Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 108


__ADS_3

Kini matahari telah tenggelam dan berganti dengan bulan yang terang benderang, sinarnya menyinari bumi. Fatimah, wanita itu kini sedang berdiri di balkon kamarnya. Sambil menggendong bayi mungil yang belum juga tidur


"Kenapa sih Nak, belum bobok. Hem..!"


"Apa sih yang kamu pikirkan. Kasih tau Bunda dong..!" mencubit pipi anaknya


"Sudah bobok ya Nak, hari sudah malam. Jangan begadang terus dong.." menepuk bokong anaknya berharap mata mungil itu terpejam


Ya setiap malam, bayi mungilnya itu selalu malam tidurnya. Kadang Fatimah harus tidur di waktu dini hari. Bagaimana tidak, sering sekali Shakinah tidur sampai jam dua belas malam membuat kantong mata Fatimah membulat seperti panda saja


Mendengar suara ponselnya berdering membuat Fatimah mau tidak mau pun berjalan masuk kedalam kamar untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas


Fatimah tak percaya melihat nama Addry yang tertera di layar ponselnya karena sudah lima hari pria itu di luar kota tak ada satu panggilan masuk darinya


"Halo, assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam," jawab yang diseberang


"Iya Mas, ada apa ya..?" tanyanya dengan hati-hati


"Ah! Enggak kok, cuma iseng-iseng saja. Siapa tau pemiliknya masih belum tidur. Eh nyatanya belum beneran..!" kelakarnya


"Adek Shaki belum tidur..?" lanjutnya


"Belum Mas,"


Tampilan layar panggilan pun berganti dengan layar video membuat Fatimah menerimanya agar dapat tersambung kembali dengan Addry


"Assalamu'alaikum, anaknya Ayah..!" ucapnya dengan nada yang begitu gembira


"Waalaikumsalam Ayah.." ucap Fatimah menjawab salam Addry dengan ciri khas anak kecil membuat tawa Addry pecah, apalagi melihat ekspresi anak dan wanita yang dicintainya itu


Rindu !

__ADS_1


Itulah kata yang mewakili isi hatinya kini, tapi Addry tak ada kuasa untuk Fatimah karena Fatimah sekarang bukan siapa-siapanya lagi baginya. Kecuali dua belas hari lagi, Addry akan tau apa yang akan dipilih Fatimah nanti


"Kenapa belum bobok Nak.."


Shakinah tersenyum melihat zoom an muka Ayahnya yang begitu nampak di layar


"Apa dia sering begadang tiap malam..?" tanyanya kini fokus ke Fatimah


"Iya Mas, kadang sampai jam dua belas malam baru bobo.." ujarnya


"Yah, anak Ayah kok gitu kan kasian Bunda. Jadi ikut Betang deh demi kamu..!" ucapnya sambil geleng-geleng kepala, seakan Shakinah tau maksud dari ucapannya


"Iya Mas, maklumlah masih bayi.."


"Iya Mas berharap semoga kita kembali bersama dan nanti kita bisa bersama-sama mengurusnya.."


Fatimah hanya menanggapinya dengan senyumannya saja tanpa mengeluarkan satu katapun


"Bagaimana pekerjaan kamu di sana Mas..?" tanyanya mengahlihkan pembicaraan mereka


"Alhamdulillah lancar, kenapa Dek. Sudah enggak sabar ya nunggu Mas..?"


"Tinggal dua belas hari lagi kok.."


"Mas ini masih saja suka ngasal bicaranya.."


"Sudah makan..?" ucap Addry takut nanti Fatimah tak nyaman, jika dia masih saja mengungkapkan kata-kata tersebut


"Iya Mas sudah kok, kamu nya..?"


"Iya sudah juga Dek, ya sudah Mas tutup ya telponan ya. Sepertinya Shaki sudah mau tidur tu..!"


menunjuk Shakinah yang kini menguap dengan mata yang mulai terpejam

__ADS_1


"Baiklah Mas,"


"Mas rindu kalian, assalamu'alaikum.."


"Waalaikumsalam,"


Panggilan terputus menampilkan layar seperti semula


____


"Bagaimana Tom..?" tanya Addry setelah panggilan terputus


"Iya Pak benar, menurut dari laporan orang kita. Nona Bianca tidak bisa di selamatkan..!"


"Jadi-"


"Kini mayatnya sedang di urus oleh perawat rumah sakit jiwa setempat dan kemungkinan akan di makamkan langsung nantinya.."


"Apakah keluarganya tau Tom..?"


"Mereka semua sudah lepas tangan dengan urusan nona Bianca, Pak.."


Hati Addry berdenyut nyeri bukan karena dia masih mencintainya, tapi lebih merasa iba kepada Bianca


"Apa penyebabnya Tom..?" ucapnya dengan pelan nyaris tak terdengar


Penasaran ya..!


Sama Author juga kok, besok ya lanjut🙏


Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya. Agar Author tambah semangat buatnya 💪


Rantingnya juga jangan lupa ya manteman..

__ADS_1


Eh satu lagi, dukung karya Author yang judulnya "**Pesona Si Gadis Desa"


Terimakasih 🤗**


__ADS_2