


"Huftt...." Fatimah menghela nafas merendam kan emosinya


Addry langsung turun dari sofa dan berjongkok mensejajarkan diri tepat di depan perutnya Fatimah. Dia menempelkan telinganya disana


"Nak, tau nggak kalau Bunda tu sering marah..." aduh nya


"Lain kali kalau Bunda marah dinginin ya! Biar Bunda nya nggak marah sama ayah" sambil mengelus perut Fatimah. Fatimah cekikikan melihat tingkah Addry yang lucu menurutnya bagaimana seorang Addry mengajak bicara calon bayinya yang masih berbentuk seperti kacang


"Nah kalau begini kan cantik..." ucap Addry saat mendengar suara cekikikan Fatimah


"Sudah mas, jangan mulai lagi. Nanti Fati marah lagi.." ancamnya


"Ha ha masa mau marah bilang dulu. Ada-ada saja kamu ini dek..." sambil mengusap kepala Fatimah karena merasa lucu terhadap kepolosan sang istri


Mereka tertawa di dalam kamar. Merasa dua milik berdua saja. Hingga akhirnya Fatimah tertidur di dekapan nya Addry


🍃


Sedangkan di rumah mewah. Seorang wanita sedang mengamuk. Karena tadi di sempat ke perusahaan sang suami ternyata tak ada di kantor


"Arghhh....."


"Dasar perempuan kampung. Ini semua karena mu. Ku pastikan kalian tak akan lama merasakan kebahagian itu.. " ucapnya sambil mengepalkan kedua tangannya


"Aku benci kamu mas...!"


"Kamu tak adil kepadaku. Kau lebih mementingkan wanita itu...." Saking kesalnya Bianca melempar botol parfum tepat di depan foto pernikahan mereka


Flacback On


"Maaf nyonya, Tuan tidak masuk kantor hari ini..." ucap Tomi dengan sopan. Saat itu Bianca ingin langsung masuk kedalam ruang kerjanya Addry


"Emangnya mas Addry kenapa tak masuk kerja. Apa dia sakit..?" ucapnya dengan khawatir


"Maaf nona kalau itu saya tidak tau..." Tomi lebih memilih diam daripada memberikan penjelasan kepada Bianca. Bisa-bisa hancur isi kantor dengan tingkah ngamuk wanita yang ada di depannya ini. Itulah pikirnya


Tanpa mengucap sepata katapun. Bianca langsung pergi meninggalkan Tomi yang masih berdiri di tempatnya tadi


Huft beda sekali sifat nyonya Bianca dan nyonya Fatimah. ibaratnya langit dan bumi. Atau air dan api. Aku yakin tuan Addry pasti susah mengurus dua wanita yang berbeda sifat. ucap batinnya Tomi saat melihat punggung Bianca yang hampir tak terlihat lagi


Flacback Off


"Tunggu saja tanggal mainnya. Aku pastikan kalian berdua akan hancur. Terutama kau wanita kampung..." ucapnya dengan senyum iblis seperti sedang membayangkan sesuatu rencana jahat

__ADS_1


Semoga kalian di beri kesehatan dan rezeki yang murah kepada sang Pencipta. Aamiin😊


Semangat 💪


__ADS_2