Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 146


__ADS_3

"Yang bangun yuk..!" ajaknya pada sang istri yang masih betah di balut oleh selimut yang berwarna putih tersebut


Tadi, setelah selesai melaksanakan shalat subuh. Dinda kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang


"Mas aku baru saja tidur, sudah mau di bangunin, kan hari ini kamu enggak kerja. Jadi tolong ya Mas untuk hari ini saja. Aku free..!" jawabnya dengan nada lembut dan pelan


Azmi tersenyum mendengar penolakan halus dari sang istri


"Mas bukan minta kamu kerjakan hal lain, tapi Mas ada sesuatu yang harus kita lakukan bersama..!"


"Apa sih Mas, masih pagi udah minta jatah aja! Nanti malam saja ya, aku benar-benar lelah. Entah kenapa badanku rasanya pegal semua..!" jawabnya masih sama dengan posisi di bawah selimut, tanpa ada niat berbicara melihat wajah suaminya karena sesuai perkataannya tadi, Dinda begitu lelah. Entah apa penyebab dari kelelahannya itu


"Otak kamu mesum terus si Yang, aku bukan minta jatah!"


"Terus apa coba..?"


Azmi begitu gemas melihat tingkah istrinya yang tak juga keluar dari selimut tebal itu, hingga dia memilih bergerak mendekat ke tempat istrinya


"Mas kamu mau apa..?" tanya dengan kaget saat Azmi menyingkap selimut dan menggendong tubuhnya membuat sang empunya terkaget dengan kejadian barusan


"Diam saja Yang.."

__ADS_1


Ternyata, pria tampan itu membawah wanitanya masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan bobot istrinya itu dekat dengan wastafel


"Mas jangan aneh-aneh, nanti roboh ini..!" ucapnya dengan nada takut


"Enggak.." jawabnya dengan menghidupkan kran air dan menampungnya. Kemudian dengan penuh kelembutan, tangan kokoh itu mengusapkannya ke wajah Dinda. Sebelumnya di suruh untuk menutup mata terlebih dahulu


Hati Dinda begitu tersentuh dengan perlakuan suaminya yang begitu baik memperlakukannya seperti ratu yang begitu di agungkan


Setelah selesai mencuci muka, Azmi mengambil handuk kecil dan mengusap wajah nan putih itu dari air tadi, kemudian menyuruh Dinda untuk menggosok gigi terlebih dahulu sebelum keluar kamar mandi


"Selesai..?"


"Ayo..!"


******


"Jadi kamu nyuruh aku bangun pagi, ngajak joging Mas..?" tanyanya saat mereka berdiri di halaman depan rumah


"Bukan joging Yang, tapi jalan-jalan..!"


"Ah! Itu sama saja Mas.." jawabnya dengan nada malas

__ADS_1


"Eh! Enggak boleh malas Yang, masih pagi gini! Ayo semangat Mamanya baby G..!" ucapnya menyemangati sang istri agar mau mengikuti kemauannya itu karena kegiatan yang mereka lakukan itu sangat baik untuk sang istri maupun calon anak mereka yang masih di dalam perutnya Dinda


"Ih! Besok aja ya Mas, hari ini aku mager sekali..!"


"Eh! Mau kemana, pliz yang sekali-kali dong! Ini untuk kebaikan anak kita juga Yang..!" ucapnya membalikkan tubuh Dinda yang sudah membalikkan tubuh untuk kembali masuk ke dalam rumah


"Tapi_ baiklah..!"


Sepanjang perjalan mereka, tak pernah luput dari panggilan para tetangga


"Eh! Ada Mas Azmi sama Mbak Dinda. Rajin sekali sih, pagi-pagi udah jalan berdua saja..!" tegur ibu-ibu yang baru saja membuang sampah di depan rumah


"Iya Bu, biar sehat..!" jawab Azmi dan Dinda hanya tersenyum saja


*****


Begitu lelahnya pagi ini bagi Dinda, bagaimana tidak mulai dari jam enam pagi sudah di suruh jalan kaki keliling kompleks oleh suaminya sendiri


Tadi sebenarnya, wanita itu sempat menolak ajakan Azmi, namun bukan Azmi namanya kalau sang istri tak mau mengikuti apa yang dia katakan


"Mas, capek sekali..!" keluhnya yang baru saja sampai di rumah

__ADS_1


__ADS_2