Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 4


__ADS_3

Di apertemen yang mewah itu, seorang laki-laki duduk santai sambil memainkan game. Sembari menunggu kekasihnya yang sedang asik berdandan


“Yang, sudah belum..?” ucapnya sedikit kesal karena menunggu kekasih hati sangat lama dandannya. Sudah 1 jam lebih dia menunggu, tapi yang di tunggu tak juga nampak. Hingga Addry memutuskan untuk melihat apa saja yang dilakukan Bianca di dalam kamar dengan waktu yang sangat lama


Ya mereka adalah Addry dan Bianca sepasang kekasih yang saling mencintai. Addry pergi dari rumah menghindari sang istri, demi membuat kekasih bahagia


“Ya sayang ini baru selesai, bagaimana penampilannya aku?” dengan berbalik menampilkan dandanannya kepada Addry. Addry pun sangat terpesona dengan penampilan kekasihnya malam ini


“Kamu cantik sekali malam ini sayang…”


“Oh jadi, aku nggak cantik selama ini ya..?” dengan wajah yang cemberut


“Ya nggak sayang, maksud aku itu. Kamu malam ini sangat mempesona. Sampai-sampai aku pangling loh liat kamu..” ucapnya dan langsung merangkul pinggang kekasihnya itu, agar keluar dari kamar Bianca


“Ah makasih lo sayang…” dengan wajah yang bersemu merah


Mereka pun langsung menuju lift, agar mereka bisa pergi menuju tempat yang mereka inginkan

__ADS_1


Kembali di rumah yang mewah dengan nuansa Eropa, seorang perempuan yang belum bisa tidur memikirkan sang suami yang belum pulang juga. Padahal jam sudah menunjukan jam 12 malam


Inilah membuat Fatimah sangat khawatir, memang sih biasanya Addry juga kadangan pulang malam lebih lagi dari ini. Tapi entah mengapa malam ini, Fatimah sangat cemas dengan suaminya ini


Ia merasakan ada hal yang besar yang akan terjadi, tapi Fatimah tidak tau apa yang akan menimpanya ini. Ia hanya berzhikir sambil duduk di sofa, untuk menunggu kepulangan sang suami. Tapi yang ditunggu sekarang malah, melakukan hal yang harusnya tidak dilakukan


Adzan subuh berkumandang, seorang perempuan yang tertidur di sofa itu pun terbangun. Karena mendengar suara adzan yang lantang itu


“Astaghfirullah, aku ketiduran di sini ternyata. Oh iya apa mas Addry sudah pulang belum ya ?” ucapnya dengan menananyai dirinya sendiri. Fatimah pun bergegas ke lantai atas, untuk mengecek suaminya pulang atau tidak


“Kamarnya mas Addry kok masih rapi ya, atau mas Addry tidak pulang semalam..” Fatimah pun celingak celinguk melihat apa yang ia cari, ternyata memang tidak ada


Tidak ingin berlarut-larut dari lamunannya, Fatimah pun memutuskan untuk menjalankan kewajibanya sebagai umat muslim terlebih dahulu. Fatimah pun menjalankan shalatnya dengan khusyuk. Setelah selesai ia pun berdoa kepada sang Pencipta langit dan bumi beserta isinya


Ya Allah kepadaMu lah hamba memohon dan meminta. Hamba mohon kepadaMu lindungilah suami hamba di manapun ia berada, dan semoga ia selalu berada dijalan yang Engkau Ridhoi Ya Allah. Dan hamba memohon Ya Allah, hilangkanlah kegelisahan dan kekhawatiran yang ada di hati hambaMu ini Ya Allah.. Aamiinnn Ya Robbal Alamin


Setelah mengahadap kepada sang Pencipta, hati Fatimah agak tenang sedikit. Walaupun masih ada kekhawatiran. Fatimah pun langsung keluar dari kamarnya untuk memasak makanan. Siapa tau suaminya pulang nanti, maka suaminya bisa langsung makan saja. Kalau makanan sudah masak, meskipun nantinya makanan

__ADS_1


itu tak akan tersentu oleh suaminya. Tapi Fatimah masih tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri


Sedangkan di Apertemennya Bianca, tepatnya dikamar. Ada seorang pria yang menyesali perbuatan yang mereka lakukan tadi malam. Addry pun melihat kesamping, dimana sang wanita masih tertidur pulasnya


Walaupun Addry menyesalinya dan walaupun Addry baru pertama melakukan hubungan intim ,  Addry tidak bodoh. Ia tau bahwa Bianca tidaklah perawan lagi. Ia ingat tadi malam, Bianca tidak teriak kesakitan, malah sebaliknya Bianca malah mengerang kenikmatan dan Addry ingat ia tak melihat darah keperawanan yang dimiliki oleh Bianca. Addry pun bertanya-tanya


Bagaimana bisa Bianca tidak perawan lagi?, Siapa yang mengambil keperawanannya Bianca dan masih banyak lagi yang dipikirkan oleh Addry


Masih asyik dengan lamunannya, sang perempuan pun telah bangun juga dari tidurnya. Ia pun tersenyum manis mengahadap ke Addry


“Sayang kamu sudah bangun ya?” ucap Bianca masih menampilkan senyum yang tak pudar. Bagaimana tidak inilah yang diinginkan oleh Bianca yaitu bisa menjadi nyonya Addry seutuhnya bukan sebagai kekasih Addry saja


“Maaf sayang atas kejadian tadi malam..” ucap Addry sambil menjambak rambutnya


“Hei jangan lakukan itu sayang, kita melakukannya atas nama cinta sama cinta. Jadi tak ada kata penyesalan!” Bianca pun menenangkan Addry. Sedangkan Addry bingung kenapa Bianca tidak menyesali perbuatan yang mereka lakukan tadi malam


Kembali ke rumah mewah yang ditempati oleh Fatimah dan Addry. Sekarang seorang perempuan yang tersenyum sambil menyiram tanamannya dan menyanyikan lagu sholawat untuk mengawali pagi yang indah ini

__ADS_1


Saat sedang asik-asiknya menyiram dan bernyanyi, Fatimah pun mendengar suara mobil masuk kedalam perkarangan rumah. Lantas saja Fatimah menoleh ke asal suara. Ternyata sang suami telah pulang, Fatimah pun bergegas mematikan keran air dan setelah selesai Fatimah langsung masuk rumah untuk menyambut kedatangan Addry


__ADS_2