Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 66


__ADS_3

"Maaf jika sudah lama menunggu..." Addry duduk berhadapan dengan William dan di ikuti oleh Asisten pribadinya, Tomi juga duduk di samping sang atasan


"Iya oke.." tersenyum sembari menyesap minuman kopi yang sudah dia pesan sebelum Addry datang


"Oh iya, silahkan pesan dulu apa yang Anda mau.."


Addry memilih minum jus naga saja, entahlah kenapa dia sangat ingin minum minuman tersebut dan Tomi memesan minuman kopi latte


"Apa yang ingin Anda sampaikan Tuan?" ucap Addry dengan sopan dan to the point


"Tunggu dulu Tuan, pesanan minuman Anda kan belum sampai. Jadi tunggu dulu.."


Addry hanya bisa menghela nafas sembari mengucap istighfar di dalam hati. Kalau bukan karena sudah tanda tangan kontrak, mana mau dia mengikuti kemauan pria di depannya sekarang


Tak butuh waktu lama minuman yang di pesan Addry dan Tomi kini telah berada di hadapan mereka


"Jadi apa yang ingin Anda bicarakan Tuan..?" setelah selesai meminum sedikit jus naga


"Wah Anda sangat to the point sekali Tuan.."


"Baiklah, saya hanya ingin menyampaikan. Jika saya mengundang Anda dan istri Anda untuk datang ke acara ulang tahun saya Tuan.." William menjelaskannya karena melihat Addry yang hanya diam saja


Apa dia bilang mengajak ke acara ulang tahunnya. Kenapa harus ketemuan segala kan bisa lewat chat .


...🥀🥀🥀🥀🥀...


"Alhamdulillah videonya jadikan..!"


"Non, waktunya makan siang..!"


"Apa Non mau saya bawakan saja makanannya kesini Non..?"


"Enggak usah BI, biar Fati turun sendiri nanti.."


Bibi Sum pergi seusai berpamitan dengan Fatimah


"Ya sudah Zuhur, shalat dulu lah. Sebelum turun.."


"Bibi sudah makan ..?" telah duduk di meja makan setelah selesai shalat Zuhur


"Belum Non.."


"Loh kenapa belum Bi.."


"Jangan bilang kalau bibi masih ada saja yang di kerja.." terlihat jika Bibi sibuk sekali


"Sudah sekarang Bibi shalat lah dulu.."


"Tapi Non, baru mau makan.."


"Sudah BI, Fati sudah besar kok. Enggak usah di layani segala


"Hem Baiklah, Bibi permisi sebentar Non.."


"Kalau sering makan bersama, ternyata tak enak makan sendiri.."


Fatimah mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol entah apa yang di lakukan, hingga senyum di wajahnya pun terbit saat melihat wajah sang suami


"Assalamualaikum Mas.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam Dek..." tersenyum melihat sang istri seperti sedang makan


"Kamu baru mau makan Dek..?"


"Baru mau Mas, tapi tak enak makan sendiri. Maunya-"


"Maunya sama Mas ya kan!"


"Hi hi tau aja Mas.."


"Mas sekarang lagi di mana..?"


"Sudah makan kah..?"


"Astaghfirullah lazim Dek nanya itu satu-satu dong. Kamu ini..!"


"Iya Mas, maaf.."


"Mas sekarang lagi di restoran X..."


"Kalau makan sih! Belum Dek.."


"Lagi ada kerjaan ya Mas? Makan dulu Mas, jangan terlalu fokus hingga akhirnya berakibat fatal untuk tubuh kita.." nasihat sang istri untuk suami


Addry tersenyum geli, istrinya ini selalu mengingatkan dia membuat Addry berkali-kali mengucap rasa syukur


"Iya sayang nanti Mas makan.."


"Jangan nanti-nanti Mas kalau nanti biasanya sering lupa.."


"Kamu ini kenapa sudah berubah jadi cerewet sih Dek? Kamu aja tu belum makan. Lihat itu masih sama lauknya kamu anggurin.."


"Sudah kamu makanlah dulu ya Dek.."


"Mas mau kembali ke dalam, soalnya ada rekan kerja Mas di dalam sana..!"


"Iya deh!" seakan tak rela Fatimah berpisah dari Addry ya walaupun hanya sekedar video call an saja


"Ya jangan lesu gitu dong, Mas pengen cubit pipi kamu kalau seperti itu..." terkekeh


"Ih Mas! Baiklah Mas selamat kerja dan jangan lupa makannya ya.." di angguki oleh Addry


"Iya istri bawel ku. Kamu juga harus makan banyak biar Baby nya semakin cepat keluar.."


Fatimah hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar perkataan konyol sang suami. Sambungan telepon pun terdengar menandakan panggilan mereka telah berakhir. Sepertinya Wanita itu telah mendapatkan vitamin dapat dilihat sebegitu lahapnya dia makan


...🥀🥀🥀🥀🥀...


"Maaf.." menarik kursi dan duduk kembali dan pesanan makanan mereka tadi telah terhidang cantik di meja


"Tidak masalah.."


"Apakah yang menelpon Anda tadi adalah istri Anda..?"


"Iya.."


Tak taukah Addry bahwa William tersenyum samar saat mendengarnya. Entahlah kenapa William begitu dan sangat ingin. Padahal dia belum pernah bertemu dengan Fatimah, apakah dia sering menguntit?


Mendadak suasana menjadi canggung membuat sang Asisten bingung dengan situasi ini

__ADS_1


Ada apa sih dengan mereka, disini seperti aura lain. Ini nih nasib bawahan. Batinnya Tomi


"Tuan dan Tuan William ada baiknya kita makan terlebih dahulu. Karena tak baik jika makanan belum juga di cicipi.." Tomi berbicara untuk memecahkan keheningan dengan hati-hati Tomi berbicara


"Iya benar kata Asisten Anda Tuan Addry. Mari kita makan.." dengan tak merasa bersalahnya William makan mendahului Addry dan Tomi


...🥀🥀🥀🥀🥀...


"Din makan yuk!" ucap Azmi yang baru saja keluar dari ruangannya karena memang ruangan Dinda dan Azmi berhadapan


"Tapi Pak, saya sudah bawa bekal.." mengangkat rantang bekalnya untuk Azmi lihat


"Oh kamu bawa bekal, banyak enggak..?" mendekat kearah Dinda


"Banyak Pak.." dengan polosnya Dinda menjawab tak taukah Dinda jika Azmi punya rencana lain


Dinda membuka satu persatu rantang tersebut, rantang pertama berisi nasi, rantang kedua berisi tumis saus tiram kangkung, rantang ketiga sambal cabe rawit dan terakhir ayam goreng. Membuat Azmi menelan saliva nya dengan kasar


"Ini kamu sendiri masaknya Din..?" bertanya tapi tatapannya masih fokus pada makanan tersebut


"Iya Pak mau siapa lagi yang masak.."


"Wih! Banyak ini makanannya, boleh dong aku makan ya!.."


"Hah!" Dinda langsung melongo


"Terima kasih Din, kamu memang baik👍.."


Dasar tak tau malu belum di jawab. Eh! Malah duluan makan tak menunggu orang yang sudah masak dan bawanya. Batin Dinda, gadis itu kesal kepada pria yang di depannya ini, tapi apa boleh buat. Dia pun ikut makan


"Enak banget masakan kamu Din, lain kali bawa lagi ya!"


Apa katanya bawa lagi, bisa bangkrut aku. Jika nampung dia


"Malah ngelamun lagi, kebiasaan deh kamu ini Din.."


"Hoi!"


"Eh! Kodok lompat..." Azmi langsung tertawa saat mendengarnya


...----------------...


"Sudah jam setengah lima, bentar lagi Mas Addry pulang. Lebih baik aku mandi dulu deh!"


Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi Fatimah keluar kamar dengan memakai kimono dengan rambut berbalut handuk kecil membuat sepasang mata memandangnya seketika penatnya hilang


"Pakai baju apa ya..?"


"Pakai yang ini aja deh..!" pilihan Fatimah berlabuh dengan daster berwarna biru langit


"He'em..." Fatimah terkejut lantas dia pun berbalik


Mana ada ya calon bayi jika sering diisi makanan akan cepat keluar Dasar otak babang Addry ada ada aja Readers 🤣


Untuk para readers, Author mohon bagi yang ikhlas dan ridho tolong Vote dan kasih ranting untuk karya Author


Dan jangan lupa ya Like dan komentarnya...


Maaf ya jika Author banyak maunya 😁

__ADS_1


Author tunggu kedatangan kalian para readers ❤️


__ADS_2