
"Dek maaf ya! Kalau malam ini mas nggak bisa ikut ke rumah Bunda.." ucapnya dengan bersalah
"Ya sudah kalau mas nggak bisa. Lain kali saja kita ke sana.." sungguh Addry merasa seperti orang yang paling beruntung mendapatkan bidadari yang selalu mengerti keadaan dan tak lupa dengan kesabarannya
"Makasih dek. Maaf ya sekali lagi, ini soal kerjaan.."
"Iya mas, aku ngerti kok. Kamu sih suka nggak masuk.."
"Hehe habis mas itu kangen.."
"Ih mas, kebiasaan. Suka nge gombal.."
"Mending mas cepetan mandi lagi gih. Nanti kan mau ke kantor.."
"Iya-iya istri mas yang cerewet.." mencubit pipi yang keliatan chubby di sebabkan oleh kehamilannya
Fatimah hanya bisa geleng-geleng kepala. Suaminya ini sudah sangat berubah. Tapi ia sangat bersyukur, karena dibalik kesedihan akan ada kegembiraan dan ia berdoa semoga. Kesedihan itu tak datang lagi untuk melanda bahtera rumah tangganya
Tak sampai 15 menit. Addry pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk putih sebatas pinggangnya. Menampilkan badan yang super kekar
"Baca apa sih dek. Sampai senyum-senyum gitu.."
"He he ini aku baca novel ini mas..."
"Lucu sekali, sampai sakit perutku bacanya. Kocak banget habisnya.." lanjutnya dan melebarkan cover buku ke hadapan suaminya
"Ih kamu alay dek. Masa novel anak-anak di baca sih..!" ledeknya
"Ih! Mas. Setiap orang itu kan memang mempunyai kesukaan masing-masing.."
"Nasib jadi cowok. Selalu kalah.." ucapnya dengan pasrah
"😊"
"Dek mas berangkat dulu ya!" pamitnya
"Iya mas, hati-hati.." mencium tangan sang suami
"Iya.."
"Maaf ya mas, Fati nggak bisa antar sampai keluar rumah.." ucapnya merasa bersalah
"Iya. Mas nggak papa kok yang.."
🎶
Fatimah langsung menghidupkan lagu kesanggupannya yaitu Khadijah
Kisah cinta Sayyidah Khadijah
Bersama Baginda Rasulullah
Sungguh indah dan sungguh mulia
Kisah cinta terbaik di dunia
Berdebar jantung Sayyidah Khadijah
Saat melihat Baginda Rasulullah
Khadijah memendam perasaannya
Khadijah akhirnya jatuh cinta
Sungguh besar cinta Khadijah
Cinta pertama sang Baginda
Rela berkorban harta benda
Untuk sang Baginda
Khadijah wanita mulia
Nabi pun sangat mencintainya
Menemani sang Rasulullah
Sampai tutup usia
Khadijah istri Rasulullah
Kisah cinta Sayyidah Khadijah
Bersama Baginda Rasulullah
__ADS_1
Sungguh indah dan sungguh mulia
Kisah cinta terbaik di dunia
Berdebar jantung Sayyidah Khadijah
Saat melihat Baginda Rasulullah
Khadijah memendam perasaannya
Khadijah akhirnya jatuh cinta
Sungguh besar cinta Khadijah
Cinta pertama sang Baginda
Rela berkorban harta benda
Untuk sang Baginda
Khadijah wanita mulia
Nabi pun sangat mencintainya
Menemani sang Rasulullah
Sampai tutup usia
Khadijah istri Rasulullah
Dari lagu inilah dia belajar banyak, mulai dari pengorbanan cinta dan ketulusan hati
"Nak baik-baik ya di dalam. Semoga nanti kamu bisa jadi anak yang Sholeh atau Sholehah.."
"Apa ya jenis kelamin anaknya Bunda. Hem jadi penasaran deh!" ucap Fatimah mengelus perutnya seraya berbicara sendiri
"Sampai ketemu nanti nak, setelah kamu lahir..!"
"Bunda nggak sabar tau. :)"
🍃
🍃
🍃
"Iya Bu, nggak papa kok. Tapi ini Dinda boleh nggak izin dulu ke toilet..?"
"Ya ampun nak, jadi kamu gelisah karena ingin ke toilet..?" tanyanya balik
"He he..." Dinda hanya bisa tertawa canggung karena malu
"Hem, ya sudah. Cepatlah kamu ke toilet nak.."
Tak lama Dinda pergi. Muncul lah seorang pria yang baru saja masuk ke dalam restoran itu. Rani pun langsung tersenyum menyambutnya
"Mana temennya Mama..?" ucapnya heran saat melihat sang Mama hanya sendiri. Apa mungkin sudah pergi pikirnya
"Oh itu, dia tadi pamit ke toilet nak.." sambil meminum jus
"Oh.." ucapnya dengan ber 'oh' ria
Di Toilet
"Pakai sakit perut segala sih. Malu-maluin, Ini juga muka pucat kan!.." Dinda mengambil bedaknya dan langsung memoleskan ke muka yang pucat gara-gara tadi hehe. Setelah itu tak lupa memoleskan sedikit lip tint nya
"Bapak..."
"Dinda.." ucap mereka dengan serempak. Memang tadi Dinda penasaran saat melihat punggung lebar dari pria yang membelakanginya. Setelah mendekat, oh may good. Ternyata sang atasannya di Firma yaitu Azmi
"Oh jadi kalian sudah kenal..?" Ibu Rani penasaran saat melihat keduanya yang terkejut tadi
"Iya Bu.."
"Iya Ma.." Untuk kedua kalinya mereka serentak lagi bicaranya
"Tau nggak.."
"Ya enggak taulah Ma.." Kali ini Dinda memilih diam
"Sepertinya kalian itu jodoh..." ucap Mama Rani dengan tersenyum
"Bagaimana kalau kalian Mama jodohkan..!" dengan semangatnya
Deg! Dinda dan Azmi langsung terkejut
__ADS_1
"Habisnya Mama suka dengan sikap dan santunnya Dinda. Ya walaupun baru kali bertemu.."
"Tidak.."
"Kenapa..?"
"Azmi jatuh cinta sama wanita lain Ma.." terangnya
Setelah mendengar penjelasan Azmi. Mereka pun terdiam..
🍃
"Bagaimana bisa sampai begitu Tom.." ucapnya dengan penuh amarah
"Maaf tuan atas kelalaian saya.."
" Panggil orang yang bersangkutan.." tegasnya
"Baiklah Tuan.."
Addry mengepakkan kedua telapak tangannya. Dia sangat marah karena karyawannya yang tega dengan dia. Sampai-sampai merugikan perusahaan yang sangat besar. Ya walaupun itu masih bisa di atasi oleh Addry Barack
"Liat saja nanti..."
"Kalian telah berani membangunkan singa tidur.."
"Masuk..."
Tomi pun masuk dengan membawa kedua laki-laki kehadapan tuannya
"Oh jadi kalian yang telah bermain dengan ku.."
"Maafkan kami tuan.." mereka bersimpuh memohon kepada Addry agar memaafkannya
"Sekarang kalian memohon ampun dan menyesali perbuatan kalian. Tapi saat melakukannya kalian tak kenal takut kan!" berteriak di depan kedua tersangka
"Kami terpaksa tuan.." percuma mereka mohon, Addry sangat kecewa. Karena perusahaannya hanya bisa jadi ladang tempat pengambilan uang
"Saya tau, kalian menggunakan uang itu hanya untuk judi. Heh! Segitu kah.."
"Sekarang cepat keluar. Mulai hari ini kalian tidak akan di terima dimana pun.." langsung berjalan duduk kembali di kursi kebesarannya
Tomi langsung membimbing mereka keluar dari ruangan tuannya.
"Tom, kamu kasih uang pesangon untuk keluarga mereka.."
"Baik tuan.."
Alhamdulillah ternyata tuan masih memikirkan keluarga mereka..
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Fatimah telah bersiap-siap untuk menyiapkan segalanya
"Sebentar lagi selesai..."
"Wah sudah jam 5. Mending aku mandi deh!" saat melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya
"Bi, Fati mandi dulu ya.."
"Iya Non.."
Brum....
Addry bingung. Tak biasanya istrinya itu tak menyambut dia pulang. Tapi Addry berfikir mungkin istrinya lagi tidur. Dia pun tak ambil pusing
"Kamu nggak mau singgah dulu Tom..?"
"Tidak tuan.." hanya di angguki oleh Addry
"Mari tuan.."
Tin... bunyi klakson mobil yang Tomi kendarai
Ceklek...
Sunyi!...
Sepi!...
Gelap!...
Kemana semua orang. ucap batin Addry
Dia pun berjalan menuju saklar lampu untuk menghidupkannya
Dan..!
__ADS_1