
Pagi ini begitu indah, tapi tak seindah untuk pengantin baru yang kembali melakukan ijab kabul kemarin
Lebih tepatnya pada pria tampan itu, wajahnya terlihat agak murung dan dia lebih betah tiduran di atas kasur hotel tersebut daripada bersiap untuk pulang kembali ke rumah mereka
Wanita cantik itu sangat-sangat merasa bersalah pada sang suami. Hingga akhirnya, setelah selesai beberes seluruh barang yang kemarin mereka bawa untuk di masukan kembali ke dalam koper
"Mas!"
"Hem, ada apa.." ucapnya sibuk dengan ponsel memiringkan ponselnya karena sedang bermain game
"Mas, lihat aku dulu..!" ucapnya dengan lembut, tapi tak juga membuat Addry melihat kearahnya. Hingga kesabaran Fatimah pun hilang karena sifat suaminya tersebut
"Dek, kami mau apa!" kali ini Addry yang dibuat gelagapan oleh tingkah Fatimah yang sangat jauh dari biasanya
"Emangnya aku kenapa..?" ucapnya kembali bertanya tanpa membalas ucapan yang tadi di lontarkan oleh Addry
"Turun Dek, jangan duduk di situ .!"
__ADS_1
Bagaimana tidak Fatimah duduk tepat di atas tubuhnya, bukan Addry tak kuat karena Fatimah duduk disana, tapi lebih tepatnya tak kuat akan sesuatu yang dari semalam dia tahan, sampai-sampai membuat dia harus tidur di sopa tanpa bisa tidur memeluk tubuh istrinya
"Kalau enggak mau bagaimana..!"
"Dek, jangan buat Mas khilaf dong. Turun ya! Mas janji akan dengerin apa yang kamu katakan..!"
Wajahnya pun dibuat-buat memelas agar sang istri cepat turun dari sana karena seperti perkataannya tadi. Dia takut khilaf
"Baiklah..!" jawabnya, sebenarnya Fatimah juga rada-rada takut, tapi itulah satu-satunya cara agar suaminya tak cemberut dan mau menuruti apa yang akan dia katakan
"Apa, kamu tadi nyuruh Mas mandi kan! Baiklah Mas ke kamar mandi dulu!"
"Dasar Mas Addry, gitu aja udah gelagapan hihi.."
Fatimah tertawa geli saat kembali mengingat kejadian tadi malam. Dimana sang suami yang begitu semangat, malah meredup saat mendengar bahwa dia lagi kedatangan tamu bulanannya
"Mas!" teriaknya
__ADS_1
"Ada apa lagi sih Dek! Mas mau mandi nih! Jangan buat Mas enggak jadi mandi nih!" ucapnya dengan sedikit ancaman
"Makanya buka pintu dulu Mas, aku mau-" belum sempat mengucapkan kalimat tersebut, Addry dengan cepat membuka pintu kamar mandi yang tertutup tadi
"Ada apa! Kamu mau mandi sama Mas. Mending nanti aja, pas ada wak-"
"Ini handuknya ketinggalan sama kamu tadi..!"
Setelah memberi handuk untuk Addry, Fatimah dengan cepat pergi dari sana sambil tersenyum tanpa sepengetahuan Addry
Bagaimana tidak dengan PD nya, suaminya itu malah memikirkan hal yang berbau seperti itu. Padahal dirinya hanya ingin memberikan sehelai handuk
Addry tak menyangka, sampai segitu kah dirinya menginginkan sang istri. Hingga membuat pikirannya berpikir tentang hal-hal itu saja. Addry langsung menutup pintu kamar mandi dengan kencang
Fatimah, wanita itu malah tertawa sangat kencang saat mendengar suara pintu kamar mandi tertutup. Apalagi saat melihat wajah melongo dari suaminya, saat dirinya mematahkan ucapan dari Addry
"Ah! Sampai segitu kah kau mau itu..!" gerutu Addry di dalam kamar mandi dengan seorang diri dibawah cucuran air shower
__ADS_1
"Dasar otak mesum, kau itu harus tau tempat dong. Bisa gawat aku kalau begini terus..!"
Pagi ini Addry memilih mandi dengan air dingin daripada air hangat yang biasa dia gunakan. Padahal tadi sang istri telah menyiapkan air untuk dirinya mandi, tapi dia lebih memilih mandi di bawah shower saja untuk membereskan otaknya yang bertambah mesum itu!