
Mobil mewah milik Addry telah terpakir sempurna di perkarangan rumah. Pria itu tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihat kedua orang yang dia cintai sama-sama tertidur nyenyak di kursi samping kemudi
"Bisa-bisanya kalian tidur ya!"
Addry langsung keluar dari mobil, meninggalkan kedua perempuan itu. Fatimah masih saja tertidur nyenyak dengan Shakinah yang ikut tertidur di dalam gendongannya
"Assalamu'alaikum Bi.." ucapnya mengetuk pintu rumah sambil memanggil bibi takut jikalau Bibi sedang melaksanakan shalat Ashar atau melakukan pekerjaan lainnya pikirnya
"Waalaikumsalam, sebentar.."
Bibi pun membuka pintu rumah dan melihat majikannya yang tersenyum kepadanya
"Maaf Tuan, tadi saya sedang mengangkat jemuran di belakang..!"
"Tidak masalah Bi, oh iya Bi! Tolong bantu saya menggendong Shakinah.." pintanya dengan sopan dan Bibi Sum menganggukkan kepalanya seraya mengikuti langkah kaki Addry
Bibi Sum mengambil ahli Shakinah yang berada di gendongan sang Bunda, setelah itu Bibi langsung membawa bayi kecil itu ke dalam rumah, tinggal Addry yang akan mengangkat tubuh istrinya
"Dasar kamu ya! Awas saja, semua ini tidak ada yang gratt. Aku pasti akan menagihnya ke kamu, tapi saat waktunya tiba kamu harus membayar semuanya ini nanti. Istriku tercinta..!" ucapnya tersenyum jahil, tapi Fatimah tak tau apa yang dikatakan oleh Addry kepadanya. Bagaimana tidak orang yang diajak ngomong masih tertidur lelap menyelami alam mimpi yang indah
*
*
__ADS_1
*
"Mas, sini aku bantu masang dasinya..!" Ujar Fatimah membawah dasi yang cocok dengan pakaian yang digunakan oleh Addry saat ini
"Hari ini kamu sibuk enggak Mas..?" Tanyanya pada Addry yang masih setia menatapnya
"Kamu cantik sekali Dek. Jika tidak berjilbab begini..!" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan sang istri
"Jika kita berdua jangan pernah pakai jilbab ya Dek, tapi jika keluar baru pakai jilbab yang panjang-panjang. Awas aja jika satu langkah aja kamu keluar kamar tak pakai jilbab..."
"Hukuman yang berat akan menantimu.." ucapnya yang kali ini berbisik di dekat telinga wanita itu, lantas Fatimah memutar bola matanya dengan sangat malas, tak bosan-bosannya suaminya itu mengancamnya. Jika dirinya membuka hijab di luar kamar
Padahal tak ada niatnya untuk melepas kecuali di depan suaminya sendiri, apalagi dia berjilbab sejak masih SD
"Nah selesai..!" ucapnya dan menjauh langsung dari hadapan suaminya untuk mengambil tas kerjanya Addry
"Oh iya! Tadi kamu nanya. Apakah Mas sibuk tidak hari ini ya?"
"Kayaknya sih enggak Dek, kalau-kalau ada yang mendadak saja sih!"
*
*
__ADS_1
*
"Anak Ayah, jangan nakal ya sama Bunda. Ayah pamit berangkat kerja dulu ya!" ucapnya dan diakhiri mencium seluruh wajah sang anak. Sampai-sampai Shakinah mengeliat gara-gara perbuatan jahil yang Addry lakukan
"Mas berangkat ya!" Pamitnya pada Fatimah
"Insya Allah Mas, usahakan pulang cepat nanti!"
"Iya Mas..!" Addry mencium kening sang istri begitu juga Fatimah mencium punggung tangan suaminya
Didalam mobil
"Bagaimana Tom, hari ini Taka dan hal yang sangat penting kan?"
"Tidak ada Pak."
"Ah! Syukurlah kalau begitu.." ucapnya dengan snagat lega
"Emangnya kenapa Pak, Bapak seperti sangat senang saat mendengar tidak ada kegiatan yang penting..?" Tanya Tomi dengan sangat penasaran
"Ah! Itu kau tidak akan tau bagaimana rasanya..!"
Addry begitu senang hari ini karena sebelum berangkat tadi, Fatimah sempat membisikkan sesuatu kepadanya dan itu membuatnya begitu senang, bukan senang saja tapi sangat senang
__ADS_1