Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti
BAB 45


__ADS_3

"Dek maaf ya! Kalau malam ini mas nggak bisa ikut ke rumah Bunda.." ucapnya dengan bersalah


"Ya sudah kalau mas nggak bisa. Lain kali saja kita ke sana.." sungguh Addry merasa seperti orang yang paling beruntung mendapatkan bidadari yang selalu mengerti keadaan dan tak lupa dengan kesabarannya


"Makasih dek. Maaf ya sekali lagi, ini soal kerjaan.."


"Iya mas, aku ngerti kok. Kamu sih suka nggak masuk.."


"Hehe habis mas itu kangen.."


"Ih mas, kebiasaan. Suka nge gombal.."


"Mending mas cepetan mandi lagi gih. Nanti kan mau ke kantor.."


"Iya-iya istri mas yang cerewet.." mencubit pipi yang keliatan chubby di sebabkan oleh kehamilannya


Fatimah hanya bisa geleng-geleng kepala. Suaminya ini sudah sangat berubah. Tapi ia sangat bersyukur, karena dibalik kesedihan akan ada kegembiraan dan ia berdoa semoga. Kesedihan itu tak datang lagi untuk melanda bahtera rumah tangganya


Tak sampai 15 menit. Addry pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk putih sebatas pinggangnya. Menampilkan badan yang super kekar


"Baca apa sih dek. Sampai senyum-senyum gitu.."


"He he ini aku baca novel ini mas..."


"Lucu sekali, sampai sakit perutku bacanya. Kocak banget habisnya.." lanjutnya dan melebarkan cover buku ke hadapan suaminya


"Ih kamu alay dek. Masa novel anak-anak di baca sih..!" ledeknya


"Ih! Mas. Setiap orang itu kan memang mempunyai kesukaan masing-masing.."


"Nasib jadi cowok. Selalu kalah.." ucapnya dengan pasrah


"😊"


"Dek mas berangkat dulu ya!" pamitnya


"Iya mas, hati-hati.." mencium tangan sang suami


"Iya.."


"Maaf ya mas, Fati nggak bisa antar sampai keluar rumah.." ucapnya merasa bersalah


"Iya. Mas nggak papa kok yang.."


🎶


Fatimah langsung menghidupkan lagu kesanggupannya yaitu Khadijah


Kisah cinta Sayyidah Khadijah


Bersama Baginda Rasulullah


Sungguh indah dan sungguh mulia


Kisah cinta terbaik di dunia


Berdebar jantung Sayyidah Khadijah


Saat melihat Baginda Rasulullah


Khadijah memendam perasaannya


Khadijah akhirnya jatuh cinta


Sungguh besar cinta Khadijah


Cinta pertama sang Baginda


Rela berkorban harta benda


Untuk sang Baginda


Khadijah wanita mulia


Nabi pun sangat mencintainya


Menemani sang Rasulullah


Sampai tutup usia


Khadijah istri Rasulullah


Kisah cinta Sayyidah Khadijah


Bersama Baginda Rasulullah

__ADS_1


Sungguh indah dan sungguh mulia


Kisah cinta terbaik di dunia


Berdebar jantung Sayyidah Khadijah


Saat melihat Baginda Rasulullah


Khadijah memendam perasaannya


Khadijah akhirnya jatuh cinta


Sungguh besar cinta Khadijah


Cinta pertama sang Baginda


Rela berkorban harta benda


Untuk sang Baginda


Khadijah wanita mulia


Nabi pun sangat mencintainya


Menemani sang Rasulullah


Sampai tutup usia


Khadijah istri Rasulullah


Dari lagu inilah dia belajar banyak, mulai dari pengorbanan cinta dan ketulusan hati


"Nak baik-baik ya di dalam. Semoga nanti kamu bisa jadi anak yang Sholeh atau Sholehah.."


"Apa ya jenis kelamin anaknya Bunda. Hem jadi penasaran deh!" ucap Fatimah mengelus perutnya seraya berbicara sendiri


"Sampai ketemu nanti nak, setelah kamu lahir..!"


"Bunda nggak sabar tau. :)"


🍃


🍃


🍃


"Iya Bu, nggak papa kok. Tapi ini Dinda boleh nggak izin dulu ke toilet..?"


"Ya ampun nak, jadi kamu gelisah karena ingin ke toilet..?" tanyanya balik


"He he..." Dinda hanya bisa tertawa canggung karena malu


"Hem, ya sudah. Cepatlah kamu ke toilet nak.."


Tak lama Dinda pergi. Muncul lah seorang pria yang baru saja masuk ke dalam restoran itu. Rani pun langsung tersenyum menyambutnya


"Mana temennya Mama..?" ucapnya heran saat melihat sang Mama hanya sendiri. Apa mungkin sudah pergi pikirnya


"Oh itu, dia tadi pamit ke toilet nak.." sambil meminum jus


"Oh.." ucapnya dengan ber 'oh' ria


Di Toilet


"Pakai sakit perut segala sih. Malu-maluin, Ini juga muka pucat kan!.." Dinda mengambil bedaknya dan langsung memoleskan ke muka yang pucat gara-gara tadi hehe. Setelah itu tak lupa memoleskan sedikit lip tint nya


"Bapak..."


"Dinda.." ucap mereka dengan serempak. Memang tadi Dinda penasaran saat melihat punggung lebar dari pria yang membelakanginya. Setelah mendekat, oh may good. Ternyata sang atasannya di Firma yaitu Azmi


"Oh jadi kalian sudah kenal..?" Ibu Rani penasaran saat melihat keduanya yang terkejut tadi


"Iya Bu.."


"Iya Ma.." Untuk kedua kalinya mereka serentak lagi bicaranya


"Tau nggak.."


"Ya enggak taulah Ma.." Kali ini Dinda memilih diam


"Sepertinya kalian itu jodoh..." ucap Mama Rani dengan tersenyum


"Bagaimana kalau kalian Mama jodohkan..!" dengan semangatnya


Deg! Dinda dan Azmi langsung terkejut

__ADS_1


"Habisnya Mama suka dengan sikap dan santunnya Dinda. Ya walaupun baru kali bertemu.."


"Tidak.."


"Kenapa..?"


"Azmi jatuh cinta sama wanita lain Ma.." terangnya


Setelah mendengar penjelasan Azmi. Mereka pun terdiam..


🍃


"Bagaimana bisa sampai begitu Tom.." ucapnya dengan penuh amarah


"Maaf tuan atas kelalaian saya.."


" Panggil orang yang bersangkutan.." tegasnya


"Baiklah Tuan.."


Addry mengepakkan kedua telapak tangannya. Dia sangat marah karena karyawannya yang tega dengan dia. Sampai-sampai merugikan perusahaan yang sangat besar. Ya walaupun itu masih bisa di atasi oleh Addry Barack


"Liat saja nanti..."


"Kalian telah berani membangunkan singa tidur.."


"Masuk..."


Tomi pun masuk dengan membawa kedua laki-laki kehadapan tuannya


"Oh jadi kalian yang telah bermain dengan ku.."


"Maafkan kami tuan.." mereka bersimpuh memohon kepada Addry agar memaafkannya


"Sekarang kalian memohon ampun dan menyesali perbuatan kalian. Tapi saat melakukannya kalian tak kenal takut kan!" berteriak di depan kedua tersangka


"Kami terpaksa tuan.." percuma mereka mohon, Addry sangat kecewa. Karena perusahaannya hanya bisa jadi ladang tempat pengambilan uang


"Saya tau, kalian menggunakan uang itu hanya untuk judi. Heh! Segitu kah.."


"Sekarang cepat keluar. Mulai hari ini kalian tidak akan di terima dimana pun.." langsung berjalan duduk kembali di kursi kebesarannya


Tomi langsung membimbing mereka keluar dari ruangan tuannya.


"Tom, kamu kasih uang pesangon untuk keluarga mereka.."


"Baik tuan.."


Alhamdulillah ternyata tuan masih memikirkan keluarga mereka..


Jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Fatimah telah bersiap-siap untuk menyiapkan segalanya


"Sebentar lagi selesai..."


"Wah sudah jam 5. Mending aku mandi deh!" saat melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya


"Bi, Fati mandi dulu ya.."


"Iya Non.."


Brum....


Addry bingung. Tak biasanya istrinya itu tak menyambut dia pulang. Tapi Addry berfikir mungkin istrinya lagi tidur. Dia pun tak ambil pusing


"Kamu nggak mau singgah dulu Tom..?"


"Tidak tuan.." hanya di angguki oleh Addry


"Mari tuan.."


Tin... bunyi klakson mobil yang Tomi kendarai


Ceklek...


Sunyi!...


Sepi!...


Gelap!...


Kemana semua orang. ucap batin Addry


Dia pun berjalan menuju saklar lampu untuk menghidupkannya


Dan..!

__ADS_1


__ADS_2