
Sesuai janjian mereka tadi, kini keduanya sedang sangat serius melihat monitor yang menampilkan perkembangan anak mereka di dalam perut sang istri
Addry begitu seksama mendengar setiap penjelasan dari dokter yang menunjuk-nunjuk gambar calon anak mereka. Hati Fatimah begitu hangat melihat calon bayinya, entah kenapa dia merasa sangat tak sabaran untuk segera bertemu dengan bayi yang masih dia kandung itu
"Kak, lihat Dede nya Kakak di sana..!" tunjuk Addry pada monitor itu, padahal belum tentu Shakinah tau maksudnya dari gambar tersebut
Ya saat ini Shakinah sudah berusia sepuluh bulanan. Memang masih kecil, dulu sebenarnya Fatimah ingin menunda kehamilan dulu karena dia masih ingin mengurus dan memberi kasih sayang dan cintanya hanya untuk Shakinah seorang. Apalagi mengingat anak pertamanya itu lahir dalam keadaan prematur membuat hatinya tergerak agar menunda dulu
Namun karena Addry yang sangat ingin memiliki anak kembali, akhirnya wanita itu nurut saja. Toh juga anak adalah rezeki yang sangat baik yang di berikan oleh Tuhan
"Apa? Kamu sudah tak sabar mau main sama Dede ya Kak..?" tanya Addry karena saat pria itu menunjuk gambar yang ada di monitor yang menampilkan gambar dedeknya membuat Shakinah tertawa riang sembari kaki dan tangannya yang tak dapat diam
"Lihat Sayang, anak kita tak sabar untuk melihat adiknya..!" Fatimah mengangguk dan tersenyum melihat keduanya. Begitu juga dokter yang terharu melihat interaksi keluarga kecil yang begitu bahagia itu
*****
"Mas, sebelum pulang. Kita ke minimarket dulu ya..!"
__ADS_1
"Siap Sayang!"
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang dalam perjalanan ketiga tak berhenti senyum, apalagi saat melihat putri mereka yang selalu tertawa saat Fatimah membuat kelucuan dengan muka yang dibuat-buat konyol
Hingga perjalan menuju minimarket pun tak terasa, ketiganya keluar dari mobil
"Eh! Sayang, biar Mas saja yang menggendong kakak..!" ucap Addry mencegah Fatimah yang mau menggendong putrinya
"Baiklah Mas, sebentar aku ambil gendongannya dulu ya..!"
"Ayo Yang kita masuk..!" dengan posisi Shakinah yang di gendong menggunakan gendongan kodok dan tangan satunya lagi dia gunakan untuk menggandeng sang istri
Sungguh pemandangan yang sangat langkah, apalagi prianya sangat tampan
Selama belanja, tak ada yang membuat moodnya hancur, tapi tak lama kemudian. Saat Addry dan Fatimah yang ingin menuju meja kasir, Fatimah mendengar sedikit gosipan dari beberapa siswi yang sedang mengadem di ruangan mini market tersebut
"Wah! Kau lihat pria itu..!" ucap salah satu gadis yang sepertinya seorang siswa. Apalagi dia memakai pakaian seragam
__ADS_1
"Iya! Dia sangat tampan sekali dan hot..!" timbal temannya, Fatimah dapat mendengar sedikit-sedikit apa yang mereka bicarakan walaupun dalam keadaan berbisik. Ibu satu anak itu sangat risih mendengarnya, dirinya pun melihat suaminya yang sibuk mendorong troli di hadapannya
"Tapi sayang sekali, dia sudah berkeluarga ya..!" ucap mereka dengan melemah, tapi kerisihan itu berubah menjadi senyuman saat mendengar beberapa ya patah hati
"Tapi sih! Kalau dia mau, aku mau kok jadi istri keduanya. Ah! Tidak usah istri kedua, jadi simpanannya saja aku bersyukur..!" timbal salah satu siswa yang tak tau malu membuat Fatimah sangat geram di buatnya. Entah kenapa suasana hatinya mendadak panas
"Sudah Mas..?" tanyanya dengan sedikit ketus
"Iya sebentar lagi Yang, enggak ada lagi kan yang kamu mau..?"
Addry sedikit bingung melihat tingkah sang istri, padahal selama berbelanja tadi. Tidak ada hal yang aneh, tapi kini!
"Ini Pak!"
"Berapa..?"
"Semuanya 175 ribu Pak.."
__ADS_1
"Ini..!" ucap Addry memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada sang kasir
"Eh Pak, ini kembaliannya..?" teriak kasir itu pada Addry yang tiba-tiba saja berjalan cepat. Mungkin mengejar sang istri yang sedang ngambek tadi