
"Mas, hari ini sudah satu bulan kita menikah. Apakah kamu tidak ingat jika hari ini adalah hari ulang tahun ku..?"
Ya, Shakinah akui jika dalam satu bulan ini mereka lumayan dekat dan Galang juga sudah mulai banyak bicara pada dirinya, tapi gadis manis itu masih dapat merasakan jika suaminya itu, masih menciptakan sedikit batasan untuk mereka berdua
"Sepertinya iya, apa aku tidak penting bagimu Mas.."
"Semua orang juga sepertinya lupa dengan hari ini..."
Shakinah merasa sangat sedih, tak ada seorang pun yang memberikan dia ucapan selamat serta doa di hari yang begitu spesial baginya
Hingga terbesitlah satu ide yang muncul tiba-tiba di dalam otaknya
@@@@@
"Apa jadwal kita hari ini Al..?"
"Hari ini adalah hari ulang tahunnya nyonya, tuan.."
"Benarkah! Aku bahkan lupa akan hal itu.."
Iya, Tuan hanya ingat dengan nona itu bukan nyonya!. Batinnya Ali
"Baiklah kau boleh pergi!"
Tanpa membantah Ali keluar langsung dari ruangan atasannya. Dia tak ingin membuat Galang kembali marah seperti sebelumnya
Jadi hari ini dia ulang tahun. Hem, baiklah aku akan memberi dirinya kejutan sepulang dari kerja. ucap batinnya memandang kearah luar sana
"Assalamu'alaikum.."
__ADS_1
"Waalaikumsalam.." jawab anak-anak yang sedang sibuk bermain dengan mainan lusuh tersebut
"Hai! Kalian sedang main apa sih..?"
"Kami sedang bermain boneka kakak." jawab salah satu anak laki-laki yang begitu tampan meski badannya berbalutkan dengan pakaian yang begitu lusuh
"Apakah kakak boleh ikut..?" ucap Shakinah dengan begitu lembut membuat anak-anak menganggukkan kepala mereka
Begitu senangnya Shakinah, hari ini bermain dengan anak-anak panti
"Maaf ya Bu, jika saya agak merepotkan..!" ucapnya merasa tak enak, baru pertama main di panti dari pagi sampai sore hari
"Enggak kok, malah atas kedatangan kamu. Anak-anak begitu senang." jawab ibu panti dengan senyuman yang begitu tulus
"Ibu harap kamu datang kembali ya kesini..!"
"Apakah boleh..?" tanya kembali memastikan dan Shakinah begitu gembira melihat anggukan dari ibu panti
"Hore..!"
"Eh, jangan lompat-lompat dong. Nanti kalian jatuh.."
"Baiklah, kakak pulang dulu ya. Assalamu'alaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Gadis manis itu begitu pelan berjalan melihat pemandangan jalan saat sore hari sembari mencari taksi untuk mengantarnya pulang
Hingga suatu jajanan yang membuat dirinya sangat ingin membeli makanan itu. Tanpa basa-basi, gadis manis itu melihat kanan kiri. Melihat semuanya aman, Shakinah berjalan langsung menuju tempat jajanan itu
__ADS_1
"Pak, kebabnya satu..!"
"Oke mbak, duduk dulu mbak..!"
"Iya Pak.."
Menunggu kebab jadi, Shakinah membuka tas selempang dan mengambil benda pipinya. Melihat salah satu aplikasi berwarna hijau itu
Tak ada satu chattan yang masuk dalam ponselnya. Padahal dirinya sangat berharap itu
"Ah! Shakinah kamu jangan sedih dong, mungkin orang-orang pada sibuk.."
"Kan bisa jadi, kamu sih pengangguran haha" ucapnya pada dirinya sendiri begitu pelan agar tak ada satu pun yang mendengar perkataannya itu
"Ini mbak kebabnya.."
Bapak itu memberikan satu bungkus kebab pada Shakinah
"Ah! Pak, tolong buat satu lagi ya.."
"Baiklah Mbak.."
Tak lama kemudian, satu kebab pun kembali jadi. Untung saja waktu Shakinah datang pembeli tak ramai membuatnya bisa sampai rumah sebelum Maghrib
"Terima kasih ya Pak. Berapa semuanya Pak..?"
"20 ribu mbak.."
"Ini Pak.."
__ADS_1
"Makasih Mbak.."