Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 46


__ADS_3

Ting.. (Lampu menyala)


Menampilkan dekorasi yang sangat indah dimana bunga-bunga dan balon yang berwarna pink. Seakan yang ulang tahun itu perempuan. Padahal ini Addry yang ulang tahun


Beriringan keluarnya Fatimah Bibi, Mang Udin dan jangan lupa kedua orang tuanya Addry dan Fatimah serta tak lupa Rifki sang sahabatnya Addry


Addry terbengong di depan pintu, apalagi melihat sang istri yang sangat-sangat cantik malam ini. Fatimah tersenyum manis kearah sang suami dengan membawa nampan yang berisi kue ulang tahun dengan tertera angka 33 di atas kuenya


'Selamat ulang tahun


Selamat ulang tahun


Selamat ulang, selamat ulang


Selamat ulang tahun'


Mereka beramai ramai bernyanyi. Mengikuti instruksi dari Fatimah


"Selamat ulang tahun Suamiku, Cintaku dan Surga ku" ucap Fatimah dan mencium pipi serta kening sang suami dengan sedikit berjinjit karena Addry yang memiliki badan tinggi


"Masya Allah Istriku ini. Terimakasih sayang.."


"Iya mas.." dengan tersenyum


Seluruh orang yang berada di sana tadi. Mengucapkan selamat kepada Addry yang bertambah umur


"Selamat bro. Makin tua aja loh dan selamat juga ya! Bentar lagi jadi Abi..." ucap Rifki dan langsung memeluk tubuh sahabatnya


"Iya bro makasih ya!.."


"Iya sama-sama.." melepaskan pelukannya tadi


"Tapi hati-hati. Lo tambah tua. Sedangkan istri lo makin muda aja mukanya..." ledeknya, Saat mendengar perkataan dari Rifki sontak saja Addry ingin melayang tinjunya kalau bukan suara Fatimah yang memberhentikannya tadi


"Enggak papa kok kak. Kalau suami aku tua. Tapi aku makin cinta kok.." ucapnya menyenangkan hati sang suami. Benar saja muka Addry langsung berseri-seri mendengarnya


"Kalau begitu Fati ke sana dulu ya mas! Kak.." pamitnya. Dia tak mau menggangu waktu untuk sang suami dan sahabatnya untuk berbicara. Karena mereka telah lama tak bertemu


"Baiklah dek.." dan di angguki oleh Rifki


"Syukurlah kalau Lo sudah berubah Dry.." ucapnya dengan penuh kelegaan


"Lo sudah tau Ki..?" tanyanya


"Iya tadi dari Mama.." dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa


"Hem Alhamdulillah Ki. Allah menyadarkan ke khilafan ku lebih awal.."


"Sekarang Lo sudah tau kan yang mana berlian dan yang mana kerikil.."


"Iya dan sekarang berlian itu sudah ada dalam dekapanku.." ucapnya dengan memandang jauh seakan menerawang kejadian masa lalu


"Sudah-sudah jangan ungkit lagi. Mending kita ikut ke belakang. Pasti mereka sudah mulai barbequean .." ajaknya


"ayo!.." mereka berdua berjalan menuju halaman belakang rumah. Benar saja, semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing


"Bunda sini biar Fati saja yang panggangnya.."


"Ya sudah. Bunda bantu Mama dengan BI Sum dulu di belakang buat sambal kecapnya dulu ya nak.." memberikan capitan nya kepada Fatimah. Bunda Lisa pun pergi meninggalkan Fatimah sendirian dengan memanggang daging


"Sudah sana pdkt sama istri.."


"Enggak usah pdkt lagi bro. Udah nikah.." jawabnya

__ADS_1


"Ha Ha.. Sudah sana, gue ke sana saja ya.." tunjuk Rifki ke arah Papa, Ayah dan Mang Udin mengobrol


"Baiklah gue ke sana ya..!"


Addry dengan semangat berjalan menuju sang istri yang sangat fokus dengan alat panggang daging itu. Hingga tak menyadari jika ada sang suami yang sudah berdiri di belakangnya


Gelap!


Itulah yang Fatimah rasakan saat ini


"Ayo tebak siapa..." ucap Addry Dengan suara yang dibuat-buat. Fatimah langsung tersenyum dia sudah tau siapa yang menutup matanya. Walaupun suara itu tidak sama


"Siapa ya!.." Fatimah pura-pura tak tau


"Awh ..." desis Fatimah saat tangannya tidak sengaja menyentuh pinggir panggangan


"Masya Allah dek.." Addry langsung panik. Dia pun membimbing Fatimah menuju kran di dekat kolam renang


"Masih sakit dek.." meniup-niup jari Fatimah yang tersentuh besi panggangan tadi


"Sudah mendingan mas, setelah mas basuh tangan Fati tadi.."


"Kalau nggak kita ke dokter aja dek.."


"Ya Allah mas, nggak usah. Ini cuma luka kecil kok.."


"Tapi dek.."


"Sudah, nggak usah. Mending kita ke tempat pemanggangan tadi. Nanti gosong loh.."


Malam ini sungguh sangat berkesan bagi mereka. Terutama Addry, karena baru kali ini di merayakan ulang tahun bersama sang istri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Iya mas hati-hati.."


"Semangat kerjanya, buat aku sama baby💪"


"Iya sayang. Ayah berangkat ya nak..!" mencium perut Fatimah yang semakin hari semakin membesar


"Iya Ayah. Baby tunggu pulangnya.." meniruhkan suara anak kecil. Sehingga Addry terkekeh mendengarnya


"Assalamualaikum Ratu hatiku..❤️"


"Waalaikumsalam mas.." tersenyum manis


Fatimah masih diam di tempat, sampai menunggu mobil suaminya itu tak terlihat lagi oleh matanya. Ya memang hari ini Addry tak dijemput oleh asisten pribadinya itu. Karena hari ini moodnya ingin membawa sendiri membawa mobil


Saat berjalan di lobby kantor. Semua karyawan menundukkan kepalanya pertanda hormat kepada sang atasan. Addry juga tak segan membalasnya. Sesekali dia menjawab dan sesekali juga ia tersenyum.


Semua karyawan sekarang tak takut lagi kepada atasan mereka yang kini memiliki sifat yang hangat jauh dari sebelumnya. Tapi itu tak membuat semua karyawan nya kurang ajar. Walau Addry telah berubah tapi mereka masih segan kepadanya. Ya wajar karena Addry adalah atasan mereka


Baru saja Addry ingin duduk di kursi kebesarannya. Tapi langsung didahului oleh bunyi handphonenya


"Halo Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam mas, Fati lupa minta izin sama mas..."


"Izin apa sayang..?"


"Ini Dinda mau main ke rumah mas, boleh nggak.." ucapnya ragu-ragu


"Dinda teman kamu yang waktu itu..?"

__ADS_1


"Iya, mana ada lagi temannya aku.."


"Hehe iya-iya boleh kok. Maaf ya dek, mas belum bisa ajak kamu jalan-jalan.."


"Ih! Mas kayak anak kecil aja aku nya.."


"Ya sudah boleh kok dek.."


"Oke mas. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.." panggilan berakhir


Ah! Kangen lagi dengar suaranya..!


Di Rumah


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.." sahut orang di dalam rumah


Cklek..


"Cari siapa Non..?" ucap Bibi Sum bingung karena dari dia kerja baru kali ini ada tamu


"Fatimah nya ada nggak Bi? " tersenyum


"Oh! Non temannya Non Fati ya..?" memastikan


"Iya BI.."


"Ya sudah masuk dulu Non..." Di angguki oleh Dinda


"Bibi panggil dulu ya Non Fatimah nya.."


"Iya BI.."


Bibi Sum berjalan menaiki anak tangga untuk memberitahukan kepada majikannya kalau ada tamu


Tok tok...


"Iya. "


"Maaf Non di bawah ada temannya Nona.."


"Oh iya BI. Bentar ya. !" Mendengar jawabanku majikannya seperti itu. Akhirnya dia pamit permisi


Fatimah berdiri mematikan musik yang di dengarkan saat senam untuk hamilan nya


"Loh! Dari mana aja kamu Fat..?" ucap Dinda saat melihat baju kaos yang dikenakan oleh Fatimah sudah basah akibat keringatnya dan jilbab juga tak luput dari keringat


"Oh ini baru selesai senam.."


"Oh..." jawab Dinda


"Terus kamu belum mandi gitu.."


"Ya belum lah He he.." ucapnya dengan cengengesan


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya


Vote, Like and coment nya. Karena itu sangat berarti bagi Author 🥺


Terimakasih 🤗. Salam manis...!

__ADS_1


__ADS_2