Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 69


__ADS_3

Ternyata seorang pria tampan dengan setelan jas yang seperti dilihat harga jas itu bermerk. Berarti orang ini bukan orang sembarangan. Pria tersebut masih senantiasa memegang minuman yang belum di ambil oleh Fatimah


"Maaf Anda salah orang..." ucap Fatimah dan tak menerima botol minuman yang di sodorkan kepadanya tadi


"Hei! Tunggu dulu..!" ucapnya dan langsung memegang ujung jilbab panjangnya Fatimah karena wanita itu ingin pergi dilihat dari dia mulai beranjak dari tempat duduknya


"Maaf Anda kurang sopan.." dengan sempontan Fatimah mengatakannya membuat senyum pria tersebut terbit di bibir sek*i nya itu


Manisnya bini orang...


"Maaf jika saya kurang sopan, tapi bolehkan kita berkenalan terlebih dahulu.." mengulurkan tangannya di depan wanita berjilbab itu


"Maaf Tuan, saya tidak bisa mengatakannya dan saya sudah bersuami.." mengatupkan kedua tangannya di depan dada


Di Tempat Lain


Seorang pria tak kalah tampan yang sedang sibuknya dengan proyek kafe barunya itu. Hingga ke fokuskan tersebut terahlikan oleh sebuah deringan ponselnya membuatnya memberhentikan sebentar kerjaannya


"Halo.."


"Iya ada Maks..?"


"Tuan, saya hanya ingin menyampaikan jika sekarang Nyonya Fatimah sedang berada di supermarket bersama dengan seorang pria paru baya.." jelas Maks melaporkan kepada bosnya


"Iya saya tau Maks, istri saya sudah izin terlebih dahulu tadi.."


"Tapi ada satu lagi Tuan.." membuat alis Addry menyatu, pria itu diam mendengar tutur setiap kata yang disampaikan oleh bodyguard tersembunyi sang istri


"Apa katamu.."


"Iya Tuan, pria paru baya itu duduk di luar toko, sehingga dia tak bisa melihat apa saja yang terjadi di dalam.."


"Baiklah terus kau awasi, apa yang terjadi.."


"Siap Tuan.."


Will kau mulai berulah, aku masih diam karena kau belum banyak menimbulkan masalah tapi ini...


"Maaf saya harus pergi.."


"Assalamualaikum.."


Pria itu hanya tersenyum geli dan tak menjawab salamnya. Dia hanya fokus melihat Fatimah yang sama sekali tak terpesona dengan ketampanannya. Padahal jelas-jelas banyak sekali para kaum hawa mengejarnya, tapi ini sepertinya pamornya turun seketika di hadapan Fatimah


"Mari Mang kita pulang.."


"Neng sudah selesai belanja..?"


"Iya Mang..." lantas Mang Diman pun membuka pintu mobil untuk Fatimah


Sepanjang perjalan Fatimah hanya memainkan ponselnya saja untuk mengisi waktu luang sebelum sampai rumah


"Bi nanti biar Fati saja yang masak ya.."


"Biar Bibi saja Non, mending Non nya istirahat saja. Pasti capek habis belanja.."

__ADS_1


"Enggak kok Bi kan Fati masak hanya sekali-sekali saja.."


"Kalau Bibi mau, bisa tolong potongin yang ini saja.."


"Baiklah Non.."


Kini kedua wanita yang beda generasi tersebut bercanda tawa sembari memasak makanan dan kue yang ingin Fatimah buat tadi. Hingga kini jam sudah menunjuk pukul sebelas siang. Lantas Fatimah bergegas naik keatas untuk membersihkan diri sebelum ke kantor sang suami


"Pakai yang mana ya..." ucapnya memilih lipstik yang cocok untuk hari ini. Hingga pilihannya jatuh kepada lipstik yang berwarna nude karena mengingat hari yang panas, jadi lebih baik memilih warna yang kalem saja


"Sudah selesai.." dia melihat tampilannya yang kini memakai pakaian kaos putih dengan di balut kemeja putih dan rok panjang plisket berwarna krim dan jilbab pasmina yang senada dengan warna rok yang di pakai membuat tampilan Fatimah seperti anak muda saja


Send to Suamiku❤️


"Mas aku sudah siap, tinggal jalan saja.."


"Iya Dek, hati-hati Mas tunggu di kantor ya!"


"Iya Mas, Fati berangkat dulu ya..!"


Karena tak kunjung ada jawab, membuat Fatimah memilih pergi saja agar suaminya tak menunggu dia lama itulah pikirnya


"Maaf ya Mang, menyusahkan Mang Diman lagi..!" ucapnya yang saat ini sudah di dalam mobil


"Neng ini lucu, ini kan memang kerjanya Mang Diman.."


"Iya Sih! Tapi enggak enak aja. Selalu nyusahin Mang nya.."


"Sudah buang rasa enggak enaknya Neng. Biar enak nantinya.." canda Mang Diman dan di ladani oleh Fatimah


Hingga tak terasa perjalanan mereka yang biasanya memakan setengah jam tak terasa bagi mereka, apalagi siang pasti jalan selalu majet, tapi itu tak terasa karena di isi oleh canda dan tawa dari mereka


"Iya Neng, sami-sami.."


"Ya sudah Neng, Mang Diman balik lagi ya..!"


"Iya Mang, hati-hati di jalan.." di balas anggukan saja dan mobil pun melaju meninggalkan perusahan terbesar itu


Fatimah berjalan sembari tersenyum saat orang-orang menyapa dan tersenyum kepadanya, karena mereka semua sudah tau bahwa wanita yang sedang berjalan menuju lantai atas adalah istri bos mereka


"Silahkan Nyonya.." ucap seorang resepsionis


"Terima kasih ya!"


"Iya Nyonya, terima kasih kembali.."


Fatimah berjalan untuk segera sampai ke ruangan suaminya itu dan kini wanita hamil itu telah sampai di pintu yang sangat besar dan menjulang tinggi


Tok.....


Tok.....


"Masuk..." tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop


"Ada apalagi Tom.." masih fokus ke layar laptop, tapi Addry bingung karena sedari tadi orang yang di ajak bicara tak mengeluarkan suaranya, sehingga membuat dirinya mengalihkan penglihatannya

__ADS_1


"Sayang..!" berjalan menghampiri Fatimah yang masih diam di tempat


"Kenapa enggak hubungi Mas dulu kalau sudah sampai.."


"Maaf Mas, tadi enggak ingat lagi.."


"Cepat banget sampainya Dek.."


"Iya jalanan lagi sepi.."


"Mas kira kamu tadi Tom. Makanya Mas masih fokus ke laptop.."


"Makanya kalau ada orang itu Mas lihat dulu orangnya..."


"Kan kasihan jika di cuekin.." lanjutnya


"Iya istri Mas ini bawelnya enggak ketulungan banget sih!" menarik hidung Fatimah, membuat sang empu kesakitan


"Mas!"


"Iya-iya maaf ya..!"


Sepasang suami istri itu, kini telah makan dengan sangat khidmat, hanya ada dentingan sendok dan garpu saja untuk mengisi suara ruangan tersebut


...🥀🥀🥀🥀🥀...


"Din, apakah kamu bawa lagi bekal..?"


"Maaf Pak, hari ini saya enggak bawa karena hari ini saya kesiangan.."


"Ah!" Azmi mendadak lesu


"Kita makan ke kantin aja yuk!" ajak Azmi kepada Dinda


"Tapi Pak, kita masih banyak pekerjaan yang menunggu.."


"Sudah nanti lanjutinya, kita kerja kan juga butuh tenaga.."


"Jadi, ayo pergi.." langsung menarik tangan Dinda membuat gadis itu terlonjak kaget saat mendapati perbuatan Azmi yang mendadak itu


"Eh! Maaf.." Azmi langsung melepaskan tangan Dinda yang tadi dia genggam karena gadis di depannya itu hanya diam saja di tempatnya tadi


"Ah! Iya Pak enggak apa-apa.." saat kesadarannya kembali


"Bagaimana mau enggak..?" Azmi kembali memastikan, apakah gadis ini mau ikut makan dengannya dan tanpa di duga ternyata gadis cantik itu menerima ajakannya


Azmi dan Dinda kini telah duduk di bangku yang telah di sediakan oleh para penjual


"Kamu mau makan apa Din.."


"Saya bakso saja Pak.."


"Baiklah.."


Azmi langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka, sedangkan Dinda hanya diam saja sembari menunggu pesanan mereka tadi

__ADS_1


Ayo-ayo Vote karya Author dan jangan lupa Like dan komentarnya ya..


Terima kasih ❤️🥀


__ADS_2