
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Adzan berkumandang dengan merdunya membangunkan seluruh umat muslim untuk bangun dan menjalankan perintah dari sang Khaliq
Mata elang pemilik dari pria tampan itu telah bangun. Seketika senyumnya mereka senang karena kegiatan semalam dengan istrinya. Lantas saja Addry menoleh melihat wanitanya yang masih tidur dengan lelapnya
“Dek…” panggilnya depan telinga sang istri
Cup….
Masih tertidur!
Cup…
Eugh…..
“Mas…” Fatimah langsung bangun dan duduk menampilkan sesuatu yang akan membuat Addry ** on lagi. Mata Addry langsung membulat melihatnya. Tapi Fatimah masih belum menyadarinya
“Dek! Kamu sengaja mau menggoda mas lagi ya…” dengan seringai mendekap sang istri
“Astaghfirullah lazim..” Mata Fatimah membulat melihat dirinya setengah bu***
“Bukan mas…”
“Ha ha ha. Iya istriku, mas tau walaupun kamu sengaja mas nggak marah kok!..”
“Sudah-sudah ayo kita mandi junub dulu. Habis itu baru shalat..”
“Masak apa dek..”
Sambil memeluk tubuh mungil sang istri yang sibuk dengan peralatan dapur. Iya hanya mereka berdua yang ada di dapur karena sang bibi tadi ke pasar atas perintah Fatimah. Dia sengaja hari ini Fatimah khusus kan untuk masak sendiri di dapur
“Biasa masak kesukaan suamiku..”
“Uh! Sudah bisa ya..” mengelus perut Fatimah
“He he..”
“Mas kalau begini kayak berasa pacaran tau. Ya walaupun Fati belum pernah pacaran…” Tambahnya, Addry masih diam ingin mendengar apa lanjutan kata dari sang istri
“Fati sering baca-baca dan liat drama-drama kayak begini mas..”
“Iya dek. Pacaran tapi halal..”
“Iya mas..” menoleh sebentar
“Hem bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan kayak orang pacaran gitu…” Addry memberi ide nya
“Tapi mas kan kerja hari ini..” mematikan api kompor gas
“Kamu lupa dek kalau suamimu ini bosnya..” ucapnya dengan sombong. Fatimah hanya tersenyum saja menanggapi tabiat sang suami. Haduh sejak kapan suaminya ini lebay itulah dalam pikiran Fatimah
“Mas, Fati siapkan sarapan dulu ya..” ucapnya dengan lembut agar sang suami mau melepaskan pelukannya
“Baiklah..” Addry berjalan menuju meja makan dan duduk di sana sembari menunggu Fatimah menyajikannya
“Sudah dek..” Fatimah menganggukkan kepala. Setelah itu mengisi lauk pauknya
__ADS_1
“Ini mas..”
“Makasih..” setelah melayani sang suami. Kini giliran dia mengisi piring untuknya sendiri
1 Jam Kemudian
Sesuai dengan janji Addry hari ini ia libur. Kini sepasang suami istri itu sibuk menyiapkan keperluan untuk piknik dan jalan-jalan. Ya walaupun bukan hari libur
“Sudah dek..!” Addry telah menaruh semua keperluan mereka nanti. Kini dia hanya tinggal menunggu sang istri yang belum juga kelihatan
Setengah Jam
“Mas…”
Waw….
Addry langsung terpana sungguh istrinya ini sangat pintar memberikan berbagai kejutan
“Mas…” kini giliran Fatimah yang melambaikan tangan nya di depan wajah suaminya
“Ah!..” saat sadar dari lamunan
“Kenapa melamun..”
“Cantik…” ucapnya dengan spontan. Fatimah tersenyum mendengarnya
“Mau berangkat atau mas mau tinggal sendirian disini..?” bisik nya dan langsung berjalan meninggalkan sang suami
“He! Dek tunggu…” ucapnya mengejar Fatimah yang sengaja jahil kepadanya
“Eh Bibi..” Fatimah melihat Bibi Sum yang baru saja sampai dari pasar dengan dibantu Mang Diman membawa belanjaannya Bi Sum tadi
“Oh ini, kami mau jalan-jalan dulu ya Bi..” dengan tersenyum
“Jalan-jalan kemana Tuan..” kini Mang Diman yang bertanya.
“Biasa Mang. Mau pacaran…” jawab nya dengan enteng
"Masya Allah, semoga sukses tuan..."
"Aamiin Mang..."
Akhirnya mereka melajukan mobil menuju tempat yang ingin di datangi. Fatimah melihat sepanjang jalan sangat indah dimana terbentang lautan nan luas. Disertai banyaknya burung-burung terbang di atasnya menambah kesan indah untuk di pandang mata
"Mas! Indah sekali ya pemandangan yang diciptakan oleh Allah..." menoleh kearah Addry
"Iya dek. Sama kayak kamu juga indah yang diciptakan oleh Tuhan untukku dan menjadi bidadari ku.."
"Sudah mas. Jangan gombal terus.."
"Enggak papa kok dek. Sama istri sendiri..."
1 Jam Kemudian
Akhirnya mereka sampai di tempat yang sangat indah. Dimana terbentang nya danau hijau yang luas
Di Lain Tempat
__ADS_1
Tepatnya di Firma Hukum. Tempat Dinda bekerja, hari ini Dinda sibuk dengan kerjaannya sebagai sekretaris Azmi. Bagaimana tidak ada seorang ibu-ibu marah-marah karena belum dapat berkonsultasi kepada pengacara yang ditujunya
"Maaf Bu, Pak Azmi masih ada tamu di dalam..." memberi pengertian kepada wanita paru baya itu
"Masa lama sekali mbak. Saya sudah lama nunggu nggak keluar-keluar..."
"Makanya ibu tunggu sebentar lagi ya..." membawa tubuh ibu itu agar duduk kembali
Di Dalam Ruangan Azmi
Seorang wanita yang berpakaian lumayan seksi itu masih saja menatap Azmi seakan kelaparan. Sampai membuat Azmi sendiri risih dengannya. Kalau bukan Mandang wanita itu adalah kliennya sudah pasti ia tendang tadi🤣
"Masnya sudah menikah belum..?"
"Belum Mbak..." masih dengan ramah
"Oh berarti masih lajang ya! Punya pacar belum..?"
"Maaf ya mbak. Mbak kesini hanya untuk konsultasi bukan mewawancarai saya..." ucapnya dengan tegas karena tak tahan lagi melihat tingkah wanita itu yang agak meliuk-liukan badan
"Aduh jangan galak mas. Tambah suka deh..!"
Astaghfirullah lazim, Ya Allah ada ya wanita seperti ini. Curhatnya kepada sang pencipta
"Makin tertantang deh! Kalau masnya kayak gini.." tapi wanita itu masih duduk di tempat. Dia tidak menghampiri Azmi
Tok tok...
"Masuk.."
"Pak saya ma..."
"Ini pacar saya. Sebentar lagi kami mau tunangan. Iya kan sayang..." ucap Azmi memotong kalimat Dinda tadi. Lantas Dinda bingung dengan suasana di dalam ruangan ini. Akhirnya dia paham saat melihat wajah wanita itu merah mungkin menahan amarah. Itulah dalam pikirnya, Dinda merupakan wanita peka dengan keadaan. makanya dia langsung menyesuaikan diri
"Iya dong sayang. Ini juga tadi mama telpon aku. Kata beliau ingin ketemu kamu.." ucapnya sambil mencubit pipi sang atasan
Kapan lagi aku bisa cubit pipinya bos. Kalau bukan kayak gini. Batinnya tertawa melihat mata Azmi melotot
"Ha Ha iya sayang. Maaf aku sibuk, kamu kan tau sebagi sekretaris ku juga sebagai calon istriku ..." menarik pinggang Dinda agar mendekat
"Ah! Sudah aku muak liat kalian..." Langsung menyambar tasnya dan berlalu pergi
"Maaf pak. Saya lancang tadi.." menundukkan kepalanya
"Iya tak apa-apa.." berjalan duduk di kursi kebesarannya
"Ada apa kau kesini Din?"
"Iya pak, ibu yang diluar sudah tidak sabar ingin konsultasi dengan bapak..."
"Suruh masuk..!"
"Baik pak..."
Dinda langsung berjalan menuju pintu keluar setelah itu bersandar sebentar di depan pintu menormalkan detak jantungnya yang bergerak 2 kali lipat dari biasanya. Merasa telah baikan dia menuju ruang tunggu ibu tadi untuk mengatakan kalau ibu itu sudah di tunggu bosnya
Kenapa kalau dekat dengan dia jantungku berdebar....
Jangan lupa tekan Vote,Like and coment
Biar semangat up nya nanti
__ADS_1
Terimakasih 🤗🥰